More
    BerandaNTBBI Dorong Gunakan QRIS dalam Bertransaksi

    BI Dorong Gunakan QRIS dalam Bertransaksi

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara menargetkan sistem pembayaran non tunai menggunakan Quick Response Indonesia Standart (QRIS) pada Desember 2021 mencapai 120 ribu.

    Pada April 2021 QRIS di NTB sudah mencapai 64.195 merchant atau sekitar 50 persen lebih. Untuk itu, BI mendorong masyarakat bertransaksi menggunakan sistem pembayaran digital tersebut.

    Kepala Perwakilan BI NTB, Heru Saptaji mengungkapkan, di tengah pandemi Covid 19, QRIS menjadi solusi pembayaran non tunai yang tepat. Selain mengurangi kontak fisik, juga sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus yang berbahaya tersebut.

    "Kita mengimbau bagaimana di tengah pandemi ini masyarakat lebih banyak menggunakan transfer apalagi dalam transaksi berdagangnya bisa menggunakan QRIS di dalamnya. Karena kedepannya kita semua harus terbiasa bertransaksi dengan QRIS," ungkapnya saat memberikan pemaparan pada kegiatan pelatihan wartawan ekonomi yang digelar di Hotel Katamaran, Senggigi, Sabtu, (01/05/2021).

    Dijelaskan pula, bahwa per 1 Mei 2021 ini, nilai transaksi QRIS naik, dari semula hanya 2 juta kini menjadi 5 juta. Heru menuturkan, dari pengalaman kegiatan Eksotisme Lombok yang digelar BI beberapa waktu lalu, sejumlah pembeli yang membeli barang di atas 2 juta kesulitan melakukan pembayaran, karena batas transaksi maksimal 2 juta.

    "Kemarin pas Eksotisme Lombok mau beli kain tenun dengan harga di atas 2 juta, transaksinya harus dua kali. Nah mulai sekarang transaksi melalui QRIS bisa dinaikkan menjadi 5 juta asalkan saldonya di atas 5 juta,"

    Menurut Heru, segmen menengah ke atas adalah pemilik(Dana Pinjaman Kredit (DPK) terbanyak. Jika minat belanja segmen ini terkendala covid 19 maka QRIS ini menjadi solusinya.

    "Kenapa kita menyasar segmen menengah ke atas?. Karena merekalah yang menjadi pelaku dan pemilik aktivitas ekonomi yang kita harapkan mampu cepat memulihkan perekonomian ini agar bisa berakselerasi dengan lebih baik lagi," paparnya. (*)

    Redaksihttps://hariannusa.com
    Redaksi HarianNusa.com

    Must Read

    spot_img
    error: Content is protected !!