BerandaEkonomiInvestasi NTB Tembus Rp46,1 Triliun pada Triwulan III 2026, Serap 20 Ribu...

Investasi NTB Tembus Rp46,1 Triliun pada Triwulan III 2026, Serap 20 Ribu Tenaga Kerja

HarianNusa, Mataram – Realisasi investasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Triwulan III 2026 mencapai sekitar Rp46,1 triliun. Investasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp30,60 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp15,49 triliun.

Capaian ini menunjukkan besarnya aktivitas investasi di NTB, terutama pada sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) yang masih menjadi penyumbang terbesar, baik dari investasi dalam negeri maupun penanaman modal asing.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, H. Irnadi Kusuma, menyampaikan bahwa investasi PMDN hingga Triwulan III 2026 mencapai Rp30.605.271.406.811.

Investasi dalam negeri tersebut tersebar di 15 sektor. Sektor ESDM mendominasi dengan nilai Rp25.193.576.243.753.

Selanjutnya, sektor perindustrian sebesar Rp1.768.144.966.080, pariwisata dan ekonomi kreatif Rp1.139.319.705.082, perdagangan Rp511.026.338.384, serta UMK sebesar Rp496.677.221.821.

Sementara itu, sektor kesehatan mencatatkan investasi Rp433.606.255.655, kelautan dan perikanan Rp375.782.799.915, PUPR Rp210.289.863.344, transportasi Rp155.779.745.172, dan ketenagakerjaan Rp139.852.951.862.

Adapun sektor lainnya meliputi telekomunikasi sebesar Rp77.295.785.377, pertanian, peternakan dan perkebunan Rp62.447.046.385, keuangan Rp38.942.597.962, pendidikan Rp1.974.898.010, serta koperasi Rp554.988.009.

Untuk Penanaman Modal Asing (PMA), nilai investasi yang masuk ke NTB mencapai Rp15.498.547.080.881. Investasi asing ini tersebar di 14 sektor, dengan sektor ESDM kembali menjadi penyumbang terbesar, yakni Rp11.490.920.840.282.

Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menempati posisi berikutnya dengan nilai Rp1.888.487.455.687, disusul perindustrian sebesar Rp731.874.572.065 dan perdagangan Rp416.512.691.524.

Kemudian sektor PUPR mencatatkan investasi Rp243.102.125.143, transportasi Rp209.510.779.514, ketenagakerjaan Rp202.104.656.449, serta kelautan dan perikanan Rp184.258.174.362.

Sektor kesehatan menyumbang Rp98.067.645.798, telekomunikasi Rp21.236.034.954, pertanian, peternakan dan perkebunan Rp8.276.980.749, keuangan Rp2.123.871.173, koperasi Rp1.101.093.828, serta pendidikan sebesar Rp970.159.353.

Dari keseluruhan realisasi investasi tersebut, sektor-sektor yang berkembang di NTB mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 20.636 orang.

Irnadi menilai, peningkatan nilai investasi, khususnya dari PMDN, menjadi salah satu hal yang memberikan optimisme terhadap perkembangan ekonomi daerah. Menurutnya, pertumbuhan investasi diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap penurunan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja di NTB.

“Tentunya dengan meningkatnya nilai investasi dari PMDN khususnya di NTB, kita memiliki optimisme bahwa nilai investasi tersebut akan berkorelasi positif dengan penurunan angka kemiskinan dan lebih optimal dalam penyerapan tenaga kerja,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Senin, (02/11) di Mataram. 

Dengan demikian, peningkatan investasi tidak hanya dilihat dari besarnya nilai modal yang masuk ke daerah, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan dan meningkatnya kesejahteraan. (F*)

Ket. Foto: 

Tabel Realisasi Investasi di NTB pada Tri Wulan ke III Tahun 2026. (Ist)

- Advertisement -
spot_img
spot_img

Baca Juga