HarianNusa, Lombok Barat – Sebanyak 16 delegasi dari Australian Regional Leadership Initiative (ARLI) menyambangi Desa Labuan Tereng untuk sharing pengalaman kepada warga lokal terkait program aksi antisipasi bencana kekeringan yang selama ini didampingi oleh KOSLATA atas dukungan dari Save the Children Indonesia.
Rombongan anggota parlemen Australia ini ditemui dengan hangat oleh kepala desa, kepala dusun, pihak sekolah dan tim program dari KOSLATA bersama Save the Children di SDN 2 Labuan Tereng pada hari Selasa (16/1/2024) yang lalu.
Selain memaparkan dampak perubahan iklim yang terjadi di Desa Labuan Tereng, Direktur Perkumpulan KOSLATA, Sulistiyono juga menjelaskan beberapa capaian selama mendampingi 4 desa lokasi implementasi program.
Desa Labuan Tereng dan Desa Sekotong Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat dan Desa Akar-akar dan Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara merupakan lokasi implementasi program Aksi Antisipasi Kekeringan yang dijalankan selama 5 bulan di tahun 2023.
Menurut Sulistiyono, kekeringan panjang yang terjadi di tahun 2023 yang melanda sejumlah desa di NTB itu merupakan dampak negatif dari perubahan iklim. Di samping musim kemarau, bencana kekeringan juga diperparah dengan datangnya fenomena El Nino.
Dampak kekeringan ini, menurut dia sangat dirasakan oleh kelompok masyarakat yang paling rentan, seperti perempuan, disabilitas, anak-anak dan lansia.
"Berdasarkan data dari BPBD, di NTB jumlah masyarakat yang terdampak kekeringan ini lebih dari setengah juta jiwa," ungkapnya.
Sulistiyono menjelaskan juga terkait perubahan signifikan yang dapat teramati maupun dirasakan oleh para pihak setelah implementasi program ini salah satunya adalah adanya peningkatan koordinasi dalam penanganan dampak bencana kekeringan.
Kegiatan rapat koordinasi di tingkat kabupaten dan di tingkat desa yang difasilitasi oleh program ini meningkatkan intensitas dan kualitas koordinasi para pihak dalam antisipasi dampak kekeringan yang lebih parah dalam 3 tahun terakhir ini.
Koordinasi para pihak di level desa juga menjadi lebih baik. Pemdes yang awalnya sangat birokratis menjadi sangat terbuka. Partisipasi di desa juga meningkat, terutama bagi kelompok rentan, perempuan, disabilitas, dan anak-anak.
Kedatangan rombongan delegasi ARLI ke Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat ini karena tertarik untuk mempelajari upaya masyarakat di dalam menghadapi ancaman bencana akibat adanya krisis iklim global.
Mereka juga berharap dapat belajar dari hasil pendampingan program aksi antisipasi kekeringan yang dijalankan oleh KOSLATA dan Save the Children di wilayah Provinsi NTB.
Praktik baik yang dapat dipetik dan yang diharapkan ARLI juga diiringi dengan meningkatnya pemahaman masyarakat setempat akan pentingnya aksi dini dalam kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana akibat perubahan iklim.
Keterangan foto:
1. Direktur Perkumpulan KOSLATA, Sulistiyono (tengah) memaparkan capaian program AA Kekeringan ke delegasi ARLI.
2. Delegasi ARLI saat berkunjung ke Desa Labuan Tereng.


