HarianNusa.com, Mataram – Nuansa pilkada serentak tahun 2018 di NTB kian menarik. Konstalasi politik menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB semakin memanas. Saling serang antar pendukung yang menjatuhkan lawan politik masing-masing terlihat semakin masif.
Salah satu paslon yang mendapatkan serangan cukup massif adalah Suhaili-Amin. Beberapa kebijakan Suhaili di Kabupaten Lombok Tengah menjadi sasaran empuk lawan untuk di jadikan komoditi politik.
Hal serupa juga terjadi pada calon wakilnya, Muhammad Amin yang
juga tidak terlepas dari serangan.
Menyikapi tingginya tensi situasi politik di NTB jelang pilgub ini, kordinator relawan Suhaili-Amin, Syamsul Hadi meminta semua relawan yang terbentuk di seluruh NTB untuk menahan diri dan tidak melakukan serangan balik.
Dikatakan Syamsul, dirinya memahami naiknya frekwensi serangan hampir ke semua bakal calon tidak terkecuali Suhaili-Amin Namun demikian Syamsul menghimbau agar para relawan tidak terpancing dengan tetap mengedepankan politik santun dan mengikuti norma serta aturan yang berlaku.
Sikap para relawan yang selalu mengedepankan politik santun, kata Syamsul, sebagai cerminan sosok paslon Suhaili-Amin yang selalu menghindari konflik terbuka dengan paslon lain.
Sikap santun ini juga, lanjutnya, sebagai bentuk adaptasi dari akhlak Suhaili-Amin yang merupakan sosok calon gubernur dan wakil gubernur yang memberikan manfaat kebaikan bagi masyarakat NTB.
Syamsul menilai NTB tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik semata, namun tingkah laku serta adat ketimuran juga harus tetap dikedepankan, sehingga pembangunan di NTB menjadi seimbang, tidak hanya sukses pembangunan fisik tetapi diiringi dengan pembangunan manusianya. Sosok Suhaili-Aminpun di nilai sangat tepat untuk mewujudkan kesinambungan program ini.
“Situasi politik akan semakin memanas, semua calon bakal kena serangan, sekecil apapun kebijakan yang akan di keluarkan oleh para calon akan menjadi komoditi politik, tetapi kami relawan Suhaili-Amin tetap akan santun, mengedepankan norma serta aturan,” tegasnya Syamsul di Mataram, Jumat (9/2).
Di media sosial sendiri hampir semua bakal calon gubernur dan wakil gubernur mendapat serangan. Pasangan Suhaili-Amin juga tidak luput dari serangan. Beberapa kebijakan Suhaili seperti meminjam dana untuk pembangunan di Lombok Tengah tidak lepas menjadi bahan serangan.
Senada dengan Syamsul, beberapa tim dan kordinator paslon Suhaili-Amin lainnya juga menyatakan tidak terpengaruh dengan serangan lawan politik. Mereka tetap mengedepankan politik santun dan beretika serta tidak melakukan serangan balik terhadap paslon lain. (f3)


