HarianNusa.com, Lombok Tengah – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI)/Badan Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informasi (BP3TI) mengungkapkan bahwa program penyediaan akses layanan internet, khususnya di daerah kategori 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), amat berkontribusi ke berbagai sektor aktivitas.
Direktur BAKTI/BP3TI Anang Latif, saat berkunjung ke SMAN 1 Janapriya,Lombok Tengah, NTB, Kamis (12/4/2018) mengatakan pemerintah Indonesia berkomitmen fokus untuk memenuhi akses internet di daerah kategori 3T agar ketimpangan teknologi digital bisa diminimalisir.
Anang menyampaikan, dengan tersedianya akses layanan internet secara merata, diharapkan di tingkat kabupaten dan kota dapat segera menerapkan e-goverment, e-education dan e-healty.
“Kita bantu sektor lainnya biar lebih optimal dengan fasilitas teknologi komunikasi informatikanya. Di sini tugas BAKTI/BP3TI,” kata Anang.
Penguatan dan perluasan akses layanan internet tersebut, kata Anang, dilaksanakan melalui enam program. Termasuk program Palapa Ring yang nantinya menghubungkan semua kabupaten dan kota dengan jaringan serat optik.
“Untuk Lombok, NTB, saja, sudah 249 titik jaringan internet terpasang. 50 persennya digunakan di sekolah, kantor pemerintahan dan Puskesmas,” ucap Anang.
Anang menuturkan, pemanfaatan internet secara optimal oleh masyarakat di daerah, pemerintah gencar menyelenggarakan sosialisasi ke berbagai sektor aktivitas seperti pendidikan, sentra nelayan, ketenagakerjaan, kesehatan dan lainnya.
Sedangkan soal kerja sama penyediaan jaringan internet oleh operator seluler, untuk pemasangan base transceiver station (BTS) tetap oleh operator namun dengan skema subsidi dari BAKTI dan pengawasan bersama.
Kedatangan ke Lombok Tengah ini juga bagian dari kunjungan kerja Komisi I DPR RI guna memantau hasil pemanfaatan penyediaan akses layanan internet di daerah, terutama di sektor pendidikan. (f3)