HarianNusa.Com – Gubernur NusaTenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah meresmikan Desa Wisata Bahari Bilelando dan Bilelando Communitty Base Tourism Dusun Kelongkong Kecamatan PrayaTimur Lombok Tengah, Minggu,(17/02/2019).
Gubernur pada kesempatan itu mengatakan bahwa keberhasilan dan pariwisata sangat ditentukan oleh lingkungan yang besih dan sehat, selain didukung Sumber Daya Manusia yang maju.
“Yang terpenting selain keindahan alam dan kebersihan lingkungan, Sumber Daya Manusia adalah hal yang utama untuk kemajuan pariwisata,” ujar Gubernur yang saat itu didampingi istri Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.
Gubernur menegaskan, dengan diresmikannya Desa Wisata Bahari Dusun Kelongkong ini, kedepan diharapkan Desa Bilelando akan menjadi desa yang maju, sejahtera, bersih dan indah.
“Pemerintah Provinsi akan siap dan selalu mendukung segala kebutuhan demi kemajuan desa wisata ini dan yang paling penting, harus tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan menyiapkan toilet-toilet umum bagi para wisatawan walau sederhana dan tidak perlu mewah,” harap Gubernur.
Sedangkan terkait Sumber Daya Manusia untuk kemajuan desa wisata ini kedepan, dalam kesempatan itu gubernur meminta kepada kementerian pariwisata bahari, agar memberikan jatah bagi pemuda-pemuda di Desa Bilelando untuk mendapatkan bea siswa program belajar keterampilan bahasa inggris dan memperdalam keilmuan di bidang wisata bahari.
Pada kesempatan yang sama, Deputi bidang SDM, Iptek dan Budaya Kementerian Koordinator Kemaritiman RI, Bpk. Dr. Andreas Patria, S.Pi, MSi mengagumi dan memberi penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakt Bilelando yang memilki semangat kuat untuk maju.
“Alhamdulillah semangat masyarakat dan pemerintah yang mendukung adalah modal utama untuk kemajuan pembangunan” katanya
Ia berharap demi kemajuan desa wisata ini dibutuhkan sinergi semua pihak agar apa yang dicita-citakan bisa berjalan dengan baik. Untuk itu ia mengimbau pemerintah daerah khususnya Kabupaten Lombok Tengah, untuk menjamin kesinambungan pariwisata daerah disyaratkan menyelesaikan tata ruang terlebih dahulu agar penataan objek wisata di daerah ini menjadi lebih baik.
“Kedepan kami mengharapkan kegiatan internasional tidak hanya dilaksanakan di Bali dan daerah lainnya namun juga akan diprogramkan di objek-objek pariwisata di NTB,” ujarnya.


