More
    BerandaNTBWagub NTB Serahkan Rancangan Perubahan KUA PPAS APBD TA 2023 kepada DPRD...

    Wagub NTB Serahkan Rancangan Perubahan KUA PPAS APBD TA 2023 kepada DPRD NTB

    HarianNusa, Mataram – Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menyerahkan Rancangan Perubahan KUA PPAS APBD Tahun Anggaran 2023 Provinsi NTB kepada DPRD Provinsi NTB, pada Rapat Paripurna DPRD NTB, yang digelar Selasa, 29 Agustus 2023, di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD NTB di Mataram.

    Rancangan Perubahan KUA PPAS APBD Tahun Anggaran 2023 tersebut diterima langsung oleh Pimpinan Rapat Paripurna sekaligus Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda didampingi Wakil Ketua II H. Muzihir.

    Wagub NTB mengatakan bahwa tahun 2023 menjadi tahun yang cukup monumental bagi penyelenggaraan pemerintahan di wilayah Nusa Tenggara Barat. Di penghujung perjalanan dalam penyempurnaan target-target RPJMD 2019-2023, Pemerintah daerah masih terus berupaya melakukan kerja terbaik dalam perannya sebagai pelayan masyarakat.

    "Pada perubahan anggaran tahun 2023 ini, kondisi fiskal kita masih mengalami kontraksi. Pemerintah daerah terus berupaya melakukan pengelolaan yang efektif dan efisien untuk meningkatkan pendapatan dari sumber-sumber yang potensial," ungkap Wagub menyampaikan sambutan Gubernur NTB pada Rapat Paripurna DPRD NTB tersebut.

    Dikatakannya, Proyeksi serta kalkulasi yang cermat dilakukan kembali dalam rangka me re alokasi skala prioritas pemenuhan kebutuhan belanja daerah. Dari potensi trend pendapatan hingga penghujung tahun anggaran 2023.

    "Melihat kondisi tersebut, pemerintah provinsi NTB memandang perlu dilakukan penyesuaian terkait arah, sasaran, dan target rencana pembangunan serta kebijakan umum dalam anggaran pemerintah Provinsi NTB tahun 2023," ujarnya.

    Wagub menyampaikan garis besar Rancangan Perubahan KUA PPAS APBD Tahun Anggaran 2023 yang mencakup tiga komponen yaitu, Pendapatan Daerah, Belanja Daerah ,dan Pembiayaan Daerah.

    Perubahan Pendapatan Daerah Tahun 2023 direncanakan sebesar 5,93 Triliun Rupiah lebih, terjadi penurunan target sebesar 0,42 persen dibandingkan dengan APBD 2023 yang semula sebesar 5,96 Triliun Rupiah lebih.

    "Dengan rincian meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer, dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah," jelasnya.

    Pendapatan Asli Daerah (PAD)

    diproyeksi menurun sebesar 6,25 % atau 186 Miliar Rupiah lebih dari rencana awal sebesar 2,98 Triliun Rupiah lebih menjadi 2,79 Triliun Rupiah lebih. Penurunan ini merupakan akumulasi dari peningkatan pendapatan BLUD sebesar 235 Miliar Rupiah lebih dan penurunan target pendapatan yang cukup signifikan pada komponen hasil kerjasama pemanfaatan BMD yakni sebesar 333 Miliar Rupiah lebih.

    Sedangkan Pendapatan Transfer diestimasikan meningkat sebesar 162 Miliar Rupiah lebih atau sebesar 5,45 % yang semula pada APBD 2023 sebesar 2,97 Triliun Rupiah lebih menjadi 3,14 Triliun Rupiah lebih.

    "Lain -lain Pendapatan Daerah yang sah yang berasal dari pendapatan hibah juga diprediksi menurun signifikan hingga 98,85 persen yang semula dari 892 Juta Rupiah lebih menjadi hanya 10 Juta Rupiah lebih," ucap Wagub.

    Perubahan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013 direncanakan sebesar 5 ,98 Triliun Rupiah lebih, berkurang 2, 56 Miliar Rupiah lebih dari APBD 2023 yang semula sebesar 5, 99 Triliun Rupiah lebih atau menurun sebesar 0,04%. Terjadi defisit sebesar 49, 52 Miliar Rupiah lebih yang ditutupi dari komponen pembiayaan.

    "Penurunan Belanja Daerah pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023, merupakan akumulasi dari penambahan belanja badan layanan umum daerah (BLUD) sebesar 275 Miliar Rupiah lebih dan penambahan belanja untuk Pemilukada sebesar 35 Miliar Rupiah, serta pengurangan belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat sebesar 280 Miliar Rupiah lebih," ungkap Wagub.

    Sedangkan untuk Pembiayaan Daerah, Pembiayaan Netto bersumber dari pembiayaan berupa Silpa sebesar 62,52 Miliar Rupiah lebih, dikurangi dengan pengeluaran pembiayaan berupa pembayaran pokok utang sebesar 13 Miliar Rupiah.

    "Dalam rancangan Perubahan KUA dan PPAS Tahun 2023, terdapat defisit anggaran sebesar 49 Miliar Rupiah. Defisit ini ditutupi dari pembiayaan netto sebesar 49 Miliar Rupiah," pungkasnya.

    Sebelumnya Wagub, mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota DPRD NTB, jajaran pemerintah daerah provinsi NTB, TNI-Polri, serta segenap masyarakat NTB atas kolaborasi dan dukungannya dalam ikhtiar mewujudkan NTB Gemilang.

    Rapat Paripurna DPRD NTB dengan agenda Penyampaian Rancangan Perubahan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2023 ini dipimpin oleh Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda didampingi Ketua II H. Muzihir turut dihadiri oleh sejumlah Anggota DPRD NTB, Forkopimda NTB, Kepala OPD Lingkup Pemprov NTB serta undangan lainnya. (03).

    Ket. Foto:
    Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah menyerahkan Rancangan Perubahan KUA PPAS APBD Tahun Anggaran 2023 kepada Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda yang didampingi oleh Wakil Ketua II H Muzihir. (HarianNusa)

    Redaksihttps://hariannusa.com
    Redaksi HarianNusa.com
    spot_img

    Baca Juga

    spot_img
    error: Content is protected !!