BerandaNTBDPRD NTB Dorong Edukasi Digital Sejak Dini, Cegah Dampak Negatif Media Sosial

DPRD NTB Dorong Edukasi Digital Sejak Dini, Cegah Dampak Negatif Media Sosial

HarianNusa, Mataram – Perkembangan teknologi informasi dan media sosial dinilai membawa dampak signifikan terhadap pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan ibu rumah tangga. Kondisi ini mendorong DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memperkuat edukasi penggunaan teknologi secara bijak di era digital.

Anggota DPRD NTB, Made Selamet, menegaskan bahwa media sosial ibarat “pisau bermata dua” yang memiliki manfaat sekaligus risiko besar apabila tidak digunakan secara tepat.

“IT ini memang seperti pisau bermata dua. Di satu sisi ada hal positifnya, tetapi di sisi lain kalau salah penggunaan, banyak kerugian yang ditimbulkan. Generasi muda menjadi salah satu yang paling terdampak,” ujarnya, Kamis, (14/5/2026).

Menurutnya, saat ini masyarakat cenderung lebih percaya pada informasi di dunia maya dibandingkan realitas di lingkungan sekitar. Fenomena tersebut dinilai memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari penipuan hingga tindak kriminal seperti pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor

.

Ia juga menyoroti meningkatnya kecanduan media sosial yang kini tidak hanya dialami anak-anak dan remaja, tetapi juga ibu rumah tangga. Banyak masyarakat dinilai terlalu larut dalam aktivitas digital hingga mengabaikan interaksi sosial di dunia nyata.

“Parahnya sekarang mereka lebih percaya pada dunia maya dibanding dunia nyata. Bahkan kepada orang yang belum dikenal pun bisa langsung percaya,” ungkap Politisi PDIP NTB itu.

Made Slamet mengaku prihatin dengan perubahan pola pikir masyarakat yang terjadi begitu cepat. Ia mencontohkan, masyarakat lebih mudah mengikuti tren di media sosial dibanding menerima edukasi tentang kedisiplinan dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Kadang diajak untuk hal-hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan saja sulit. Tapi kalau informasi di media sosial cepat sekali dipercaya,” ungkapnya.

Made Selamet menilai, kondisi tersebut turut berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap tokoh-tokoh di lingkungan nyata. Sebaliknya, pengaruh figur di media sosial justru semakin dominan.

Karena itu, ia menegaskan pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap persoalan ini. Kebijakan pembatasan usia pengguna media sosial dinilai menjadi langkah awal yang baik, meskipun implementasinya masih lemah akibat kurangnya pengawasan orang tua.

“Anak-anak di bawah usia tertentu seharusnya tidak memiliki akun media sosial. Tapi kadang justru orang tua yang membiarkan, bahkan mendukung,” ujarnya.

Sebagai solusi jangka panjang, wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Mataram ini mendorong penguatan literasi digital sejak dini melalui jalur pendidikan. Ia mengusulkan agar literasi digital dimasukkan dalam muatan lokal di sekolah, serta diperkuat melalui program sosialisasi yang melibatkan pemerintah, sekolah, dan masyarakat.

“Kita harus bentengi anak-anak sejak awal. Sekolah perlu melakukan sosialisasi dan pendidikan tentang penggunaan media sosial yang sehat,” tegasnya.

Selain itu, ia meminta aparat kepolisian untuk lebih aktif melakukan langkah preventif terhadap potensi kejahatan berbasis digital, tidak hanya menunggu laporan masyarakat.

“Polisi jangan hanya menunggu laporan. Pencegahan juga penting dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, maraknya penyalahgunaan media sosial terjadi karena masyarakat menerima perkembangan teknologi tanpa persiapan yang memadai. Akibatnya, banyak yang belum memiliki kemampuan menyaring informasi secara kritis sehingga mudah terpengaruh.

“Kalau di negara lain biasanya ada persiapan sebelum teknologi dilepas secara luas. Di kita seolah langsung dilepas tanpa kesiapan, akhirnya masyarakat kaget dan mudah terpengaruh,” pungkasnya.

Melalui penguatan literasi digital dan kolaborasi lintas sektor, DPRD NTB berharap masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab, sehingga dampak negatif media sosial dapat diminimalkan di tengah pesatnya arus digitalisasi. (F*)

Ket. Foto: 

Anggota DPRD NTB, Ir. Made Slamet. (HarianNusa/fit)

spot_img

Baca Juga