HarianNusa.com, Mataram – Polda NTB melaksanakan Gelar Pasukan Operasi Ketupat Gatarin 2018. Gelar pasukan dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan hari raya lebaran di wilayah hukum Polda NTB. Kapolda NTB Brigjen Pol Achmad Juri secara langsung memimpin apel yang berlangsung di Lapangan Gajahmada Polda NTB, Rabu (06/06).
Dalam pidatonya, Kapolda membacakan amanat Kapolri terkait antisipasi empat potensi kerawanan menjelang lebaran di Indonesia. Potensi kerawanan pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan.
“Secara umum stabilitas harga pangan dapat terjaga dan tidak terjadi kelangkaan bahan pangan. Hal itu dapat diwujudkan berkat kerjasama dari semua instansi terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) maupun Satgas Pangan Polri,” ujar Kapolda.
Tahun ini menurut Kapolda membacakan amanat Kapolri, Indonesia masih terjadi masalah distribusi pangan, upaya penimbunan oleh kartel/mafia pangan maupun prilaku negatif pelaku usaha yang menaikan harga di atas harga yang ditetapkan.
Potensi kerawanan ke dua adalah permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik. Polda NTB akan menyiapkan personel di jalan-jalan yang rawan macet khususnya menjelang arus mudik lebaran.
“Potensi Kerawanan ke tiga adalah mengantisipasi potensi bencana alam dan gangguan Kamtibmas seprti Curat, Curas, Curanmor, Begal, Copet, Pencurian Rumah Kosong dan hipnotis,” pungkasnya.
Terakhir, potensi Kerawanan ke empat adalah Ancaman Tindak Pidana Terorisme. Terkait potensi kerawanan tersebut, Polri akan meningkatkan kegiatan deteksi intelijen yang diimbangi upaya penegakan hukum secara tegas (preemtive strike) melalui optimalisasi peran Satgas Antiteror di seluruh Polda jajaran.
Operasi Ketupat tahun ini berlangsung selama 18 hari, mulai 7 Juni hingga 24 Juni 2018. Sebanyak 173.397 personel pengamanan gabungan dari unsur Polri, TNI, Pemda, serta stakeholder dan masyarakat akan terlibat dalam Operasi Ketupat ini. (sat)

