fbpx
23 C
Mataram
Senin, Juli 6, 2020
Update Covid-19 Indonesia
64,958
Total Kasus
Updated on 06/07/2020 10:50 am
Beranda Nasional Ini Dia: R-Rainbows, Sistem Monitoring Realtime Curah Hujan Antisipasi Banjir dari BPPT

Ini Dia: R-Rainbows, Sistem Monitoring Realtime Curah Hujan Antisipasi Banjir dari BPPT

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Jakarta – Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca
(BBTMC)-BPPT mengusulkan teknologi R-Rainbows untuk sistem peringatan
dini banjir di wilayah-wilayah yang alami intensitas hujan lebat.

R-Rainbows atau Radar- Rainfall Observation for Early Warning System
adalah sistem observasi dan monitoring curah hujan menggunakan radar
untuk peringatan dini bencana banjir. “Sistem dibangun oleh para
peneliti dan perekayasa kami dan diluncurkan pada 2016. Tahun ini,
kami sempurnakan teknologinya,” ujar Tri Handoko Seto, Kepala BBTMC di
Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Tri Handoko Seto menjelaskan radar yang digunakan dalam sistem
observasi ini adalah Radar Furuno Dual Polarization X-Band yang
dipasang dalam sebuah mobil sehingga dapat berpindah tempat secara
mudah sesuai dengan target observasinya. “Radar Furuno merupakan radar
yang compact dan tergolong ringan. Kemampuannya mencakup wilayah
observasi hingga sejauh 70 km,” ujarnya.

- Advertisement -

Data radar, lanjut Seto, dikonversi menjadi format gambar .png yang
menghasilkan juga data curah hujan dalam format text yang dimana data
text tersebut ditampilkan ke dalam website R-Rainbows.

R-Rainbows memiliki beberapa fitur seperti monitoring curah hujan
menggunakan instrumen radar cuaca doppler dengan dual polarisasi merek
furuno untuk mengetahui lokasi dan intensitas hujan yang sedang
terjadi.

Selain itu, fitur monitoring dari data satelit TRMM (Tropical Rainfall
Measuring Mission) berupa pengamatan curah hujan harian dan per jam di
wilayah Indonesia menggunakan data satelit dari GsMap Jaxa. Juga,
data tinggi muka air (TMA) yang diperoleh dari data kementerian PU
yang menunjukkan tinggi muka air di beberapa pintu air DAS.

Serta dilengkapi fitur prediksi cuaca WRF (Weather Research and
Forecasting) untuk memperlihatkan prediksi cuaca regional untuk
wilayah Indonesia. “Sistem monitoring ini akan memberikan informasi
keseluruhan tersebut secara realtime,” kata Seto.

Penempatan radar Furuno sebagai salah satu instrumen pengamatan lokasi
awan penghujan, lanjut Seto, memerlukan kondisi tertentu, yaitu
lokasinya yang terbuka dan lebih tinggi dari bangunan sekitar agar
data yang diperoleh lebih akurat. “Tampilan monitoring pada web akan
sesuai lokasi penempatan radar cuaca,” ujarnya.

BBTMC telah melaksanakan uji coba R-Rainbows di daerah Jabodetabek
dengan pemasangan radar furuno di wilayah Bogor dan Serpong. “Sejauh
ini pantauan belum terdeteksi kasus hujan lebat hingga banjir,” ujar
Seto. (BBTMC)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Universitas Warmadewa Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021, 4 Program Studi Baru Siap Cetak Tenaga Kerja Profesional

HarianNusa.Com, Denpasar - Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Bali dan Indonesia timur, Universitas Warmadewa (Unwar) di tahun 2020 kembali membuka pendaftaran...

Tahun 2020, TNI AD Rekrut 17.264 Prajurit, Yuk Daftar!!

HarianNusa.Com, Jakarta - Tahun 2020 TNI AD menambah alokasi rekrutmen (penerimaan) prajurit menjadi 17.264 orang. Selain itu prosedurnya juga relatif lebih mudah dan materi...

Pemerintah Provinsi Siapkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sembako Gemilang.

Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, melakukan telekonferensi dengan Kapolda NTB, Danrem...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia