fbpx
23 C
Mataram
Sabtu, Januari 16, 2021
Update Covid-19 Indonesia
882,418
Total Kasus
Updated on 16/01/2021 3:14 am
Beranda Headline Sumbawa Berduka, Johan Harap Masyarakat Adat Berkumpul

Sumbawa Berduka, Johan Harap Masyarakat Adat Berkumpul

Menanggulangi Musibah Istana Sumbawa Yang Terbakar

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia

HarianNusa.com, Mataram– Politisi Sumbawa yang juga ketua Fraksi PKS DPRD NTB Johan Rosihan meminta Lembaga Adat Tau Samawa (LATS) segera berkumpul untuk merencanakan upaya renovasi bangunan tersebut. Selasa, (11/7).

- Advertisement -

“Mencari penyebab musibah itu sangat penting, tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana Pemkab dan Rakyat Sumbawa segera merencanakan upaya renovasi atas bangunan itu.
Harapan saya dan tentu masyarakat Sumbawa secara umum, kita harus bisa mengembalikan replika bangunan itu sesuai aslinya,” ujarnya.

Untuk itu, ia meminta agar Pemerintah Kabupaten Sumbawa segera melakukan koordinasi dengan masyarakat adat Sumbawa, juga seluruh elemen lain seperti Sejarawan dan Budayawan.

“Harus melibatkan semua pihak, terutama Lembaga Adat Tau Samawa, ahli sejarah ataupun pihak-pihak lainnya yang memang concern dalam menjaga keaslian situs-situs pusaka,” katanya.

- Advertisement -

Dikatakan Johan, kejadian tersebut merupakan tamparan besar bagi masyarakat Sumbawa. Terlebih pada bulan April 2017 lalu, kabupaten Sumbawa baru saja terdaftar menjadi jaringan anggota Kota Pusaka Nasional.

“Innalillahi Wa inna ilaihi rajiun.
Ini adalah ujian bagi Sumbawa yang baru saja pada bulan April 2017 terdaftar sebagai anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia,” katanya.

Untuk diketahui, Istana Bala Puti yang terbakar tersebut, dibangun pada tahun 1932-1934. Pada masa pemerintahan Sultan Sumbawa yang ke-17 dari dinasti Dewa Dalam Bawa, yang tak lain adalah Sultan Muhammad Kaharuddin III. Istana tersebut sebagai persembahan cinta sang Sultan kepada salah seorang putri Sultan Bima, Siti Khadijah Daeng Ante Ruma Paduka Puteri Sultan Muhammad Salahuddin, istrinya. Karena sebelum menikah, Siti Khadijah mengajukan syarat, bahwa dirinya siap dipersunting Kaharuddin asalkan mampu membangun istana yang sama persis dengan Istana Bima (Asi Mbojo). (sta)

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ratusan Homestay di NTB Siap Disewa Tamu Moto-GP 2021

Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB untuk berkoordinasi dan menyiapkan sebaik...

NTB Dapat Tambahan Calon Penerima PKH Sebanyak 43.471 KK

HarianNusa.com, Mataram - Kementerian Sosial RI telah menurunkan data calon Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi NTB. Kuota tambahan calon Keluarga Penerima sebanyak...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia