HarianNusa, Lombok Tengah – Musibah kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, mendapat perhatian dari Anggota DPRD NTB, Dr. Hj. Megawati Lestari, SH., MH. Ia menyampaikan duka mendalam kepada masyarakat yang terdampak sekaligus mendorong agar proses pemulihan dilakukan secara cepat, tepat, dan menyeluruh.
Megawati berharap seluruh masyarakat Desa Adat Sade yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut. Ia juga meminta agar kebutuhan warga segera mendapatkan penanganan.
“Pemulihan Sade adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Megawati yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB, Selasa, (25/8).
Menurutnya, Desa Adat Sade memiliki posisi penting, bukan hanya sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Sasak, tetapi juga sebagai sumber mata pencaharian masyarakat melalui sektor pariwisata.
Karena itu, dampak kebakaran tidak boleh hanya dilihat dari kerusakan bangunan. Pemulihan harus menyentuh aspek kehidupan masyarakat, ekonomi, adat, hingga keberlangsungan pariwisata di kawasan tersebut.
“Sade bukan hanya desa adat warisan budaya Sasak, tetapi juga sumber mata pencaharian masyarakat melalui pariwisata. Karena itu, pemulihan Sade harus dilakukan secara cepat, tepat dan menyeluruh,” tegasnya.
Megawati berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), dapat diarahkan untuk membantu mempercepat pemulihan Desa Adat Sade.
Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memulihkan geliat pariwisata Lombok.
Ia mendorong pemerintah dan pihak terkait segera melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap masyarakat dan fasilitas yang terdampak. Kebutuhan dasar warga harus dipenuhi, sementara rumah dan fasilitas lainnya yang rusak perlu segera dibangun kembali.
“Segera lakukan pendataan, penuhi kebutuhan warga, bangun kembali rumah serta fasilitas yang terdampak, serta perkuat mitigasi kebakaran. Itu yang paling penting untuk mencegah agar musibah seperti ini tidak kembali terjadi,” katanya.
Selain pembangunan kembali, Megawati menilai aspek mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran harus menjadi perhatian serius. Desa wisata dan kawasan permukiman adat seperti Sade membutuhkan sistem pencegahan dan penanganan kebakaran yang lebih kuat agar masyarakat dan aset budaya dapat terlindungi.
Di sisi lain, ia menekankan agar bantuan tidak berhenti hanya pada masa tanggap darurat. Pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan warga Sade benar-benar mampu bangkit dan kembali menjalankan aktivitas kehidupannya.
“Jangan berhenti dengan bantuan pada saat ini saja. Kita harus memastikan masyarakat Sade benar-benar bangkit. Yang kita pulihkan bukan saja bangunan, tetapi kehidupan ekonomi dan kehidupan adat di sana,” ujarnya.
Megawati menegaskan, pemulihan Desa Adat Sade harus diarahkan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan aktivitas ekonomi dan pariwisata dapat kembali berjalan.
“Sade boleh berduka, tetapi harus semangat bangkit. Desa Sade tidak boleh kehilangan masa depannya,” pungkasnya. (F*)
Ket. Foto:
Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB, Dr. Hj. Megawati Lestari, SH., MH. (Ist)

