BerandaNTBSeluruh Marshal MotoGP Mandalika 2026 Berasal dari NTB,  DPRD Dorong Kompetensi Berstandar...

Seluruh Marshal MotoGP Mandalika 2026 Berasal dari NTB,  DPRD Dorong Kompetensi Berstandar Internasional

HarianNusa, Mataram – Sebanyak 400 marshal yang terlibat di ajang MotoGP Mandalika 2026 seluruhnya merupakan warga Nusa Tenggara Barat (NTB). Pelibatan tenaga kerja lokal ini dinilai menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia daerah sekaligus membuka kesempatan berkiprah di ajang balap internasional.

Anggota Komisi V DPRD NTB, Ir. Made Slamet, mengapresiasi keterlibatan warga lokal sebagai marshal dalam penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah. Menurutnya, pemanfaatan tenaga kerja lokal merupakan langkah positif yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Namun, ia menilai keterlibatan tersebut perlu diikuti dengan pembekalan dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan. Sebab, MotoGP merupakan ajang internasional yang melibatkan pembalap, tim, dan kru dari berbagai negara sehingga menuntut kemampuan komunikasi yang baik di lapangan.

“Kita memberikan atensi kalau banyak memanfaatkan tenaga lokal. Semoga ke depannya para marshal lokal ini diberikan pembekalan karena event MotoGP diikuti berbagai negara,” ujar Made Slamet, Kamis, (8/10) di Mataram.

Ia menekankan, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperkuat. Para marshal diharapkan tidak hanya menguasai bahasa Inggris, tetapi juga bahasa asing lainnya agar komunikasi dengan pembalap maupun kru internasional dapat berlangsung lebih lancar, terutama dalam situasi yang membutuhkan respons cepat di lintasan.

Menurut Made Slamet, kemampuan komunikasi yang baik menjadi bagian penting dari profesionalisme marshal dalam mendukung kelancaran dan keselamatan penyelenggaraan balapan.

Selain penguasaan bahasa asing, peningkatan kompetensi juga diperlukan agar marshal lokal memiliki standar keahlian yang mampu bersaing dengan tenaga marshal dari negara lain.

Ia berharap pembekalan tersebut tidak hanya berorientasi pada kebutuhan penyelenggaraan MotoGP Mandalika, tetapi juga membuka peluang bagi marshal asal NTB untuk terlibat dalam ajang balap internasional di negara lain.

“Peningkatan ini juga untuk meningkatkan kompetensi dan grade para marshal lokal, sehingga mereka bisa berkiprah tidak hanya saat MotoGP di Mandalika, tetapi juga ketika diselenggarakan di negara lain,” katanya.

Made Slamet optimistis, dengan pelatihan yang tepat dan peningkatan keterampilan secara berkelanjutan, marshal lokal NTB mampu menunjukkan kualitas yang tidak kalah dibandingkan marshal dari negara lain.

Karena itu, keterlibatan 400 marshal lokal di MotoGP Mandalika 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai pemenuhan kebutuhan tenaga kerja selama event berlangsung. Lebih dari itu, kesempatan tersebut perlu menjadi pijakan untuk membangun sumber daya manusia NTB yang kompeten, profesional, dan memiliki daya saing di tingkat internasional. (F*)

Ket. Foto : 

Anggota Komisi V DPRD NTB, Ir. Made Slamet (atas) dan event MotoGP Mandalika 2026 (bawah) (Ist)

- Advertisement -
spot_img
spot_img

Baca Juga