HarianNusa, Mataram – Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi digelar hari ini, Selasa (25/8/2026), di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi NTB yang hadir mewakili Gubernur NTB.
Muswil VIII menjadi momentum penting bagi LDII NTB untuk memperkuat regenerasi kepemimpinan, memperluas kolaborasi, sekaligus menyusun program kerja yang lebih adaptif dan berdampak bagi masyarakat. Forum ini juga menjadi ruang evaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah gerakan LDII NTB ke depan.
Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufik Wijaya, menekankan pentingnya memberikan ruang dan tanggung jawab kepada kader muda secara bertahap, mulai dari tingkat pusat hingga struktur organisasi paling bawah. Menurutnya, regenerasi harus menjadi kekuatan utama agar organisasi mampu bergerak dinamis dalam menghadapi berbagai tantangan lima tahun ke depan.
Untuk memperkuat gerakan organisasi, Dody mendorong sejumlah program quick win, mulai dari konsolidasi internal hingga tingkat PC dan PAC, peningkatan kapasitas pengurus di tingkat akar rumput, hingga penguatan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa.
Delapan bidang tersebut meliputi kebangsaan, keagamaan dan dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi syariah, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru dan energi terbarukan (EBET).
“Seluruhnya diarahkan agar tidak berhenti sebagai program organisasi, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dody juga mengingatkan LDII agar mampu membaca berbagai tantangan ke depan, mulai dari dinamika geopolitik dan geoekonomi global, perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi, hingga dinamika politik menjelang Pemilu 2029 dan Pemilukada 2031. Karena itu, LDII dituntut adaptif serta mampu membangun komunikasi dengan pemerintah, ormas Islam, akademisi, perguruan tinggi, NGO dan berbagai pemangku kepentingan.
Sementara itu, Ketua LDII Provinsi NTB, Abdullah Karim, menegaskan pentingnya kemitraan LDII dengan MUI dan berbagai elemen masyarakat sebagai pintu masuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI dan Polri.
“Kontribusi LDII di NTB diarahkan pada pendidikan dan pembentukan karakter, wawasan kebangsaan dan kerukunan, pemberdayaan UMKM dan ekonomi syariah, sosial kemasyarakatan, lingkungan, teknologi informasi, ketahanan pangan hingga pariwisata,” jelasnya.
Untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Muswil VIII LDII NTB juga menghadirkan Kepala Bappeda Provinsi NTB dalam sesi pembekalan. Langkah ini dilakukan untuk memahami arah dan kebijakan pembangunan daerah sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih konkret, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menjawab persoalan kemiskinan dan stunting.
Gubernur NTB diwakili Kepala Kesbangpoldagri NTB, Surya Bahari, berharap Muswil VIII LDII berlangsung lancar dan demokratis serta menghasilkan kepengurusan dan program kerja yang inovatif dan berdampak nyata.
Dengan memperkuat kader muda, kolaborasi dan delapan bidang pengabdian, LDII NTB diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi hingga tingkat akar rumput dan turut mendukung terwujudnya NTB Makmur Mendunia. (*)
Ket. Foto:
Pembukaan Musyawarah Wilayah VIII LDII NTB. (Ist)

