HarianNusa – Curah hujan di wilayah NTB pada dasarian I April 2022 umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah (0-150 mm/das) kecuali di sebagian wilayah Kabupaten Lombok Utara, sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa, dan sebagian wilayah Dompu yang berada kategori tinggi (151 – 200 mm/das).
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Angga Permana dan Ni Made Adi P menjelaskan bahwa curah hujan tertinggi terjadi di wilayah Sambik Bangkol, Kabupaten Lombok Utara dengan jumlah curah hujan sebesar 190 mm/dasarian.
Sifat hujan pada dasarian I April 2022 di wilayah NTB bervariasi dari Bawah Normal (N) hingga Atas Normal (AN).
Sifat Hujan Atas Normal (AN) terjadi di sebagian wilayah Lombok Timur bagian Barat, Lombok Tengah bagian Selatan, sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa, serta sebagian wilayah Kabupaten Dompu dan Bima.
Sementara itu, Sifat Hujan Bawah Normal (BN) umumnya terjadi di wilayah Kabupaten Lombok Barat, pesisir Timur Kabupaten Lombok Timur, sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa, sebagian wilayah Kabupaten Dompu, dan wilayah Kota Bima.
Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH) provinsi NTB umumnya dalam kategori sangat Pendek (1 – 5 hari) hingga masih ada hujan sampai updating yang terjadi hampir merata di seluruh wilayah NTB.
HTH terpanjang terpantau terjadi di wilayah Monta dan wilayah Tambora, Kab. Bima dan wilayah Tambora, Kab. sepanjang 12 hari (Kategori Menengah).
Update Kondisi Dinamika Atmosfer terakhir menunjukkan Indeks ENSO berada pada kondisi La Nina Lemah (indeks ENSO: -0.96). BMKG memprakirakan kondisi ENSO berangsur netral mulai Agustus – Oktober 2022.
Sedangkan Indeks Dipole Mode menunjukkan kondisi IOD Netral yang diperkirakan akan Netral – IOD Negatif pada April – Agustus 2022. Secara umum, hingga saat ini angin baratan masih mendominasi wilayah Indonesia.
Angin baratan diprediksi masih akan tetap aktif hingga April 2022 kemudian melemah pada bulan Mei – Juni 2022 dan angin timuran diprakirakan akan mulai aktif.
Pergerakan MJO saat ini terpantau tidak aktif di wilayah Indonesia. Saat ini tidak terdapat anomali daerah pembentukan awan (OLR) di wilayah Indonesia. Kondisi ini diprakirakan setidaknya akan berlangsung hingga awal Dasarian II April 2022.
Rata-rata anomali Suhu Muka Laut sekitar wilayah NTB saat ini berada pada kategori hangat yang diprakirakan akan menuju netral pada April- Mei 2022 kemudian diprakirakan kembali menghangat pada Juni hingga September 2022.
Pada dasarian II April 2022, hujan dengan intensitas >20 mm/dasarian diprarkirakan masih berpeluang terjadi hampir di seluruh wilayah NTB dengan peluang berkisar 30% – 80%.
Sedangkan hujan dengan intensitas >50 mm/dasarian di sebagian besar wilayah NTB juga masih berpeluang terjadi namun dengan peluang yang relatif kecil, yaitu <30%.
"Semakin berkurangnya curah hujan di NTB pertanda akan berakhirnya musim hujan di wilayah NTB," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (10/4/2022).
Kendati demikian, jelasnya lagi, masyarakat perlu tetap mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, serta potensi longsor pada periode peralihan musim.
Di periode peralihan menuju musim kemarau ini, masyarakat diimbau untuk dapat melakukan penampungan air guna mengantisipasi musim kemarau yang akan datang khususnya di wilayah-wilayah yang sering terjadi kekeringan.***[Ha]
Keterangan foto: Pohon tumbang di wilayah Cakranegara Kota Mataram akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Minggu, 10 April 2022 (HarianNusa).