Beranda blog Halaman 220

Fauzan Instruksikan ASN Lombok Barat Baca Al-Qur’an selama Ramadhan

0

HarianNusa.Com – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid Fauzan memberi instruksi agar para ASN dapat meluangkan waktu membaca Al-Qur’an selama jam istirahat di bulan Ramadhan.

“Kita hajatkan juga membaca Al-Qur’an secara bersama-sama untuk mempersiapkan diri kita semua dalam menjalankan ibadah bulan suci ramadhan tersebut,” ujar Fauzan saat menggelar syukuran dan silaturahmi
bersama ratusan masyarakat di Pendopo Bupati Lobar, Jum’at (4/5) malam.

“Ramadhan tahun ini, saya meminta kepada pak sekda, pukul 12.30 sampai 13.00 untuk mengintruksikan seluruh ASN Lobar menyediakan waktu untuk membaca Al-Qur’an walaupun sebentar namun tetap Istiqomah,” serunya menambahkan.

Kegiatan yang dirangkai dengan Khatamul Qur’an dan pengajian ini juga digelar untuk mendoakan perjalanan Lombok Barat lima tahun kedepan di bawah kepemimpinan pasangan Fauzan-Sumiatun.

“Syukuran itu kita ambil bentuk yang positif yaitu kita bersama-sama membaca Al-Qur’an. Dengan fadhilah membaca Al-Qur’an, mudah-mudahan apapun yang kita harapkan dan do’akan lebih-lebih dalam konteks tugas kewajiban melayani rakyat di bawah naungan petunjuk dan berkah dari Al-Qur’annulkarim,” kata Fauzan.

Bagi Fauzan bekerja dengan konsep keberkahan tidak hanya bisa intervensi lewat ibadah-ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah SWT. Tentunya juga dengan ibadah-ibadah yang berhubungan dengan sesama manusia seperti sedekah, zakat dan lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Hj. Sumiatun, Sekretaris Daerah H. Moh. Taufiq, para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, jajaran pejabat lingkup Pemkab Lobar, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan masyarakat lainnya. (f3)

Ket. Foto:
Kegiatan syukuran Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H. (istimewa)

Lembaga Ekonomi Syariah NU bersama Saka Foundation akan Berbagi di Bulan Ramadhan

0

HarianNusa.Com – Lembaga Ekonomi Syariah Nadhlathul Ulama (NU) NTB bersama Yayasan kemanusiaan Saka Foundation akan menggelar serangkaian kegiatan sosial di bulan Ramadhan 1440 Hijriyah ini.

Kegiatan sosial akan menyasar para korban gempa di wilayah Kabupaten Lombok Utara dan sebagian Lombok Barat, untuk meringankan beban masyarakat.

Pembahasan kerjasama program kemanusiaan ini dibahas Ketua Lembaga Ekonomi Syariah NU, H Lalu Winengan bersama Pendiri Saka Foundation, Karina De Vega, Jumat (3/5/19) di Mataram.

“Insya Allah di bulan Ramadhan ini Lembaga Ekonomi Syariah NU akan membuat kegiatan bersama Saka Foundation, khusus terfokus untuk wilayah gempa. Utamanya KLU, dan sebagian di Lombok Barat,” kata H Lalu Winengan, usai pertemuan di Mataram.

Menurutnya, kegiatan sosial ini berupa dukungan dan perhatian kepada para keluarga korban gempa di KLU dan Lombok Barat, terutama di bulan Ramadhan.

“Bentuknya dukungan dan perhatian, nanti keluarga (korban gempa) juga kita berikan sembako dan sarung. Kegiatan akan dilaksanakan mulai pertengahan bulan puasa Ramadhan nanti,” jelasnya.

Winengan menegaskan, kegiatan sosial untuk para korban gempa ini murni kegiatan sosial karena keterpanggilan Saka Foundation. Program ini sama sekali tidak bermuatan politis apapun.

Pilihan waktu pertengahan bulan Ramadhan dilakukan karena Saka Foundation ingin berbagi kebahagiaan dan memberikan perhatian pada keluarga korban gempa bumi di Lombok.

“Ini sama sekali tidak ada muatan politik, murni kemanusiaan. Sehingga dilakukan di pertengahan puasa itu karena Saka Foundation ingin berbagi dan memberi kebahagiaan di bulan puasa atau menjelang Idul Fitri agar masyarakat senang,” ujarnya.

Winengan berharap bantuan ini dapat merubah pola pikir masyarakat yang seringkali curiga dan berpikir aneh-aneh ketika ada pihak memberi bantuan. Apalagi saat ini masih hangat dengan suasana politik pasca Pemilu 2019.

“Jadi saya yakinkan bahwa ini kemanusiaan, bukan politk. Biar masyarakat tahu dan mengerti ini kemanusian.Yang membalas biar Allah SWT,” katanya.

Ia menegaskan kiprah Saka Foundation juga sudah cukup baik dalam membantu korban gempa NTB selama ini, sejak kejadian gempa bumi pertama kali Juli-Agustus 2018 lalu.

“Bu Karina selaku pendiri Saka Foundation juga selalu niat baik dan sudah turun sejak awal gempa dulu membantu masyarakat,” katanya.

Winengan menjelaskan, Karina menjadi mualaf sejak 1,5 tahun silam dan hingga kini terus peduli dan terpanggil membantu korban gempa bumi di Lombok.

“Dia (Karina) seorang mualaf yang sangat saya kagumi. Saya bertanggungjawab atas keislamannya, karena tahun ini dia akan melaksanakan ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima,” katanya.

Sementara itu, Pendiri Saka Foundation Karina De Vega mengatakan, keterpanggilannya dalam bidang kemanusiaan sudah dilakukan sejak lama. Ia juga cukup lama bekerja di lembaga kemanusiaan PBB yang bertugas di daerah Afrika Barat.

“Tapi (ketika terjadi) gempa Lombok Utara dimana saya salah satu korban juga, saya memutuskan membantu saudara-saudara di Lombok,” katanya.

Karina mengaku, dunia kemanusiaan menjadi pilihannya untuk mendedikasikan hidupnya.

Saat gempa bumi melanda NTB, khususnya Lombok, Karina dan Saka Foundation pun terpanggil untuk melakukan sesuatu.

“Ketika terjadi bencana di Lombok, saya terpanggil dan melihat ada banyak hal yang bisa saya lakukan untuk memberi manfaat bagi sesama. Saya sangat bersyukur bisa bertemu pak Lalu Winengan dan sangat terhormat bagi kami dapat bekerjasama dengan NU. Ini merupakan sebuah kehormatan,” kata Karina.

Karina berharap, program sosial kemanusiaan yang digelar Saka Foundation bersama Lembaga Ekonomi Syariah NU NTB, akan dapat dirasakan manfaatnya terutama bagi para korban gempa bumi di Lombok Utara dan Lombok Barat. (f3)

Fauzan Sampaikan Visi Misi dalam Rapat Paripurna DPRD Lombok Barat

0

HarianNusa.Com – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid-Hj. Sumiatun menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Lombok Barat, Kamis, (2/5/19). Dalam kesempatan itu pasangan yang dikenal dengan “Zaitun” menyampaikan visi misi mereka ketika berkampanye.

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Lombok Barat (Lobar) Imam Kafali didampingi Wakil Ketua H. Nur Said dan Sulhan Muhlis Ibrahim.

“Tujuan dari penyampaian visi dan misi ini untuk mengetahui program kerja dan terobosan-terobosan pemerintah selama lima tahun kedepan untuk mewujudkan harapan masyarakat Lombok Barat. Selain itu, karena masyarakat Lombok Barat menaruh harapan besar kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk saling bersinergi dan melengkapi untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri sejahtera dan berprestasi,” kata Ketua DPRD Lobar Imam Kafali dalam sambutannya.

Fauzan kemudian menyampaikan visi misi yang ia janjikan saat berkampanye. Adapun visi yang disampaikan Fauzan adalah mewujudkan Lombok Barat yang Mantab, yakni Mandiri, Sejahtera dan Berprestasi.

“Dimasa kampanye dulu, saya bersama ibu Wakil Bupati menawarkan konsep untuk membangun Lombok Barat. Konsep itu adalah impian dan cita-cita yang menjadi visi yang sama di seluruh kalangan masyarakat dan pemangku kepentingan di Lombok Barat,” jelas Fauzan.

Fauzan menyampaikan ada lima misi yang ingin dicapai paket Zaitun, yakni: Pertama, mewujudkan reformasi birokrasi yang berkesinambungan melalui tata kelola pemerintahan yang profesional dan melayani publik dengan basis transparansi, akuntabilitas yang efisien, serta memiliki Integritas.

Kedua, meningkatkan dan memantapkan konektivitas dan akses infrastruktur antar wilayah dan pemenuhan layanan dasar secara berkeadilan.

Ketiga, mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui peningkatan hubungan antar para pelaku usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta investasi yang kondusif dan berpihak kepada masyarakat.

Keempat, mewujudkan Lombok Barat yang Sehat, Lombok Barat yang Cerdas, dan Lombok Barat yang Berbudaya melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang memiliki daya saing yang kompetitif.

Kelima, meningkatkan dan memperkuat sinkronisasi dan sinergi pembangunan daerah untuk mempercepat capaian Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dengan berbasis pada keharmonisan dengan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam.

Capaian di tahun 2018 seperti IPM Lobar yang sudah berada di posisi ke-4 di NTB, kemudian pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,58%, nilai SAKIP yang meningkat menjadi 62,24 dengan predikat B, dan capaian lainnya dikatakan Fauzan menjadi starting point untuk membawa Lombok Barat tahun 2024 dalam kondisi yang lebih baik lagi. Untuk itu Fauzan meminta kepada seluruh Perangkat Daerah untuk menyusun Rencana Strategis dan Program yang terintegrasi dan bersinergi antar satu Perangkat Daerah dengan Perangkat Daerah lainnya.

“Tidak ada keberhasilan atau bahkan kegagalan yang dicapai secara parsial oleh masing-masing Perangkat Daerah, namun ia selalu terkait dengan kerja dan hasil dari Perangkat Daerah lainnya. Bila terdapat kekurangan, maka satu Perangkat Daerah harus melengkapi kelemahan atau kekurangan Perangkat Daerah lainnya. Itulah asas komplemantaritas yang kami kedepankan sebagai tekad dan metode kerja kita untuk periode mendatang,” tegas Fauzan.

“Dengan asas kerja yang sinergis, integratif, dan mengedepankan komplementaritas, maka Lombok Barat yang Amanah, Sejahtera dan Berprestasi adalah bukan hanya milik kami sebagai Bupati-Wakil Bupati, namun adalah milik seluruh Perangkat Daerah dan jajarannya, juga milik DPRD Kabupaten Lombok Barat, dan bahkan milik segenap masyarakat Lombok Barat,” lanjutnya.

Rapat Paripurna penyampaian visi misi Bupati-Wakil Bupati itu turut dihadiri Sekda Lobar H. Moh. Taufiq, Kepala OPD se-Lobar, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa dan tamu undangan lainya. (f3)

Ket. Foto:
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lombok Barat. (istimewa)

Duka Pemilu, PKS Instruksikan Kader Kibarkan Bendera Setengah Tiang

0

HarianNusa.com, Jakarta (03/05) – Presiden Partai keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman insturuksikan kader dan pengurus untuk mengibarkan bendera setengah tiang, sebagai bentuk belasungkawa PKS atas jatuhnya ratusan korban jiwa pada Pemilu 2019. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Muda PKS, Pipin Sopian di Youth Corner DPP PKS, Jakarta Selatan, Jum’at (3/5/2019).

“Kita bisa sebut, ini adalah Pemilu terduka, sampai saat ini tercatat 412 orang panitia pemilu yang meninggal dunia dan jumlah yang sakit jauh lebih banyak lagi. Oleh karenanya, Presiden PKS intruksikan memasang bendera setengah tiang,” terang Pipin.

Menurut Pipin, jatuhnya ratusan korban pada pemilu 2019 ini merupakan bentuk ketidaksiapan pemerintah dalam melakukan pemilihan umum secara serentak.

“Jatuhnya banyak korban ini menunjukan bahwa undang-undang pemilu diolah oleh KPU tanpa persiapan yang matang dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Seharusnya KPU sebagai penyelenggara pemilihan umum dapat belajar dari pemilu Lampung saat itu, yang melakukan pemilihan serentak pemilihan umum dan pilkada, itu perhitungannya sampai pagi. Apalagi ini yang sekalanya nasional, perhitungan suara selesai hingga berhari-hari, ” kata Pipin.

 

Bupati Lombok Barat Tutup Kegiatan KIAT

0

HarianNusa.Com – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menutup kegiatan Hibah Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT) program Penguatan Organisasi Masyarakat Sipil Bidang Kesetaraan Gender dan Sosial Inklusi (GESI) di Hotel Astoria Mataram, Kamis (2/5/19).

“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Saya setuju masalah gender harus menjadi perhatian. Itu mengapa setiap infrastruktur yang akan dibangun, harus mengutamakan gender dan ramah terhadap saudara kita penyandang disabilitas,” ujar Fauzan saat menutup kegiatan yang terintegrasi dengan Provincial Road and Infrastruktur Maintenance (PRIM) itu.

Fauzan pun memastikan bahwa semua bangunan untuk pelayanan publik di era kepemimpinannya harus ramah terhadap disabilitas.

“Yang tidak ramah itu, pasti bangunan lama,” tegas Fauzan.

Menyinggung PRIM, Fauzan menuturkan perjalanan awal PRIM di Lombok Barat.

“Ketika pertama kali tahu PRIM ini, mereka datang audiensi tanpa bersurat, tanpa berfikir panjang langsung saya setujui,” tutur Fauzan.

PRIM di Lombok Barat saat ini sudah memasuki tahun ketiga. Selama perjalanannya di Lombok Barat, standar hasil yang dicapai rata-rata 98 persen, sudah di atas penilaian untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mencapai 94 persen.

“Untuk infrastruktur jalan di Lombok Barat, kami berkomitmen meniru pola PRIM. Tapi tidak di semua ruas jalan karena kemampuan fiskal kita yang terbatas,” pungkas Fauzan.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lombok Barat I Made Arthadana menuturkan bahwa PRIM di Lombok Barat untuk tahun 2019 ini mampu membangun 123 Kilo meter jalan.

“Dengan dana PRIM hanya 72 milyar, ada 5 ruas jalan yang kita bangun. Panjangnya 123 kilo meter lebih, belum lagi 56 ruas paket untuk pemeliharaan jalan,” terang Made.

Senada dengan Bupati, Made berharap pola PRIM bisa diimplementasikan untuk pembangunan jalan di Lombok Barat.

“Kalaupun PRIM tuntas Desember tahun ini, kita berharap ada sumber anggaran lain,” pungkas Made menegaskan kebutuhan pembangunan dan pemeliharaan jalan yang harus ditangani pihaknya. (f3)

Ket. Foto:
Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid menutup kegiatan KIAT. (istimewa)

Fauzan Ingatkan Para Guru Bersiap Hadapi Revolusi Industri 4.0

0

HarianNusa.Com – Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid selaku Inspektur Upacara membacakan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI dalam Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di halaman Kantor Bupati Lobar, Kamis (2/5/19). Ia mengingatkan para guru untuk bersiap menghadapi hadirnya Revolusi Industri 4.0.

Bupati mengatakan kehadiran Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah mempengaruhi cara hidup, bekerja, dan belajar masyarakat. Revolusi tersebut telah mempengaruhi cara berpikir dan berperilaku serta karakter para peserta didik yang didominasi oleh Generasi Z. Mereka terlahir di era digital dengan pesatnya teknologi informasi sehingga lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Untuk itu para guru dan pihak sekolah diminta agar dapat memanfaatkan potensi para murid tersebut.

“Guru harus menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan empat sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan,” kata Bupati dihadapan ratusan peserta upacara.

Selain itu dalam amanat tersebut, Mendikbud meminta agar pemerintah daerah lebih aktif dalam memanfaatkan dana APBN untuk penguatan SDM.

“Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional ini, marilah kita konsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pada pembangunan sumberdaya manusia itu sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif,” pesan Fauzan. (f3)

Ket. Foto:
Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid memimpin Upacara Hardiknas. (istimewa)

Kapal Pengangkut Bawang Tenggelam di Bima

0

HarianNusa.com – Kapal pengangkut bawang dari Bima menuju Makassar, tenggelam di perairan Bima, pukul 04.30 Wita, Kamis, 2 Mei 2019.

Kapal bernama KLM. Pusaka Raya sebelumnya membawa 2.000 karung bawang dan 500 karung kacang tanah dari Tanjung Bima menuju Makassar. Namun, sampai di barat daya Gunung Sangiang, kapal tersebut tenggelam.

“Tiga orang selamat dan dua orang anak buah kapal (ABK) masih hilang,” ujar Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda.

Petugas SAR bersiap lakukan pencarian dua korban

Tiga yang selamat masingmasing bernama Sahar sebagai nahkoda kapal asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, M. Riski sebagai juru mudi asal Kabupaten Lembata, NTT dan Sudirman asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Ketiganya ditemukan Polisi Perairan Bima saat terombang-ambing di lautan.

Sementara dua yang belum ditemukan bernama Sulkifli bagian mesin asal Kabupaten Bulukumba dan Daud bagian mesin asal Alor NTT.

Saat ini Tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian terhadap dua korban yang masih menghilang. “Pos SAR Bima sudah bergerak,” kata Lanang.

Belum diketahui pasti penyebab tenggelamnya kapal tersebut. Pihak terkait saat ini masih melakukan penyelidikan. (sat)

Relawan Prabowo Minta KPU Diskualifikasi Jokowi

HarianNusa.com – Puluhan Relawan Prabowo-Sandi Nusa Tenggara Barat menggelar aksi di KPUD NTB dan Bawaslu NTB, Kamis, 2 Mei 2019. Mereka mendesak KPU dan Bawaslu berlaku adil dalam penyelenggaraan pemilu 2019.

Massa merasa ada indikasi kecurangan dalam perhitungan suara di banyak tempat di Indonesia, di mana sebagian besar kasus salah input data merugikan pasangan 02.

Seorang massa aksi, Sawaludin, mengungkap bahwa Prabowo-Sandi sebenarnya telah menang berdasarkan data yang terhimpun dalam internal tim pemenangan, namun banyak indikasi kecurangan untuk membuat Prabowo-Sandi kalah.

“Kemenangan Prabowo-Sandi adalah kemenangan yang tercatat, kemenangan yang tidak bohong, kemenangan yang bukan hoaks,” ujarnya dalam orasi.

Massa juga membacakan hasil ijma ulama yang meminta KPU mendiskualifikasi Jokowi-Ma’ruf karena terindikasi berbagai kecurangan dan kejahatan yang bersifat terstruktur, sistematis dan masif dalam proses penyelenggaraan pemilu 2019.

“Mendesak Bawaslu dan KPU untuk memutuskan, membatalkan dan mendiskualifikasi Paslon Capres-cawapres 01,” ujar Koordinator Umum, Rendra.

Aksi tersebut juga dihadiri emak-emak pendukung Prabowo-Sandi. Mereka tegas mengatakan rela keluar rumah agar penyelenggara pemilu berlaku adil.

Ketegangan sempat terjadi saat Ketua KPUD NTB, Suhardi Soud berdialog dengan massa. Suardi janji akan menyampaikan tuntutan massa ke KPU pusat, namun massa berusaha memintanya untuk tidak bicara lantaran tidak ada dalam agenda aksi untuk mendengarkan klarifikasi KPU. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib dan menggelar aksi di Bawaslu NTB. (sat)

Yoi Coustik: Konser Lumpur Hitam sebagai Media Memaknai Surat Alkahfi

HarianNusa.com, Mataram- Yoi Coustik, grup musik yang digawangi oleh Sentot Irawan, Yuga Anggana dan Agus Mega Saputra ini menghibur penikmat musik Mataram dalam konser bertajuk Lumpur Hitam yang berlangsung di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB. Tajuk Lumpur Hitam dipilih Yoi Coustik untuk mewakili semangat Zulkarnain dalam Al-Qur’an surat Al-kahfi ayat 83.

“Lumpur Hitam juga didedikasikan untuk peringatan hari bumi. Memetik ayat Al-kahfi 83 soal kisah Zulkarnaen. Dan merespon lingkungan bumi hari ini,” tutur sang vokalis Sentot Irawan Kepada HarianNusa.com. Rabu, (1/5)

Sentot menambahkan, manusia dalam laku hidup, seyogyanya mawas diri dengan merenungkan muasalnya. Hal yang hari ini begitu penting agar manusia tidak semena-mena dengan berlaku semaunya tanpa mempertimbangkan nilai-nilai kebaikan.

“Tema konser Lumpur Hitam adalah bicara soal esensi manusia yang terbuat dari lempung hitam. Bicara soal kesemestaan bagi siapa saja untuk mawas diri dan introspeksi pada daya dan laku hidup,” katanya.

Dalam konser tersebut, Yoi Coustik dibantu beberapa musisi lain Kota Mataram. Yoi Coustik membawakan enam lagu berturut-turut, diawali lagu Menarikah Kau Sri dan ditutup dengan lagu Kuda Kayu. Konser Lumpur Hitam sendiri merupakan konser ke sembilan Yoi Coustik dari beberapa repertoar sebelumnya.

“Konser Lumpur Hitam ini adalah konser yang ke sembilan dari beberapa repertoar seperti Titip Rindu Buat Emak, Pitulasan, Kapak Batu, Bee, Kotak Sepatu, Chonburi dan lain-lain,” katanya.

Dalam sambutannya, kepala Taman Budaya Provinsi NTB Baiq Rahmayanti mengaku bahagia dengan tersenggalaranya konser tersebut di Taman Budaya. Menurutnya, kesenian harus terus tumbuh dan berkembang di Provinsi NTB. Baik Seni Musik, Tari, Teater dan Rupa. Terkait konser Yoi Coustik, perempuan yang akrab disapa Maya ini mengaku bangga pada penonton yang memilih hadir di Taman Budaya. Kebanggaan itu diutarakan Maya karena pada waktu yang bersamaan, kelompok musik populer asal Yogyakarta Sheila on 7 juga tengah melangsungkan konser di Mall Eficentrum Mataram.

“Terima kasih sudah memilih hadir di sini walaupun di sebelah kita ada Sheila on Seven,” katanya. (Sta)

Di Forum G20, Indonesia Serukan Dukungan Pertanian Global

HarianNusa.com, Jepang – State Minister of Agriculture, Forestry and Fisheries – Jepang, Suichi Takatori menyampaikan bahwa kebutuhan pangan ke depan akan semakin bertambah. Untuk itu riset sangat dibutuhkan terutama untuk menghadapi globalisasi dan perubahan iklim.

“Kerjasama riset sangat perlu dilakukan karena tidak ada satu negara pun di dunia yang dapat bekerja sendiri dalam melakukan riset,” kata Suichi Takatori saat membuka Pertemuan G20 Meeting of Agricultural Chief Scientists (G20 MACS) yang diselenggarakan pada 25-26 April 2019 di Tokyo, Jepang.

Delegasi Republik Indonesia (Delri) untuk G20 MACS dipimpin Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Fadjri Djufry sebagai ketua Delri, Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Husnain dan Kabag KSHOH Balitbangtan Ir. Erlita Adriani, MBA. Sementara, President Japan International Research Center for Agricultural Science (JIRCAS), Dr. Masa Iwanaga bertindak sebagai pimpinan sidang.

Pertemuan dihadiri oleh chief scientist terdiri dari Kepala Badan dan Direktur Riset serta peneliti Senior seluruh negara G20, negara undangan (Spain dan Netherland) dan organisasi internasional (CGIAR, GRA, FAO, CABI, CIMMYT, IPPC, IFPRI, World Bank). Beberapa topik prioritas yang dibahas antara lain sustainable soil management, climate smart agriculture, transboundary plant pest, agricultural technology sharing and agroecosystem living labs (ALL).

Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry dalam sesi “ Agricultural Technology Sharing” menyampaikan bahwa Indonesia memiliki beberapa teknologi yang bisa diadopsi oleh negara-negara yang mempunyai permasalahan yang hampir sama. Teknologi tersebut antara lain: integrasi kalendar tanam dengan rekomendasi pemupukan dan serangan hama yang dibuat spesifik lokasi untuk setiap propinsi, integrasi tanaman dan ternak baik skala besar maupun kecil, pengelolaan untuk lahan rawa dan gambut, uji cepat tanah untuk petani, sejalan dengan Program FAO GSP tentang soil doctor, inventarisasi sumber GRK di tingkat kabupaten dan mempromosikan strategi mitigasi dan adaptasi untuk mengatasi perubahan iklim.

Fadjry juga menyampaikan tanggapan terhadap transboundary plant pests bahwa wabah hama juga terkait dengan hama yang resisten, karena cara penggunaan pestisida/herbisida yang tidak tepat. “Mungkin kita perlu memperluas jaringan untuk berbagi informasi tentang hama tanaman lintas batas ini, misalnya pestisida memungkinkan atau tidak diizinkan untuk digunakan di wilayah yang berbeda. Kami sangat mendukung untuk membangun sistem informasi untuk pemantauan masalah ini,” imbuhnya.

Hari kedua G20, sidang membahas tema climate change dan climate smart agriculture. Bertindak sebagai Delri, Husnain menyampaikan bahwa target Indonesia menurunkan emisi secara voluntary hingga 26% di 2020 dan 29% di 2030, memerlukan effort yang tinggi.

Untuk itu Indonesia telah melakukan berbagai upaya antisipasi perubahan iklim dengan upaya mitigasi dan adaptasi. Beberapa teknologi adaptasi dan atau mitigasi yang diusulkan adalah: pengelolaan bahan organik tanah (carbon stock) termasuk pemanfaatan biochar; peningkatan kualitas pakan ternak; pengembangan berbagai varietas adaptif terhadap kekeringan, banjir, salin, dan lain-lain; integrasi ternak dan tanaman khusus untuk kelapa sawit dan karet serta tanaman lainnya; dan pengelolaan lahan gambut berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa Indonesia sebagai host country dalam event terbesar dan penting terkait Climate Smart Agriculture Conference kerjasama IAARD dan GRA, pada 8-10 Oktober di Bali.

Pertemuan diakhiri beberapa kesepakatan yang telah disetujui semua negara anggota. Tantangan pertanian ke depan adalah menyediakan makanan sehat untuk populasi dunia yang berkembang, mengurangi kehilangan dan limbah pangan, meningkatkan produktivitas di bawah kondisi iklim dan ekonomi yang berubah, melindungi keanekaragaman hayati, menggunakan berbagai sumber daya genetik, memastikan akses ke data dan inovasi teknologi untuk semua petani di seluruh dunia, memerangi penyebaran global hama dan penyakit.

Tantangan semacam itu tidak dapat diatasi oleh hanya satu negara sendirian, tetapi kerjasama antar negara dan lembaga diperlukan untuk kemajuan agar diperoleh dampak nyata. Karena itu negara-negara G20 memutuskan untuk membuka jalan baru dalam mengembangkan strategi penelitian pertanian bersama serta dalam menerapkan format kerjasama baru.

Pertemuan tersebut juga menyepakati diadakannya pertemuan terkait perubahan iklim oleh semua negara anggota G20 di Jepang setelah acara di Bali, Indonesia.