BerandaLombok BaratSekolah Rakyat Buka Harapan Baru, Siswa di Lombok Barat Kembali Kejar Cita...

Sekolah Rakyat Buka Harapan Baru, Siswa di Lombok Barat Kembali Kejar Cita -Cita 

HarianNusa, Lombok Barat – Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita yang sempat tertunda akibat keterbatasan ekonomi.

Salah satunya Zahira Al-Zahra, siswi asal Batu Layar yang sempat berhenti sekolah selama dua tahun untuk membantu orang tuanya bekerja di perkebunan sawit di Kalimantan. Kini, ia kembali belajar dan mengembangkan potensi diri melalui Sekolah Rakyat.

Zahira mengaku bersyukur dapat kembali mengenyam pendidikan tanpa menambah beban ekonomi keluarga. Baginya, Sekolah Rakyat melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga membuka kesempatan untuk membangun masa depan.

“Kesan saya selama berada di Sekolah Rakyat sangat menyenangkan dan luar biasa. Saya bisa kembali bersekolah berkat adanya Sekolah Rakyat ini,” ujar Zahira, Senin, (19/10). 

Meski belum genap setahun bersekolah, Zahira telah menorehkan prestasi di bidang pencak silat dan atletik. Ia bahkan lolos ke tingkat nasional dalam cabang pencak silat. Selain itu, ia berkesempatan mengikuti kegiatan paduan suara dalam peringatan 17 Agustus di Jakarta, sekaligus merasakan pengalaman pertamanya mengunjungi ibu kota.

“Saya sangat bersyukur bisa bersekolah di Sekolah Rakyat karena semua fasilitas disediakan secara gratis sehingga tidak membebani keluarga,” katanya.

Harapan serupa dirasakan Indah Parwati, siswi asal Narmada. Sebelum masuk SRMP 18 Lombok Barat, ia bersekolah di SMPN 1 Narmada. Namun, keterbatasan ekonomi keluarga membuat kebutuhan pendidikan sulit terpenuhi hingga semangat belajarnya menurun dan ia kerap tidak masuk sekolah.

Di Sekolah Rakyat, Indah kembali mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan meski harus mengulang dari kelas VII. Ia mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut karena dapat kembali belajar tanpa membebani orang tuanya.

“Meskipun harus mengulang kelas, saya tetap merasa sangat senang karena bisa melanjutkan pendidikan tanpa menambah beban orang tua,” tuturnya.

Sementara itu, Tania, siswi asal Narmada, juga sempat putus sekolah selama satu tahun karena kendala biaya. Kini, ia kembali belajar sekaligus mengembangkan bakat melalui berbagai kegiatan, termasuk lomba tari dan paskibra. Pengalaman tersebut semakin menguatkan cita-citanya menjadi anggota TNI Angkatan Laut.

“Saya merasa senang karena selama bersekolah di sini, saya bisa mengikuti berbagai perlombaan dan mengembangkan bakat saya,” ujar Tania.

Kepala SRMP 18 Lombok Barat, Satria Irwandi, mengatakan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kemandirian melalui sistem berasrama.

Menurutnya, peserta didik dibiasakan menjalani rutinitas secara disiplin, sekaligus didorong untuk membangun kepercayaan diri, berani bermimpi, dan memiliki keyakinan untuk memperbaiki masa depan keluarga.

Negara juga memenuhi berbagai kebutuhan siswa, mulai dari tempat tinggal, makanan, pakaian, perlengkapan belajar hingga fasilitas penunjang lainnya. Dengan dukungan tersebut, siswa diharapkan dapat mengikuti pembelajaran secara optimal tanpa terbebani biaya kebutuhan dasar.

Satria mengaku melihat perubahan pada peserta didik, terutama dalam kedisiplinan, motivasi belajar, dan keberanian menyampaikan cita-cita. Anak-anak yang sebelumnya kurang percaya diri kini mulai menunjukkan semangat untuk berprestasi.

“Harapan kami sederhana, jangan sampai kemiskinan diwariskan kepada anak-anak. Melalui pendidikan yang berkualitas dan pembinaan karakter, kami ingin mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa perluasan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di NTB.

Menurutnya, pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan menjadi fondasi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi dan memperbaiki kesejahteraan keluarga.

Ia menilai, kehadiran Sekolah Rakyat menunjukkan pentingnya peran negara dalam memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi diri. Karena itu, keberlanjutan program perlu didukung melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kisah Zahira, Indah, dan Tania menjadi gambaran bahwa kesempatan pendidikan dapat menghidupkan kembali harapan anak-anak yang sempat terhambat persoalan ekonomi. Lebih dari sekadar kembali bersekolah, mereka kini memiliki ruang untuk mengembangkan bakat, membangun kepercayaan diri, dan menyiapkan masa depan yang lebih baik.

Melalui pendidikan dan pembinaan yang memadai, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu jalan untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus memperkuat kualitas generasi muda NTB. (F*)

Ket. Foto: 

Suasana belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat. (Ist)

- Advertisement -
spot_img
spot_img

Baca Juga