Takut Ketahuan Emak, Pelajar SMA Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap

510
Polisi meringkus penadah barang hasil curian. (satria/hariannusa.com)
Polisi meringkus penadah barang hasil curian. (satria/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Tangisan si kecil mungil tak berdosa menggema di telinga warga Dusun Ranjok Barat, Desa Mekarsari, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Hari itu tepat pada Minggu (4/6) lalu.

Beberapa warga yang mendengar suara suci si mungil titipan Tuhan bergegas menuju sumber suara. Beberapa jejak kaki warga melangkah, tepat di sebuah kebun dusun tersebut, warga melihat bayi mungil tanpa sehelai benang penyekat menutup tubuhnya yang mulus tanpa sentuhan dosa.

Iba dan miris bercampur di hati warga. Berpikir siapa orang yang tega membuang bayi tak berdosa ini. Bukan kah ini adalah anugerah Tuhan terindah pada setiap insannya di dunia ini? Bukan kah begitu banyak orang yang menginginkan buah hati?

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut pada Polsek Gunungsari. Polisi yang turun gunung kemudian melakukan identifikasi di lokasi penemuan bayi tersebut. Berharap menemukan jejak siapa aktor pembuang bayi tersebut.

Warga menemukan bayi tak berdosa di sebuah kebun di Dusun Ranjok Barat, Desa Mekarsari. (satria/hariannusa.com)

Sabtu (8/7) kemarin, teka-teki ibu dari bayi malang tersebut akhirnya terkuak. Ibu kandung bayi malang tersebut ternyata merupakan pelajar salah satu SMA berinisial NH (20). Polisi pun menjemput NH dari rumahnya yang berada tidak jauh dari lokasi bayi tersebut ditemukan.

Di hadapan penyidik, NH mengaku bahwa dialah orang yang tega membuang bayinya tersebut. Dia mengaku bahwa bayi tersebut merupakan hasil hubungan tidak terangnya dengan seorang perjaka berinisial MT (20), warga Dusun Ranjok Timur, desa yang sama dengan NH. Dia mengaku tega membuang bayi karena takut ketahuan oleh ibunya bahwa dia telah mengandung bayi di luar pernikahan.

“Setelah kita melakukan pemeriksaan, untuk sementara pelaku (pembuang bayi) adalah perempuan ini (NH). Sementara masih sebagai saksi, nanti hasil pemeriksaan kita akan lihat apakah akan ditingkatkan menjadi tersangka atau tidak,” ujar Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK yang ditemui, Selasa (11/7).

Pengakuan NH pada polisi, dia mengaku telah berhubungan badan dengan MT sebanyak dua kali di Kebun Ranjok Barat, tempat bayi tersebut dibuang.

Lima bulan kemudian NH curiga jika dirinya hamil. Dia kemudian menceritakan hal tersebut pada kekasihnya. Namun lelaki tak bertanggung jawab tersebut justru menyuruh NH menggugurkan kandungannya dengan meminum Sprite, madu dan nanas muda.

Meskipun demikian, bayi yang telah dijanjikan turun ke bumi oleh Sang Pencipta tetap hadir atas segala kuasa. Tiada satupun jua yang dapat menghalangi hadirnya titipan Tuhan tersebut. Meskipun tangisan si kecil tak berdosa jauh dari gendongan sang ibu. Bayi malang tersebut kini dirawat Panti Sosial Paramitha. (sat)

iklanbebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online