HarianNusa, Mataram – Di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan sosial, pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Anggota DPRD NTB Made Slamet menilai, kemajuan teknologi yang membawa banyak manfaat juga berpotensi memengaruhi pola pikir dan sikap generasi muda, sehingga penguatan nilai-nilai Pancasila tidak cukup sebatas seremoni peringatan.
Menurutnya, perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, tetapi juga memiliki sisi negatif yang dapat memengaruhi pola pikir dan sikap generasi muda.
“Banyak yang positif dari perkembangan teknologi, tetapi ada juga yang negatif. Karena itu, semangat persatuan, kesatuan, dan kepedulian terhadap negara harus terus ditanamkan kepada generasi muda,” ujar Made Selamet, Kamis, 1 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Menurutnya, penguatan nilai Pancasila tidak cukup hanya dilakukan melalui sosialisasi. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui keteladanan dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Politisi PDI-P NTB ini menekankan pentingnya peran para pemimpin dan pejabat dalam memberikan contoh kepada masyarakat. Menurutnya, perilaku para pemimpin akan menjadi perhatian publik dan secara tidak langsung memengaruhi generasi muda.
“Yang di atas harus memberikan contoh. Kalau yang di atas menyimpang, yang di bawah juga bisa ikut menyimpang. Karena itu, keteladanan sangat penting,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali pendidikan dan pemahaman Pancasila secara lebih kuat hingga tingkat masyarakat dan generasi muda. Menurutnya, berbagai kajian mengenai Pancasila perlu diterjemahkan menjadi program yang dapat dipahami dan diterapkan secara nyata.
“Nilai-nilai yang sudah dikaji harus diteruskan dan disosialisasikan sampai ke tingkat bawah, terutama kepada anak-anak muda,” ujarnya.
Dalam konteks kehidupan berbangsa, Made Selamet juga mengingatkan pentingnya penerapan nilai gotong royong, musyawarah, keadilan sosial, serta keterlibatan masyarakat dalam pembangunan dan pengelolaan sumber daya.
Menurutnya, pengamalan Pancasila tidak boleh berhenti pada simbol atau seremoni, tetapi harus terlihat dalam kebijakan dan kehidupan masyarakat.
Made Selamet berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat kembali komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.
Revolusi disegala lini menurutnya penting dilakukan sehingga pembangunan daerah bisa berjalan dengan baik.
Made Slamet secara khusus mendorong generasi muda yang dinilainya masih memiliki semangat dan idealisme untuk mengambil peran dalam pembangunan bangsa ke depan.
“Generasi muda harus kita tanamkan semangat untuk pembangunan ke depan. Mereka harus menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya. (F*)
Ket. Foto:
Anggota DPRD Provinsi NTB, Ir. Made Slamet. (Ist)


