fbpx
23 C
Mataram
Sabtu, September 26, 2020
Update Covid-19 Indonesia
271,339
Total Kasus
Updated on 26/09/2020 2:44 pm
Beranda Bima Teroris Asal Bima Rencana Ledakan Bom di Perbatasan Dore dan Talabiu

Teroris Asal Bima Rencana Ledakan Bom di Perbatasan Dore dan Talabiu

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia

HarianNusa.com, Mataram – Para pelaku teror yang tertangkap di Kabupaten Bima rencana akan menyerang Polsek Woha untuk merampas senjata. Tidak hanya itu, para pelaku yang merupakan kelompok teroris jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) berencana menyerang Mapolres Bima dan Polsek Bandara Bima.

- Advertisement -

Sebelum menyerang kantor polisi, pelaku berencana akan meledakan bom di jalan lintas Dore-Talabiu, Kabupaten Bima pada Sabtu malam (17/6).

“Apabila sukses melakukan percobaan peledakan di jalan lintas Dore-Talabiu, mereka akan menyerang Mapolsek Woha dengan cara melempar bom rakitan. Namun sebelum melaksanakan niatnya, yang bersangkutan ditangkap Densus 88, Brimob Polda NTB dan Polres Bima Kabupaten,” ujar Wakapolda NTB, Kombes Pol Drs. Imam Margono di Mapolda NTB, Senin (19/6).

Terungkapnya rencana penyerangan tersebut berdasarkan pengakuan Kurniawan saat diintrogasi polisi. Riwayat Kurniawan merupakan jaringan teror kelompok Penatoi di bawah pimpinan ustadz Iskandar yang telah ditangkap pada 2010 lalu.

- Advertisement -

Setelah itu pada tahun 2014, Kurniawan diperintahkan untuk bergabung dengan Kelompok Santoso di Poso untuk melaksanakan pelatihan militer yang mereka sebut Tadrib. Selesai itu, Kurniawan dan pelaku teror lainnya kembali ke Bima dan bergabung dengan Kelompok JAD.

Dalam rencana penyerangan Mapolsek Woha, pelaku lainnya, Nasrul Hidayat membeli bahan pembuat bom berupa cairan H202 sebanyak tiga liter, kemudian diserahkan pada Kurniawan.

Sementara pelaku ketiga yakni Nasrul Hidayat, merupakan jaringan Kelompok Penatoi, lalu bergabung dengan Kelompok Mujahidin Indonesia Barat (MIB) untuk melakukan perampokan di Kantor Pos dan Giro di Ciputat, Tanggerang Selatan, Banten pada 2013.

“Pelaku (Nasrul) juga berperan sebagai orang yang menyembunyikan atau menampung DPO teroris atas nama Satrio alias Indra Jendol yang sudah ditangkap,” ungkap Wakapolda. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

BPKH dan DT Peduli Berikan Ambulance Gratis untuk Ponpes Darul Iman di KLU

HarianNusa.Com - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan bantuan kemanusiaan berupa satu...

Wagub NTB Sidak Penggunaan Masker di Pelabuhan Kayangan

HarianNusa.com, Lombok Timur - Setelah meresmikan Samsat Perizinan Kapal Perikanan Pertama di Indonesia di Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia