HarianNusa.com, Mataram – Warganet dibuat heboh dengan postingan sebuah akun facebook yang menginformasikan sebuah kapal dengan rute Poto Tano (Sumbawa Barat) – Kayangan (Lombok Timur) nyaris tenggelam. Akun dengan nama St Nurwahidah memposting video kepanikan penumpang yang memakai pelampung disertai dua foto kondisi di kapal, Minggu (24/06).
Postingan tersebut dengan cepat tersebar. Hingga berita ini diturunkan, yang membagikan postingan tersebut sebanyak 14.113 kali. Tak sedikit warganet mengomentari kiriman tersebut dan bertanya waktu kapal tersebut nyaris tenggelam.
Menurut informasi yang hariannusa.com peroleh dari Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Benete, Sentot Ismudiyanto, menjelaskan bahwa tidak terjadinya kecelakaan pada kapal dengan nama KMP Pertiwi Nusantara tersebut. Namun ia tak membantah bahwa kapal tersebut dihantam ombak yang cukup deras.
“Update terbaru pak, KMP Pertiwi Nusantara dari Kayangan menuju Poto Tano sekitar jam 09.30 mengalami guncangan akibat alun gelombang yang cukup tinggi di selat Alas. Hal tersebut menyebabkan penumpang panik dan tanpa komando dari nakhoda mengambil dan mengenakan life jacket. Kepanikan ini sempat direkam/difoto oleh sesorang dan disebarluaskan di jejaring sosial dan menjadi viral. Saat ini kapal telah tiba di Pelabuhan Poto Tano, muatan telah dibongkar/penumpang turun dalam keadaan selamat. Kapal dalam kondisi laik laut dan siap beroperasi kembali. Rata-rata kecepatan angin 10 sd 15 knots dan tinggi gelombang 0.5 sd 2.5 m, cuaca cerah berawan,” ujarnya melalui rilis yang diterima media ini.
Dia juga menjelaskan, kejadian sesungguhnya pada tanggal 22 Juni 2018, sekitar jam 05.50 Wita. KMP Persada (Pertiwi?) Nusantara yang bertolak dari Kayangan menuju Poto Tano mengalami rusak kemudi di perairan Selat Alas, pukul 06.05 KMP Persada Nusantara melakukan kontak radio dengan KMP Marina Quinta, yang direspon oleh KMP Marina Quinta dan atas persetujuan syahbandar bergerak menuju posisi KMP Persada Nusantara, pukul 07.30 KMP Persada Nusantara berhasil ditowing menuju pelabuhan.
Berbeda dengan postingan St Nurwahidah yang menjawab pertanyaan warganet terkait waktu kejadian, dia mengatakan kejadiannya terjadi pagi tadi, Minggu (24/06).
“Tadi mbak kejadiannya sekitar jam 8. Sy dpt info dr adik sy,” pungkasnya. (sat)


