HarianNusa, Mataram – Anggota Komisi IX DPR RI, H. Muazzim Akbar, memberikan edukasi perlindungan dan imigran aman dalam rangka mendukung SMK Go Global, untuk memperluas akses lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) ke pasar kerja internasiona.
Melalui sosialisasi sejak di bangku sekolah ini, para siswa diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk bekerja maupun mengikuti program magang di luar negeri setelah lulus.
Menurut Muazzim, pemahaman mengenai peluang kerja di luar negeri perlu diberikan sejak dini agar siswa tidak hanya berorientasi pada lapangan kerja di dalam negeri. Mereka perlu mengetahui negara tujuan, persyaratan, serta kompetensi yang harus dipersiapkan sesuai kebutuhan pasar kerja global.
“Setelah mendapatkan edukasi seperti ini, anak-anak bisa mengetahui pilihan mereka setelah tamat SMK. Mereka bisa menentukan apakah ingin bekerja ke Korea, Jepang, Hong Kong, dan sebagainya,” ujar Muazzim, usai kegiatan sosialisasi di SMKN 3 Mataram, Senin, (12/10).
Muazzim menilai, sosialisasi tersebut penting agar siswa memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai masa depan setelah menyelesaikan pendidikan. Dengan informasi yang memadai, mereka dapat menentukan pilihan karier berdasarkan minat, kemampuan, dan peluang kerja yang tersedia.
Namun, peluang bekerja di luar negeri harus diimbangi dengan kesiapan kompetensi. Karena itu, Muazzim menekankan pentingnya penguatan keterampilan teknis, penguasaan bahasa asing, serta pemahaman terhadap prosedur penempatan tenaga kerja di negara tujuan.
Muazzim menjelaskan, Malaysia masih menjadi salah satu negara tujuan pekerja Indonesia. Kedekatan bahasa dan kemudahan beradaptasi menjadi sejumlah faktor yang membuat negara tersebut diminati.
Selain itu, skema pemberangkatan tanpa biaya atau zero cost pada jalur tertentu juga menjadi pertimbangan. Dalam skema ini, biaya yang memenuhi ketentuan program dapat ditanggung oleh pihak terkait, termasuk untuk kebutuhan administrasi dan transportasi.
Meski demikian, ia mendorong siswa SMK untuk mengenali peluang kerja di negara lain yang membutuhkan tenaga terampil sesuai bidang keahlian mereka.
Dengan memperluas informasi mengenai negara tujuan, lulusan SMK diharapkan memiliki lebih banyak alternatif untuk mengembangkan karier.
“Setelah lulus sekolah dan ingin bekerja di luar negeri, maka siswa harus memiliki kompetensi skill, kemampuan bahasa, memahami budaya kerja serta ketentuan hukum yang berlaku di negara tujuan,” ujarnya.
Muazzim menegaskan, pengembangan SMK Go Global membutuhkan sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pihak terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pendidikan kejuruan selaras dengan kebutuhan industri dan pasar kerja internasional.
Muazzim juga menekankan bahwa sekolah perlu memperkuat pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan negara tujuan. Persiapan itu mencakup keterampilan teknis, sertifikasi kompetensi, penguasaan bahasa asing, hingga pemahaman mengenai mekanisme bekerja dan magang di luar negeri.
Di sisi lain, informasi mengenai prosedur penempatan yang aman dan sesuai ketentuan juga perlu menjadi bagian penting dalam sosialisasi. Dengan begitu, siswa tidak hanya mengetahui peluang yang tersedia, tetapi juga memahami langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mengaksesnya secara legal.
Melalui sosialisasi SMK Go Global ini, Muazzim berharap siswa mulai mempersiapkan diri sejak dini sehingga tidak sekadar mengantongi ijazah setelah lulus, tetapi juga memiliki keterampilan dan daya saing untuk memasuki dunia kerja. (F*)
Ket. Foto:
Anggota Komisi IX DPR RI, H. Muazzim Akbar. (HarianNusa/fit)


