HarianNusa.com, Lombok Tengah – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dianggap telah bekerja secara baik dan fokus oleh Komisi I DPR RI dalam melaksanakan perannya untuk menyediakan akses jaringan internet ke daerah kategori 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Demikian dikemukakan anggota Komisi I DPR RI, Evita Nursanty, saat kunjungan kerja guna memantau pemanfaatan penyediaan akses layanan internet, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (12/4).
Menurut Evita, Kemenkominfo perlu terus bekerja sama dengan lembaga atau pemerintah daerah lainnya agar program penyediaan akses internet dapat mencapai sasaran untuk masyarakat dan berkelanjutan.
Komisi I DPR RI pada kunjungan kerjanya kali ini menyambangi SMA Negeri I Janapria. Di sana, Evita secara langsung melihat perkembangan jaringan internet yang telah terpasang.
“Tadi kunjungan ke SMAN 1 Janapria. Kami lihat jaringan internetnya sudah terpasang dengan baik dan murid-murid sekolahnya sudah melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” kata Evita.

Evita mengatakan Kemenkominfo benar-benar memastikan jaringan internet yang sudah terpasang agar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pelajar maupun masyarakat.
Di tempat yang sama Direktur BAKTI/BP3TI, Anang Latif menjelaskan untuk akses ketersediaan internet pada sektor pendidikan, pihaknya secara intensif bersinergi dengan Pustekkom Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Pustekkom punya database sekolah dan lain-lain. Mereka yang memetakan mana akses internet dibiayai langsung oleh Kementerian Pendidikan dan yang meminta bantuan kami,” ujar Anang.
Anang mengungkapkan, menyoal kerja sama permintaan bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi lazimnya terkait fasilitas internet berbasis satelit.
“Wajar saja karena operasionalnya lebih mahal dibandingkan teknologi berbasis operator atau seluler,” ucap Anang.
Kepala Sekolah SMAN 1 Janapria, H. Wildan menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas bantuan sehingga sekolah yang dipimpinnya ini amat merasakan manfaat ketersediaan akses internet.
“Alhamdulillah dari segi internet kami sudah mampu,” ungkapnya.
Namun demikian, Wildan mengatakan perlu terus pembenahan dan mengharap ada penambahan lagi, khususnya perangkat infrastruktur, agar semakin layak.
“Kami berharap akan ada bantuan-bantuan selanjutnya mengingat saat ini kami kekurangan komputer, saat ini kami penuhi dari pinjaman pihak lain,” pungkasnya. (f3)