Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Perluas Akses Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu

0
1

HarianNusa, Bima  – Harapan pemerataan pendidikan di Pulau Sumbawa semakin mendekati kenyataan. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa yang direncanakan berlokasi di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima

Program pendidikan berasrama yang diinisiasi pemerintah pusat tersebut diharapkan menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di wilayah timur NTB.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen Pemprov NTB dalam mendukung pembangunan Sekolah Rakyat melalui penyediaan lahan yang dihibahkan khusus untuk program tersebut.

“Tanah ini dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bima. Saat ini masih dilakukan kajian teknis untuk menentukan lokasi yang paling tepat,” ujar Miq Iqbal usai mendampingi Menteri Pekerjaan Umum meninjau lokasi pembangunan, Jumat (30/5) lalu.

Menurutnya, terdapat dua alternatif lahan yang sedang dikaji dengan luas sekitar 13 hektare dan 18 hektare. Kedua lokasi dinilai cukup representatif untuk mendukung pengembangan kawasan pendidikan terpadu yang dirancang dalam konsep Sekolah Rakyat.

Miq Iqbal menekankan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan fasilitas pendidikan baru, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi muda NTB.

Sementara itu, 

yang meninjau langsung lokasi pembangunan menyebut kawasan yang disiapkan memiliki potensi besar karena didukung ketersediaan lahan yang luas.

“Lahannya cukup luas dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Saat ini kami sedang melihat lokasi yang paling siap untuk mendukung pembangunan,” ujarnya.

Meski memiliki prospek yang menjanjikan, pemerintah masih harus menyelesaikan sejumlah tantangan teknis sebelum pembangunan dimulai. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi akses jalan menuju lokasi, penataan alur sungai, penyesuaian jaringan listrik, hingga penataan fasilitas pendukung di sekitar kawasan.

“Akses menuju lokasi masih menjadi tantangan. Karena itu seluruh aspek teknis harus dipastikan terlebih dahulu agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” kata Dody.

Saat ini, pemerintah pusat dan Pemprov NTB terus melakukan koordinasi serta kajian kelayakan untuk memastikan lokasi yang dipilih benar-benar siap mendukung operasional sekolah dalam jangka panjang.

Hingga kini, Desa Pandai tetap menjadi lokasi prioritas dan paling berpeluang menjadi pusat pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa. Kehadirannya diharapkan menjadi tonggak penting pemerataan pendidikan di NTB serta membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak daerah untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing. (F*)

Ket. Foto: 

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendampingi Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau lokasi pembangunan sekolah rakyat di Bima. (Ist)