Salah Paham, Dua Lingkungan di Mataram Terlibat Bentrok

1010
Polisi meredam bentrok di Pagutan pada Juli 2017 lalu. (satria/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Puluhan warga Lingkungan Asak dan Warga Lingkungan Peresak, Kelurahan Pagutan, Kota Mataram terlibat bentrok sore tadi sekitar pukul 16.00 Wita, Sabtu (01/7). Keributan dipicu kesalahpahaman warga terkait berlangsungnya prosesi pernikahan.

Berawal dari prosesi penjemputan pengantin perempuan yang berlangsung di Pure Pemaksan Pagutan. Warga Lingkungan Asak menjemput pengantin melewati Jalan Banda Seraya, Simpang Empat, Pagutan.

Rombongan diiringi juga dengan musik gamelan. Saat melintasi sebuah masjid di wilayah Peresak, rombongan ditegur oleh seorang penghulu masjid, pasalnya telah ada kesepakatan tidak tertulis sejak zaman nenek moyang kedua lingkungan untuk tidak membunyikan gamelan atau suatu yang mengandung keributan. Aturan tidak tertulis tersebut diyakini mengikati kedua lingkungan tersebut.

Namun, rombongan penganten tidak terima dan memicu keributan. Rombongan tetap menjemput pengantin seraya membawa tombak dan keris, sementara warga Lingkungan Peresak juga keluar membawa pedang dan tombak. Saling lempar batu tak terhindarkan antara kedua kubu massa tersebut.

Ratusan personel kepolisian Polda NTB dan jajaran datang ke lokasi menenangkan massa. Polisi bersiaga di dua perbatasan lingkungan. Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK secara langsung turun ke lokasi. Bahkan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana turun menenangkan massa.

Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana dan Kapolres Mataram tenangi warga (foto: Satria/HarianNusa.com)

Hingga saat ini situasi telah kondusif. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun polisi tetap diturunkan untuk menjaga di perbatasan dua lingkungan hingga saat ini.

Kapolres Mataram mengatakan telah bertemu wakil walikota dan tokoh adat kedua lingkungan untuk kesepakatan perdamaian. “Kedua warga bersaudara, itu disampaikan masing-masing tokoh. Cuma sekarang harus perlu komunikasi baik lagi,” ujarnya.

Ke depannya, Wakil Walikota akan mengupayakan membentuk Peraturan Walikota terkait batasan mana yang dapat dilalui rombongan pengantin yang menggunakan hiburan.

“Seketika kalau melanggar peraturan walikota akan ada sanksinya. Untuk itu saya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas dan toleransi yang dulu sudah terjalin baik,” tutupnya. (sat)

iklanbebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online