HarianNusa, Kupang – Sebanyak 34 sekolah dan madrasah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengikuti pelatihan untuk memperkuat layanan air, sanitasi, dan kebersihan yang inklusif serta tangguh menghadapi perubahan iklim.
Kegiatan pada 28–30 Oktober 2026 di Hotel Sahid T-More Kupang itu digelar Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bekerja sama dengan UNICEF dan Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI), serta mendapat dukungan pendanaan dari SM Entertainment.
Pelatihan menyasar kepala sekolah, kepala madrasah, dan guru dari satuan pendidikan negeri maupun swasta. Program Water, Sanitation, and Hygiene in Schools (WASH in Schools/WinS) ini mendorong lingkungan belajar yang sehat, aman, ramah anak, serta dapat diakses seluruh peserta didik, termasuk penyandang disabilitas.
Program Manager YKMI, Tatang Husaini, mengatakan peserta tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga didorong menyusun rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
“Melalui Program WASH in Schools, kami ingin mendorong terwujudnya sekolah/madrasah yang sehat, aman, ramah anak, inklusif, tangguh iklim dan berkelanjutan,” ujar Tatang dalam siaran pers YKMI.
Kepala UNICEF Kantor Perwakilan NTT, Yudhistira Yewangoe, menekankan bahwa akses air bersih dan sanitasi di sekolah bukan sekadar persoalan fasilitas. Menurutnya, lingkungan pendidikan yang sehat berkaitan langsung dengan hak anak untuk belajar dengan aman dan bermartabat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, mengingatkan pentingnya pemeliharaan fasilitas serta penggunaan air secara efisien, terutama saat menghadapi kekeringan dan banjir. Fasilitas tersebut juga harus mengakomodasi kebutuhan kebersihan menstruasi siswi.
Selama tiga hari, peserta mempelajari pengelolaan layanan WASH, kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, sanitasi yang responsif gender, serta pemetaan risiko iklim di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini juga mendorong integrasi materi kebersihan dan ketahanan iklim ke dalam pembelajaran, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan perencanaan anggaran sekolah. Setiap satuan pendidikan diharapkan menyusun rencana aksi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.


