Beranda blog Halaman 221

Sabet Tiga Kategori Bergengsi, PDAM Giri Menang Raih TOP BUMD 2019

0

HarianNusa.Com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang Lombok Barat meraih lima kategori penghargaan dalam gelaran Top BUMD 2019 yang diselenggarakan oleh Majalah TopBussiness bekerja sama dengan Asia Bussiness Research Center di Hotel Sultan Jakarta, Senin (29/4/19).

Dalam rilis yang diterima media ini, lima kategori yang diberikan kepada BUMD milik Pemkab Lombok Barat dan Pemkot Mataram itu adalah TOP BUMD 2019 untuk Seluruh Kategori, TOP PDAM 2019 dengan pelanggan lebih dari seratus ribu, TOP CEO BUMD yang dianugerahkan kepada Direktur Utama H. Lalu Ahmad Zaini, dan 2 Penghargaan lainnya untuk Top Pembina BUMD 2019 yang diberikan kepada Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dan Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh.

H. Lalu Ahmad Zaini cukup bangga dengan capaian PDAM yang dipimpinnya di event TopBussiness ke lima kali ini.

“Alhamdulillah, dari seribu lebih BUMD se-Indonesia, PDAM Giri Menang menjadi BUMD Terbaik seluruh kategori untuk PDAM dengan seratus ribu lebih pelanggan,” terang Zaini sesaat sebelum menerima penghargaan.

Menurut Zaini, ada beberapa kriteria yang dinilai menjadi keunggulan PDAM Giri Menang. Pertama dari sisi PDAM, terbaik di Indonesia dari sisi rasio pegawai karena seharusnya dalam aturan BP-SPAM, per 1000 pelanggan maksimal boleh diurus oleh 3-5 orang pegawai. Namun pihaknya mampu menekan angka itu menjadi rasio 1,8 pegawai untuk mengurus 1000 pelanggan. PDAM Giri Menang bisa mengelola dengan memberi motivasi kerja kepada pegawai. Jumlah pegawai yang seharusnya 4 orang namun bisa ditekan menjadi hanya separuhnya, berpengaruh dari sisi kesejahteraan pegawai yang menjadi lebih baik.

Kedua jelas Zaini, pendekatan teknologi informasi dalam pelayanan. Ketiga keunggulan PDAM Giri Menang adalah mengalokasikan sekian banyak CSR-nya ke desa-desa.

“Tahun ini saja kita menyerahkan CSR sebesar Rp. 850 juta ke desa-desa sekitar sumber mata air,” pungkas Zaini yang didapuk sebagai TOP CEO BUMD 2019.

Penghargaan Top BUMD 2019 diselenggarakan oleh TopBussiness yang men-survey seribu lebih BUMD sejak tanggal 4-29 Maret 2019. Dari seluruh BUMD itu, juri yang dipimpin oleh Laode Komaruddin menetapkan 130 BUMD yang meraih penghargaan.

“Penilaian tidak hanya dilihat dari sumbangan PAD-nya, tapi seberapa penting keterlibatan BUMD dalam pembangunan perekonomian daerah,” terang Laode sebelum memberikan penganugerahan.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Nono Sampono dalam sambutannya sependapat dengan tujuan diselenggarakannya penganugerahan itu. Bahkan, Nono menegaskan pihak DPD pun sedang memperjuangkan Undang-Undang tersendiri dengan BUMD itu di samping undang-undang kepulauan yang sudah selesai.

“Di samping DPD sangat konsern terhadap pemerataan pembangunan, terutama untuk wilayah timur, kita juga konsern terhadap BUMD agar mampu memberi nilai tambah bagi daerah-daerah,” ujar Nono Sumpono. (f3)

Ket. Foto:
Penyerah penghargaan Top BUMD 2019 (Istimewa)

DJSN: Banyak Jurnalis Belum Dilindungi BPJS 

HarianNusa.com –  Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) prihatin masih banyak jurnalis yang belum dilindungi program jaminan kesehatan. Padahal, regulasi tentang kesehatan mewajibkan perusahaan pers memberi perlindungan dari gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja.

Jaminan ini penting, sebab jurnalis juga pekerja. “Sayangnya, ada banyak jurnalis tidak mendapat (program) ini,” sesal Anggota DJSN, Rudy Prayitno saat membuka diskusi publik ‘Menuju Jaminan Kesehatan Semesta: Capaian dan Tantangan’, Selasa, 30 April 2019 di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lombok Barat.

Dijelaskannya, tidak ada perbedaan soal kewajiban antara perusahaan umum dengan perusahaan pers.  Perusahaan media punya tanggungan yang sama untuk perlindungan jurnalis. Alasannya, jurnalis adalah salah satu profesi yang berisiko mengalami gangguan kesehatan atau kecelakaan kecelakaan kerja lainnya yang bisa diakomodir pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), terutama BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan.

“Seharusnya semua karyawan perusahaan media itu menjadi peserta BPJS kesehatan, termasuk BPJS ketenagakerjaan,” kata Rudy.

“Setidaknya dua program ini wajib diikuti. Apabila terjadi masalah saat meliput, capek, kecelakaan. Apalagi mohon maaf, sampai terjadi kematian. Dengan program JKN  ini sangat membantu mengurangi beban dari segi pembiayaan,” paparnya.

Keyakinannya, tidak ada yang inginkan kecelakaan apalagi sampai terjadi kematian. Tapi sangat penting dilakukan antisipasi dan partisipasi sejak dini dalam program BPJS untuk mengurangi beban bagi jurnalis yang mengalamai kecelakaan atau mendapat perawatan medis.

“Hanya dengan kliam Rp 16.800 sebulan. Sebab kalau sampai terjadi kecelakaan kerja, semua unlimited dibiayai BPJS.  Apabila saat aktivitas kerja, tiba tiba terjadi kecelakaan, tidak punya uang, itu bisa langsung ditangani rumah sakit dengan gratis,” ujarnya.

Kerja jurnalis sangat dipahaminya, rentan dengan  risiko gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja karena aktivitasnya memburu informasi untuk fungsi kontrol sosial.

“Maka saya pikir perlu ada resonansi kerjasama antara temena teman di BPJS dan jurnalis, apalagi didukung FES,” paparnya.

Perusahaan pers yang tidak mendaftarkan medianya, maka sama saja dengan melanggar sederet aturan. Karena jurnalis dalam menjalankan profesinya dilindungi Undang Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Dalam kaitan JKN, jurnalis juga dilindungi sebagaimana masyarakat lainnya.

Regulasi tertinggi pada Undang Undang Dasar Tahun 1945, pasal 28 huruf h, bahwa setiap warga negara berhak mendapat perlindungan sosial. Bahkan turunannya dilindungi Undang Undang Nomor 40 tahun 2004, kemudian tata laksananya Undang Undang Nomor 24 tahun 2011.

“Artinya ini perlu digelorakan juga kepada masyarakat, yang jadi jembatan emas informasinya adalah jurnalis,” ujarnya.

Diskusi publik digagas DJSN kerjasama dengan Friedrich Ebert Stiftung (FES), melibatkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram.

Ketua AJI Mataram Sirtupillaili mendorong semua perusahaan pers memberikan jaminan  sosial kepada para jurnalisnya. Hal itu sangat penting karena risiko bekerja sebagai jurnalis juga cukup tinggi. Dengan adanya jaminan sosial, maka jurnalis mendapatkan kepastian perlindungan dari perusahaan. “Memberikan jaminan sosial adalah bagian dari upaya mensejahterakan jurnalis,” katanya.

Rina Julvianty selaku Program Coordinator FES mendorong jurnalis mendapat manfaat dari program BPJS. Sebagai bagian dari lembaga kontrol, pers tidak hanya aktif menyoroti persoalan sosial seperti masalah kesehatan. Penting menurutnya untuk menjadi bagian dari penerima layanan kesehatan.

Hal itu yang lembaganya bekerjasama dengan AJI Indonesia dan menyelenggarakan kegiatan itu bersama AJI Mataram, demi mendorong kesadaran dan partisipasi dalam program jaminan kesehatan.

Terlebih masyarakat kerap bingung dengan perubahan aturan, terlebih ada Peraturan Presiden (Perpres) yang  baru tentang jaminan kesehatan. “Ketika mendapat pelayanan, baru kita tahu ada perubahan aturan. Nah, ini media bisa mengambil peran,” ujarnya.

Disela sela diskusi, peserta  menyaksikan pemutaran film dokumenter karya Watchdog Documentary tentang bagaimana sistem BPJS bekerja di beberapa daerah yang jadi spot pengambilan video. Hadir Fery Kristianto, salah satu videografer yang terlibat dalam pengambilan gambar hadir sebagai pembicara. Selain tentang pelayanan BPJS yang memberi kemudahan bagi pembiayaan pasien, juga sisi lain tentang anggapan rumitnya  pelayanan di rumah sakit ketika diintegrasikan dengan klaim BPJS. Pasien asal Aceh terpaksa berobat di Malaysia, jadi pengalaman salah seorang videografer.  Sementara Fery memotret absennya pelayanan kesehatan bagi  pengidap HIV/AIDS di Bali. (sat)

ACT Kirimkan 60 Ton Bantuan untuk Korban Banjir Bengkulu

0

HarianNusa.com, Jakarta – Banjir tengah melanda wilayah Bengkulu sejak Sabtu (27/4). Sebagai respons awal, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendirikan Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum yang tersebar di lima titik terdampak banjir maupun longsor. Bantuan diyakini semakin bertambah dengan pemberangkatan truk kemanusiaan dan armada bantuan yang dikirimkan hari ini, Senin (29/4).

“Koordinasi dengan lintas lini dengan tim di wilayah Bengkulu, baru saja tuntas. Karena ke depannya, kita akan membentuk kerangka aksi bantuan. Kemudian juga kita akan meluaskan aksi, juga meningkatkan volume dan kekuatan aksi ini,” jelas Bambang Triyono selaku Direktur Global Humanity Response ACT.

Kerangka aksi bantuan dalam waktu dekat ini diantaranya pengiriman 60 ton bantuan logistik yang diberangkatkan dengan truk dari gudang Humanity Distribution Center ACT di Gunung Sindur, Bogor. Bantuan logistik yang dikirimkan di antaranya sembako, selimut, popok bayi, susu, biskuit, termasuk juga pakaian untuk korban banjir Bengkulu.

Bantuan diberangkatkan pada Senin (29/4) sore ini, bersamaan dengan pengiriman 3 jenis armada. Mereka di antaranya 3 unit mobil rescue, 1 unit Humanity Food Truck, dan 1 unit ambulans pre-hospital untuk fase darurat.

Menurut Bambang, aktivitas tim ACT di Bengkulu hari ini akan lebih difokuskan kepada bantuan pangan siap santap dan distribusi logistik awal kepada korban. Namun ke depannya, Bambang menjelaskan sangat diperlukan kembali penguatan posko-posko di Bengkulu dan penambahan posko lain mengingat kondisi lokasi saat ini.

Hari ketiga sejak banjir melanda, Ahad (28/4), jumlah pengungsian masih masif, meski banjir perlahan mulai surut. Apra Julianda Poetra, relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bengkulu mengatakan, warga juga ada yang bertahan di sekitar rumah dengan mendirikan tenda darurat atau berteduh di posko.

“Pengungsian masih masif. Banjir di wilayah kota mulai surut, tetapi di beberapa kabupaten, itu masih terendam. Jalan dan jembatan juga banyak yang putus, sehingga bantuan dan tim rescue belum bisa masuk dikarenakan akses kami jadi terbatas juga,” ujar Apra.

Sebelumnya sejak Jumat (26/4) malam, hampir seluruh wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu terendam banjir. Kondisi banjir yang cukup parah membuat beberapa warga terpaksa mengungsi ke posko-posko, salah satunya yang didirikan oleh ACT. Banjir yang diperkirakan terjadi karena intensitas hujan yang tinggi selama dua hari berturut-turut ini, menyebabkan sejumlah jalur transportasi terputus, baik antar-kabupaten maupun antar-provinsi, yang menghubungkan Bengkulu dengan Sumatera Selatan, serta Bengkulu dengan Lampung. [ACT]

12 Ribu Mengungsi, ACT DIY Terjunkan Armada Humanity Food Truck

0

HarianNusa.com, Bengkulu – Banjir besar yang menerjang Bengkulu sejak Jumat (26/4) mengakibatkan belasan ribu jiwa mengungsi. Berdasarkan data dari Humanity Data Center yang dihimpun Aksi Cepat Tanggap (ACT), hingga hari senin (29/4) banjir dan longsor Bengkulu telah mengakibatkan 15 orang meninggal dunia, 5 orang hilang, 12 ribu orang mengungsi sementara ribuan rumah terendam.

Berdasarkan laporan relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bengkulu, Apra Julianda Poetra mengatakan sejumlah pengungsian masih masif, walaupun banjir perlahan sudah surut, masih banyak warga yang bertahan di sekitar rumah dengan mendirikan tenda darurat atau berteduh di posko.

“Pengungsian masih masif. Banjir mulai surut, tapi karena banyaknya pemukiman yang terendam, warga masih memilih untuk mengungsi,” ujar Apra.

Merespon kondisi tersebut, Kepala Cabang ACT DIY, Bagus Suryanto menyampaikan akan mengirimkan satu armada Food Truck untuk membantu pemulihan pasca banjir dan longsor di Bengkulu, “satu armada Food Truck akan diterjunkan ke Bengkulu, nantinya Food Truck ini yang akan mensuplai ribuan makanan setiap hari secara gratis untuk para pengungsi” ujar Bagus.

Bagus juga menambahkan, sebagai bentuk respon cepat ACT atas bencana banjir dan longsor Bengkulu, untuk saat ini kantor ACT DIY dijadikan sebagai Posko Kemanusiaan untuk mempermudah penyaluran bantuan dari masyarakat Yogyakarta untuk para terdampak bencana banjir dan longsor Bengkulu, “selain Posko Kemanusiaan, dalam satu sampai dua pekan kedepan ACT DIY juga akan memberangkatkan bantuan logistik berupa Truk Kemanusiaan ke Bengkulu” tambahnya.

Hingga saat ini di Bengkulu setidaknya telah didirikan lima Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum ACT, adanya Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum ini difungsikan untuk mendistribusikan makanan siap saji dan logistik kebutuhan pokok pengungsi.

Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum tersebar di lima titik terdampak banjir maupun longsor, yakni wilayah Tanjung Jaya RT.003, Sido Dadi RT.005, Tanjung Mas RT.001 dan RT.002, serta Merpati RT.012. Kelima wilayah tersebut dipilih dikarenakan terkena dampak yang cukup besar.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, daerah paling parah terdampak banjir meliputi Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang, Lebong, Kaur dan, Rejanglebong.

Hingga Senin (29/4), bencana banjir maupun longsor di Provinsi Bengkulu telah menyebabkan 184 rumah rusak, 4 unit fasilitas sekolah rusak, serta ada 40 titik infrastruktur jalan dan jembatan di 9 kabupaten atau kota yang juga rusak. (ACT)

Baca Juga:
ACT Kembali Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir di Empang
Gubernur NTB Apresiasi Kiprah ACT Membantu Korban Gempa

Jaga Kesehatan Relawan Pengawal Suara, Sandi Cek Kandungan Gizi di Dapur Relawan

0

HarianNusa.com, Jakarta – Cawapres Sandiaga Salahudin Uno memastikan langsung asupan nutrisi untuk para relawan Prabowo-Sandi yang mengawal perhitungan suara di Kecamatan. Sandiaga ingin relawan yang mengawal perhitungan mendapatkan gizi yang tepat agar kesehatan dan stamina para relawan tetap terjaga.

Sandiaga didampingi Ketua Satgas 02 Roemah Priboemi Prabowo-Sandi, Yakub meninjau dapur relawan di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2019). Dapur relawan tersebut sejak tanggal 17 April 2019 lalu memproduksi makanan untuk relawan yang mengawal perhitungan suara di wilayah DKI Jakarta, Tangerang, Depok, dan Bekasi.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Yakob dan teman-teman Direktorat Satgas yang selama 10 hari lebih mulai dari tanggal 17 sampai sekarang tanggal 28 mensuplai makanan ke seluruh kecamatan di wilayah DKI Jakarta Raya dan Tangerang di Depok dan Bekasi dan sekitarnya, untuk memastikan para saksi relawan kita mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, dan protein yang terpenting karena kerjaannya berat dan juga air minum,” kata Sandiaga saat meninjau dapur relawan.

Mantan wagub DKI itu mengaku banyak mendapat laporan adanya relawan yang kesehatannya menurun karena mengawal perhitungan suara di Kecamatan. Sandiaga tak ingin asupan nutrisi yang kurang menjadi penyebab kesehatan dan stamina relawan menurun.

“Terima kasih atas sumbangsihnya. Bapak Yakob akan tercatat sebagai pahlawan dan pejuang demokrasi kita. Karena kita inginkan pengawalan, ini tentunya harus dengan distribusi makanan dan nutrisi yang cukup,” kata Sandiaga.

“Dapur umum ini harus tetap berjalan dan kita pastikan api perjuangan dan api semangat para relawan,” tegasnya.

Sandi mengatakan dirinya bersama Capres Prabowo Subianto berterimakasih kepada para relawan di dapur relawan.

“Terima kasih, kami tidak memiliki sumber daya untuk mendanai kegiatan ini. Kami lakukan besok di Makassar juga Alhamdulillah di makasar 02 laksanakan juga,” ucap Sandiaga.

Dalam kesempatan yang sama Yakob mengungkapkan berbagai hal dilakukan agar para relawan mendapatkan nutrisi yang baik. Dapur relawan bahkan harus memotong sapi untuk konsumsi relawan. Ada juga sumbangan dari beberapa pelaku UMKM di bidang kuliner.

“Kami sekarang sudah 2 (motong sapi), tapi kemarin-kemarin itu jadi rumah makan padang menyumbangkan 1000. Lalu, kami kasih sertifikat, dia akan bangga bahwa dia adalah terlibat dalam pemenangan Prabowo sandi. Jadi rumah makan yang menyuplai kita 1000 itulah titik titik yang kita bawa ke seluruh DKI Jakarta, Depok juga. Jadi banyak rumah makan yang menyuplai kami makanan. Alhamdulillah kita syukuri mereka mau terlibat dalam pemenangan ini,” jelas Yakob.

Sandiaga Uno : Koalisi Indonesia Adil Makmur Tetap Solid!

0

HarianNusa.com, Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno memastikan bahwa hingga saat ini sejumlah partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur masih solid atau tidak terpecah dalam mengusung pasangan capres dan cawapres di Pemilu 2019.

Pernyataan Sandiaga ini menepis isu bahwa terdapat salah satu parpol anggota Koalisi Indonesia Adil Makmur yang saat ini mulai tergoda untuk bergabung dengan pasangan capres lainnya.

“Saya yakin koalisi kami Indonesia adil makmur solid dan tentunya para politisi dalam berkoordinasi silakan silakan saja, tapi koalisi kami solid,” tegas Sandiaga Uno di Masjid At-Taqwa, Jakarta, Minggu 28 April 2019.

Dengan Partai Demokrat yang saat ini diterpa isu mulai didekati oleh kubu 01 juga dibantah oleh Sandiaga. Menurutnya, hingga saat ini komunikasinya dengan sejumlah kader berlambang mercy tersebut tetap berlangsung intens dan baik.

“Pak Hinca yang selalu rutin memberikan update kepada saya. Dan saya selalu berkontak dengan masa AHY. Wa-wa-an lah biasa itu sesama anak Jaksel.

Jadi No issue. Kita solid,” kembali Sandi menegaskan.

Pada kesempatan itu, Sandi menyampaikan bahwa saat ini yang menjadi fokus oleh pihaknya adalah mengenai permasalahan banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia pada Pemilu 2019 ini.

“Kita fokus dulu ini, karena sekarang apalagi ada komplikasi dengan permasalahan jatuhnya korban ini. Bagi saya kita fokus dulu karena menurut saya proses ini kita pastikan dulu proses yang jujur adil bermartabat,” tandas mantan Wakil Gubernur DKI tersebut.

Dinas Pertamanan Lobar Sayangkan Minimnya Anggaran Penataan Pohon di Ruas Jalan

0

HarianNusa.Com – Membahas tindak lanjut dan aduan masyarakat, Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) menggelar Rapat Bulanan di Aula Rapat Dinas Perhubungan Lombok Barat di Gerung, Jum’at (26/4/19).

Kepala Bidang Pertamanan Saefullah saat menghadiri rapat tersebut mengatakan sekitar seratus pohon mati yang tersebar di seluruh ruas jalan di wilayah Kabupaten Lombok Barat sudah ditebang oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Lombok Barat.

“Kami sudah mendeteksi di seluruh ruas jalan. Ada 314 pohon yang mati dan membahayakan pengguna jalan. Sampai kemarin sudah seratus pohon yang sudah dipotong, tinggal empat pohon yang sangat mendesak untuk segera dipotong. Kami pastikan dipotong dalam waktu dekat,” terang Saifullah.

Saefullah menambahkan bahwa pihaknya juga menerima permohonan dari desa yang ingin memanfaatkan pohon-pohon yang mati di ruas jalan di wilayahnya.

“Baru Desa Golong yang mengajukan surat permohonan untuk menebang sendiri pohon-pohon mati di ruas jalan Desa Golong sampai Desa Keru. Kami mempersilahkan,” terangnya.

Ia menyebutkan sekitar 35 pohon miring yang harus ditebang di ruas jalan tersebut. Mereka, aku Saefullah, ingin memanfaatkan kayu untuk pembangunan masjid atau kantor desa.
Menurut data yang dimiliki Saefullah, di Lobar, paling sedikit terdapat 16.000-an pohon yang tumbuh menjadi pohon pelindung seluruh ruas jalan di Lombok Barat.

“Sebanyak 1.800-an tumbuh miring dan harus dirapikan. 314 mati,” pungkas Saefullah menyayangkan minimnya anggaran yang hanya 25 juta untuk merapikan seluruh pohon sepanjang ruas jalan di Lombok Barat.

Selain masalah pohon mati, FLLAJ Lombok Barat juga menggelar rapat guna membahas tindak lanjut aduan masyarakat lainnya yang diterima FLLAJ Lombok Barat selama Bulan Maret dan April ini.

“Ada dua puluh tujuh aduan selama dua bulan ini, baik yang disampaikan langsung, maupun melalui media sosial. Kita himpun, kita bahas, dan kita tindak lanjuti semua sesuai dengan tugas fungsi leading sektornya,” terang Ketua Pokja FLLAJ, Dayu Sidemen.

Untuk bulan April yang akan ditindak lanjuti dalam rapat bulanan FLLAJ, ada sebelas aduan dan terbanyak adalah masalah infrastruktur jalan yang rusak akibat tingginya volume hujan selama Bulan April ini. Salah satunya, aku Dayu Sidemen, adalah ruas jalan penghubung antara Desa Sesaot dan Desa Pakuan yang mengalami kerusakan lebih dari lima puluh meter dan diadukan melalui akun facebook.

Di kesempatan terpisah, Kepala Desa Sesaot Yuni Hariseni menuturkan jika jalan tersebut pernah rusak meskipun tidak separah saat ini.

“Dulu jalan ini juga pernah rusak, tapi tidak separah sekarang. Karena hujan yang lebat kemarin itu, jadi longsor. Ini membutuhkan penangan besar karena di bawah juga ada cerukan dalam dan saluran air,” terang perempuan satu-satunya yang menjadi Kepala Desa di Lombok Barat.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Lombok Barat, Hambali mengakui hal tersebut. Pihaknya, aku Hambali, sudah melihat langsung kerusakan jalan yang dimaksud.

“Kita sudah mengecek langsung ke lokasi, bahkan sudah menyusun berapa kerugiannya. Biaya untuk merehabilitasi jalan tersebut, paling sedikit lima ratus lima puluh juta,” terang Hambali.

Hambali mengaku saat ini kesulitan untuk mendapatkan sumber pembiayaan untuk perbaikan jalan tersebut.

“Kami serahkan ke pak Kadis bagaimana membicarakan dengan pimpinan tentang kondisi jalan tersebut dan pembiayaan di APBD P,” terang Hambali.

Hambali pun mengaku sudah melakukan pengecekan seluruh jalan yang menjadi bahan aduan masyarakat.

“Termasuk yang di Sekotong Tengah dan Cendi Manik. Kami sudah cek langsung, ukur, dan membuat RAB-nya. Tinggal kami teruskan ke pimpinan,” pungkasnya mengaku anggaran perbaikan jalan dari APBD hanya seratusan juta yang tidak cukup untuk menangani seluruh keluhan masyarakat. (f3)

Ket. Foto:
Penebangan pohon oleh dinas Pertamanan Kabupaten Lombok Barat.

Pemuda Lombok Pecahkan Rekor Muri dari Game Hasil Karyanya

HarianNusa.com – Memasuki era revolusi industri 4.0, mamacu masyarakat untuk menguasai bidang kreatif digital. Tantangan tersebut membuat pemuda asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, M Nasrul Alawy berinisiatif mengasah talenta di bidang kreatif digital lokal.

Nasrul Alawy merupakan CEO Alphacsoft, sebuah startup yang bergerak di bidang software dan aplikasi. Dia berinisiatif mendirikan divisi khusus game. Dia berhasil membuat game bernama ‘Sitala’. Game tersebut merupakan game edukasi simulasi tertib dan aman berlalulintas. Game tersebut lahir dari Alphac Studios, merupakan studio game pertama di Pulau Lombok.

Sitala Game kemudian dilirik Satlantas Polres Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Game tersebut kemudian diakuisisi, dan kini telah memecahkan rekor Muri pada Museum Rekor Indonesia.

Alawy mengatakan, ide membuat game tersebut datang dari permasalahan di masyarakat, yaitu kesadaran berlalulintas yang rendah. Himbauan melalui buku dinilai tidak efektif di tengah menurunnya minat baca masyarakat.

“Permasalah yang dilihat ya lalulintas. Minat baca masyarakat menurun, sehingga kita buat dalam bentuk game, yang interaktif. Game itu disambut baik oleh Kasatlantas Tanah Laut, kebetulan orang Lombok. Kemudian dipanggil akhirnya game ini diakuisisi,” ungkapnya dalam acara Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BeKraf) Developer Day Mataram, di Mataram, Sabtu, 27 April 2019.

Berkat talentanya itu, Alawy dipercaya menjadi Lokal Heroes BeKraf Developer Day Mataram 2019. Alawy saat ini tengah menggarap tiga game. Satu game android dan dua game PC. Salah satu game yang digarapnya tentang sejarah perjuangan Kerajaan Mataram mengusir penjajah Belanda.

Pada kegiatan BeKraf Developer Day Mataram, di Mataram, BeKraf menghadirkan 430 masyarakat Lombok yang sebagian besar adalah mahasiswa untuk diberikan pelatihan industri kreatif digital.

“Bekraf Developer Day menjadi ajang pengembangan potensi dan kompetensi bagi para developer aplikasi dan game khususnya di Kota Mataram. Para peserta yang hadir akan mendapatkan masukan berharga dari developer ternama mengenai tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi oleh developer di Indonesia,” jelas Direktur Fasilitasi Infrastruktur TIk Bekraf, Muhammad Neil El Himam.

Bekraf Developer Day diadakan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pelaku ekonomi kreatif dan untuk menciptakan ekosistem yang berkualitas bagi para StartUp khususnya di subsektor aplikasi, game, dan juga untuk pengembangan Web, IoT, dan BoT.

“Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan dampak positif di bidang ekonomi dan sosial budaya terutama pada potensi lokal yang ada,” jelasnya.

Data Scientist – Dicoding Indonesia, Adrianus Yoza Aprilio, mengungkapkan industri game potensi keuntungannya sebesar 600 juta dolar. Namun, yang masuk pada developer Indonesia sangat kecil.

“Tugas kita mendorong regulasi, keberpihakan pada teman-teman developer lokal. Perspektif kita menanggapi karya lokal menjadi problem,” ucapnya.

Dia juga berharap pemerintah memunculkan regulasi yang memperkuat developer game atau developer bidang kreatif digital lainnya di Indonesia. (sat)

Seniman Dinilai Tak Proaktif, Dikbud NTB Tak Ambil Jatah GSMS 2019

HarianNusa.com, Mataram- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesenian Lalu Suryadi Mulawarman menyatakan untuk program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) tahun 2019 ini pihaknya tidak ambil bagian sebagai penyelenggara disebabkan kurang proaktifnya seniman-seniman di NTB dalam menyukseskan program GSMS pada tahun-tahun sebelumnya.

Suryadi mengaku trauma oleh ulah para seniman yang kerap kali mengkritik pihaknya tanpa terlebih dahulu memahami aturan yang berlaku di birokrasi. “Bukan, proaktif, tapi belum memahami aturan di birokrasi,” terangnya kepada HarianNusa.com melalui aplikasi WhatsApp. Sabtu (27/4).

Menanggapi tudingan Dikbud yang menyebut seniman NTB tidak paham dengan aturan birokrasi terkait penyelenggaraan GSMS, salah seorang seniman R. Eko Wahono memberikan sanggahan. Menurut pelaku teater senior itu, jika ketidakpahaman terletak pada aturan birokrasi? Justru para seniman, selama dua kali penyelenggaraan GSMS (2017 dan 2018) sudah sangat memahami aturan birokrasi yang ada. Selain menyanggah, Eko lantas mempertanyakan kembali alasan yang membuat pihak Dikbud mengharuskan seniman memahami aturan birokrasi, sebab menurutnya, menjadi tugas merekalah untuk memahami aturan yang berlaku di sana.

“Pertanyaannya, kenapa harus seniman memahami kinerja birokrasi? Bukankah selama dua kali GSMS, kita coba memahami kinerja mereka,” katanya.

Program GSMS sendiri merupakan program pemerintah pusat melalui Kemendikbud RI yang dalam penyelenggaraannya melibatkan dinas terkait seperti Dikbud di masing-masing Provinsi. Program tersebut dimulai pertama kali pada tahun 2017 di mana Provinsi NTB selalu terlibat menjadi penyelenggara. (sta)

BPN 02 : Tim Pencari Fakta Pemilu 2019 Harus Dibentuk

0

 

HarianNusa.com, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sangat mendukung wacana pembentukan tim pencari fakta yang diusulkan masyarakat luas guna meluruskan segala bentuk kejanggalan yang mengganggu kelancaran proses pemilihan presiden 2019.

Menurut Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said, pihaknya selain mendukung wacana ini juga menyarankan agar tim yang nantinya akan bekerja mencari kejanggalan pemilu tersebut diisi oleh tokoh-tokoh yang memiliki integritas tinggi dan independen dalam bekerja.

“Ketika ada civil society mengusulkan perlunya dibuat TPF (tim pencari fakta) kami menyambut sangat baik. Karena akan baik kalau tim itu diselenggarakan oleh pihak independen yang bisa diberi akses dalam mencari akses,” ujar Sudirman Said dalam diskusi di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya, Jakarta, Jumat 26 April 2019.

“Dengan senang hati kami akan mendukung tim ini. Kami ingin mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi siapapun untuk menolak gagasan ini,” imbuhnya.

Sudirman juga mengungkapkan bahwa wacana pembentukan TPF tersebut sejuah ini sudah mendapat lampu hijau dari sejumlah lembaga yang terlibat dalam Pemilu 2019 seperti Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Bawaslu sudah mengamini. KPU walaupun belum kompak, tapi sejumlah komisionernya tidak keberatan. Ini demi rakyat, bangsa, negara yang harus segera dibangun. Dan ini juga cara terbaik untuk membuat cleaning house. Kalau tim ini terbentuk, bukan hanya lembaga pemilu terakreditasi, tapi seluruh pihak yang berpartisipassi,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Sudirman juga menegaskan bahwa upaya pembentukan wacana TPF ini tidak ada hubungannya dengan hasil perolehan sementara perhitungan suara pemli 2019 yang saat ini masih berlangsung.

“Concern kita ini kepada berbagai pengembangan kecurangan yang cenderung mengarah ke terstruktur, sistemik dan massif. Dan ini tidak ada hubungan kita menang atau kalah. Ada yang bertanya 02 menang tapi kenapa ribut kecurangan? Itu dua hal yang berbeda, kecurangan iniharus kita address dan benahi, tangani karena kita ingin menjaga kualitas demorkasi kita,” tandas Mantan Menteri ESDM tersebut.