Teroris Asal Bima Rencana Ledakan Bom di Perbatasan Dore dan Talabiu

51
Konferensi pers Polda NTB terkait teroris di Bima

HarianNusa.com, Mataram – Para pelaku teror yang tertangkap di Kabupaten Bima rencana akan menyerang Polsek Woha untuk merampas senjata. Tidak hanya itu, para pelaku yang merupakan kelompok teroris jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) berencana menyerang Mapolres Bima dan Polsek Bandara Bima.

Sebelum menyerang kantor polisi, pelaku berencana akan meledakan bom di jalan lintas Dore-Talabiu, Kabupaten Bima pada Sabtu malam (17/6).

“Apabila sukses melakukan percobaan peledakan di jalan lintas Dore-Talabiu, mereka akan menyerang Mapolsek Woha dengan cara melempar bom rakitan. Namun sebelum melaksanakan niatnya, yang bersangkutan ditangkap Densus 88, Brimob Polda NTB dan Polres Bima Kabupaten,” ujar Wakapolda NTB, Kombes Pol Drs. Imam Margono di Mapolda NTB, Senin (19/6).

Terungkapnya rencana penyerangan tersebut berdasarkan pengakuan Kurniawan saat diintrogasi polisi. Riwayat Kurniawan merupakan jaringan teror kelompok Penatoi di bawah pimpinan ustadz Iskandar yang telah ditangkap pada 2010 lalu.

Setelah itu pada tahun 2014, Kurniawan diperintahkan untuk bergabung dengan Kelompok Santoso di Poso untuk melaksanakan pelatihan militer yang mereka sebut Tadrib. Selesai itu, Kurniawan dan pelaku teror lainnya kembali ke Bima dan bergabung dengan Kelompok JAD.

Dalam rencana penyerangan Mapolsek Woha, pelaku lainnya, Nasrul Hidayat membeli bahan pembuat bom berupa cairan H202 sebanyak tiga liter, kemudian diserahkan pada Kurniawan.

Sementara pelaku ketiga yakni Nasrul Hidayat, merupakan jaringan Kelompok Penatoi, lalu bergabung dengan Kelompok Mujahidin Indonesia Barat (MIB) untuk melakukan perampokan di Kantor Pos dan Giro di Ciputat, Tanggerang Selatan, Banten pada 2013.

“Pelaku (Nasrul) juga berperan sebagai orang yang menyembunyikan atau menampung DPO teroris atas nama Satrio alias Indra Jendol yang sudah ditangkap,” ungkap Wakapolda. (sat)