Intelijen: Pendukung Paham Garis Keras di NTB Capai Ribuan Orang

55
Kabinda NTB Tarwo Kusnarno (Ist)

HarianNusa.com, Mataram – Pendukung paham aliran garis keras atau radikal di NTB capai ribuan orang. Mereka disebut sel tidur. Pendukung tapi tidak bergerak. Rabu, (12/7).

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) NTB, Tarwo Kusnarno . Menurutnya dibutuhkan upaya serius untuk menjaga kelompok tersebut tidak bangkit.

“Catatan kami banyak sekali, kita upayakan agar mereka tidak bangkit,” ungkapnya usai rapat koordinasi dan silaturahmi Forkompinda, di Ruang Rapat Pendopo Gubernur NTB.

Penyebaran mereka, lanjut Tarwo masih secara berkelompok. Baik di Pulau Lombok maupun Sumbawa. Sementara untuk kuantitas, Pulau Sumbawa menjadi tempat penyebaran terbanyak.

“Kalau di Pulau Lombok, ada di Lombok Timur, lumayan juga jumlahnya,”sebutnya

Ia mengharapkan agar masyarakat NTB selalu berhati-hati terhadap simpatisan aliran garis keras tersebut. Karena beberapa dari kelompok yang ada, sudah terang-terangan mendukung ISIS.

Terkait dengan sejarah masuknya aliran garis keras ke NTB? Tarwo menjelaskan bahwa asal gerakannya dimulai tahun 1980, saat kejadian di Lampung. Menurutnya, kejadian 1980 di Lampung juga melibatkan orang NTB, yang kemudian pulang dan menyebarkan kembali aliran tersebut di NTB.

“Kejadian di Lampung ada Warga NTB juga, dia pulang membuat kelompok-kelompok lagi,” tuturnya. (sta)

iklan[/caption]</div>        </div>


        <footer>
                        
            <div class=