fbpx
23 C
Mataram
Sabtu, November 27, 2021
Update Covid-19 Indonesia
4,255,672
Total Kasus
Updated on 27/11/2021 1:06 pm
BerandaHukum & KriminalKriminalTukang Kebun Ditemukan Tewas dengan Badik Masih Tertancap di Perut

Tukang Kebun Ditemukan Tewas dengan Badik Masih Tertancap di Perut

- Advertisement -
- Advertisement -

HarianNusa, Sumbawa Besar -Salah seorang tukang kebun di Lingkungan Pendopo Bupati Sumbawa ditemukan tewas. Ditubuh korban ditemukan pisau jenis badik yang masih tertancap di perut, Senin siang (4/10/21) sekitar pukul 11.30 Wita. Korban yang diketahui bernama Darwin als Win (52) ditemukan anggota Satpol PP yang piket di kediaman Bupati di dekat Pos Jaga.

Kapolres Sumbawa AKBP Esty Setyo Nugroho SIK melalui Kasat Reskrim, IPTU Ivan Roland Cristofel, S.T.K, dalam rilis yang disampaikan, Selasa (5/10/21), siang menuturkan kronologis kejadian dimana korban pertama kali ditemukan saksi Ade Kasiran, tergeletak di samping pos jaga dalam keadaan perut sudah tertancap pisau jenis badik. Saksi kemudian memanggil rekan kerjanya untuk melihat korban.

"Selanjutnya saksi dibantu rekan lainnya membawa korban ke RSUD Sumbawa menggunakan mobil pick-up. Korban sempat mendapatkan perawatan medis termasuk menjalani operasi. Sekitar pukul 18.30 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia di ruang ICU RSUD," tuturnya.

- Advertisement -

Untuk mengetahui penyebab kematian korban, Satresktim Polres Sumbawa melakukan olah TKP, serta mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi-saksi. Dari hasil yang diperoleh, tidak ditemukan bercak darah di TKP. Dan pisau badik yang tertancap di perut korban, adalah miliknya sendiri. Dari keterangan petugas yang berjaga di pendopo, juga mengatakan tidak pernah melihat orang lain masuk ke lingkungan setempat kecuali mereka yang berjaga.

"Dan jarak antara rumah tempat tinggal korban di pendopo, tidak jauh dari pos jaga," ujar mantan Kasat Reskrim Polres Dompu ini.

Pihaknya juga telah meminta keterangan keluarga korban. Menurut keluarga, sebelumnya korban yang sedikit mengalami gangguan mental ini terlihat gelisah. Keluarga juga menolak untuk diotopsi dan menerima kejadian itu sebagai musibah.

"Dari keterangan saksi dan hasil olah TKP korban diduga kuat bunuh diri, dan tidak ada hal yang menguatkan bahwa korban meninggal dunia karena dibunuh," ungkapnya. ( * )

Ket. Foto:
Oleh TKP kasus kematian seorang tukang kebun di Sumbawa. (Istimewa)

- Advertisement -
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

- Advertisment -