Senin, November 28, 2022
Senin, 28 November, 2022

Kasus Pinjol masih marak, Masyarakat diminta lebih cerdas dan cermat memilih pinjaman online

- Advertisement -

HarianNusa, Mataram – Kasus pinjaman online (pinjol) ilegal yang menjerat masyarakat khususnya kalangan mahasiswa NTB masih banyak terjadi. Walaupun imbauan untuk menghindari pinjaman jenis ini sudah digencarkan pihak berwenang. Meski tak dipungkiri pilihan itu diambil lantaran masyarakat terdesak untuk tambahan modal usaha atau lainnya.

"Kita tahu mahasiswa jaman sekarang sedang getol-getolnya berwirausaha yang mana butuh modal. Sayangnya salah pilih pinjol," ucap Anggota Komisi III Bidang Perbankan DPRD NTB Lalu Wirajaya, Rabu, 23 November 2022..

Karenanya, ditengah maraknya media sosial, masyarakat diminta untuk kian cermat dalam menyaring informasi yang diterima.

"Tetapi kita imbau pada masyarakat, mahasiswa untuk cerdas, cermat dalam memilah dan memilih pinjaman yang tidak membahayakan atau beresiko tinggi pada keuangan hingga sosial," pinta Lalu Wirajaya.

Politisi Gerindra ini juga mengatakan akan membawa persoalan ini dalam rapat komisi berikutnya. Dengan menghadirkan mitra kerja bidang perbankan termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meski bukan mitra komisi secara langsung.

"Kita sebagai masyarakat juga berhak memanggil OJK untuk berdiskusi soal ini termasuk sosialisasi. Salah satunya jika ada perusahaan pinjol yang aman bagi masyarakat tolong disampaikan pada masyarakat atau mahasiswa," ungkap anggota DPRD NTB Dapil Lombok Tengah ini.

Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan stakeholder harus lebih masif lagi. Tidak hanya menjabarkan perusahaan pinjol mana saja yang legal. Namun sejauh mana kemudahan untuk mengakses, pembayaran pinjaman dan lainnya.

"Bagaimanapun kita lihat mahasiswa ini butuh sesuatu yang mendesak terkait modal, pasti larinya ke pinjol, karena cepat dan mudah ini. Lebih masif lagi lah (sosialisasi, red) ke kampus-kampus," imbuh Wirajaya.

Selain itu, sosialisasi ini disarankan juga dapat menggandeng komisi terkait atau masuk dalam agenda reses dewan.

"Kita harapkan stakeholder terkait ini memiliki kesepahaman yang sama akan bahaya pinjol ilegal," pungkasnya. (03)

Ket. Foto:
Anggota Komisi III Bidang Perbankan DPRD NTB, Lalu Wirajaya. (Istimewa)

- Advertisement -
spot_img
Senin, 28 November, 2022
spot_img

Share post:

Subscribe

Berita Populer

Berita Terbaru

Berita Lainnya
Terkait

Perkuat Upaya Preventif dan Penegakan Hukum untuk mencegah kasus ketenagakerjaan

HarianNusa, Mataram - Para pejabat Fungsional Pengawas Ketenagakerjaan dan...

NTB-MWA Universitas Sebelas Maret siap jalin Kerjasama Pendidikan

HarianNusa, Mataram - Peningkatan Sumber Daya Manusia yang menjadi...

STBA LIA Jakarta Memperluas Kerjasama dengan Beberapa Perusahaan Jepang

HarianNusa, Jakarta - Pada Selasa, 22 November 2022 STBA...

Pertahankan Kearifan Lokal dan Persiapan PON 2028, HUT 64 NTB akan Dimeriahkan Pacuan Kuda

HarianNusa, Mataram - Dalam rangka memeriahkan HUT ke 64...