fbpx
23 C
Mataram
Selasa, Juni 2, 2020
Update Covid-19 Indonesia
26,940
Total Kasus
Updated on 02/06/2020 12:35 am
Beranda Ekonomi GSM Tekankan Mahasiswa Hindari Investasi Fiktif

GSM Tekankan Mahasiswa Hindari Investasi Fiktif

HarianNusa.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Komisi XI DPR RI gencar melakukan sosialisasi mencegah terjadinya investasi fiktif.

Maraknya investasi fiktif dikhawatirkan membuat masyarakat terjebak mempercayainya. Mahasiswa juga ditekankan untuk hati-hati dalam memilih investasi.

Anggota DPR RI Komisi XI Lalu Gede Syamsul Mujahidin (GSM), mengimbau mahasiswa untuk mengenal investasi fikitf agar terhindar menjadi korban. Dia menekankan mahasiswa perlu dibekali pengalaman berinvestasi.

“Salah satu sasarannya adalah para mahasiswa. Mereka harus dibekali pemahaman seputar pencegahan investasi fiktif. OJK harus intensif ke kampus-kampus,” ungkapnya, Senin, 5 November 2018.

Sosialisasi OJK dan Komisi XI DPR RI digelar selama tiga hari di IAIH Lombok Timur, akhir Oktober lalu. Sosialisasi mengambil tema ‘Sosialisasi OJK Investasi Fiktif yang Membahayakan Masyarakat’.

Calon DPD RI asal Lombok Timur ini menjelaskan OJK adalah mitra DPR. Untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat dalam mencegah investasi bodong tersebut perlu bekerjasama dengan DPR RI.

“OJK adalah mitra Komisi XI dan di NTB tidak mungkin menjangkau semua lapisan masyrakat. Untuk itulah perlunya bersinergi dengan anggota DPR RI. Mereka kan punya daerah pemilihan. Kami harap bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

GSM mengungkapkan, mahasiswa yang berperan sebagai agen perubahan harus terdepan dalam memberikan kesadaran pada masyarakat. Dia meminta mahasiswa tidak gampang percaya tawarkan investasi menggiurkan sebelum mengecek riwayat perusahaan investasi tersebut.

“Misalnya modus travel umrah. Nah, peran adik-adik mahasiswa ini penting dalam memberi edukasi kepada masyarakat,” pungkasnya.

GSM berharap, dengan adanya sosialisasi ini, maka masyarakat dapat lebih berhati-hati dan selektif dalam melakukan investasi, tidak cepat terbuat dengan iming-imingan bunga besar maupun hal serupa lainnya. “Nyari untung eh malah buntung,” tutupnya. (sat)

Berita Populer Pekan Ini

Tempat Wisata Sepi, Masyarakat Pulau Lombok Dinilai Faham Anjuran Pemerintah dalam Pencegahan Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, SIK, bersama Dandim 1606 WB Kol. Czi Efrijon Khroll memantau situasi kawasan Wisata di...

Sesaot Tetap Kondusif Meski Obyek Wisatanya Ditutup

HarianNusa.com, Lombok Barat - Kepala Desa Sesaot Kecamatan Narmada-Lombok Barat, Yuni Hari Seni menyatakan, penutupan lokasi wisata Sesaot dan sekitarnya adalah salah satu alternatif...

Universitas Mataram Gelar Wisuda Daring di Masa Pandemi Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 berdampak terhadap merebaknya wabah virus baru bernama SARS-CoV-2. Menyikapi munculnya virus jenis baru tersebut,...

Gubernur NTB Tegaskan Pembangunan KEK Mandalika Terus Berjalan

HarianNusa.com, Mataram - Pemerintah Provinsi NTB memastikan pembangunan sirkuit MotoGP dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok tetap berjalan. Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah...