fbpx
23 C
Mataram
Minggu, Januari 24, 2021
Update Covid-19 Indonesia
977,474
Total Kasus
Updated on 23/01/2021 11:29 pm
Beranda Headline Anak di NTB Banyak Jadi Target Kekerasan Seksual

Anak di NTB Banyak Jadi Target Kekerasan Seksual

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Anak masih menjadi target kekerasan, baik oleh orang dewasa maupun sesama anak. Pada 2016, tercatat 214 anak menjadi korban kekerasan, 45 persen di antaranya kasus pencabulan.

Kasubdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renata) Ditreskrimum Polda NTB, AKBP  Ni Made Pujawati menyebutkan, selama 2016 pihaknya menangani 96 kasus kekerasan seksual.

Sementara anak yang menjadi korban kekerasan fisik mencapai 90 kasus. Kemudian dalam rentang Januari-Juni 2017 ini, pihaknya sudah menangani 72 kasus kekerasan terhadap anak.

- Advertisement -

“50 persennya pencabulan atau setara 43 kasus, sisanya 18 kasus kekerasan fisik,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/7).

Menurutnya, dari sejumlah catatan penanganan kasus itu, pelakunya sebagian besar orang dewasa.

“Relatif pelakunya orang yang dikenal. Apakah itu keluarga, sanak famili, teman orang tua, atau orang-orang di sekitar lingkungannya,” terangnya.

Dalam perkara ini juga pihaknya memerhatikan bagi anak yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak lainnya. Pelaku dan korban sama-sama masih tergolong anak.

“Kita maksimal dengan sistem peradilan anak yang berlaku. Berupa bagaimana penanganan anak sebagai korban, dan anak sebagai pelaku,” kata mantan Wakapolres Mataram itu.

Sementara jika ditilik dari modus-modusnya, sambung Pujawati, mayoritas para pelaku mengimingi korban dengan hadiah kesukaan anak. “Diimingi dibelikan makanan ringan, dijanjikan uang,” sebutnya.

Modus itu membuat psikologis anak seolah tidak sadar ketika dibujuk untuk diberi perbuatan cabul.

Dalam kasus anak, kata dia, penanganananya tidak hanya soal pembuktian perbuatan pidana, tetapi juga menangani dan memulihkan trauma anak yang menjadi korban.

“Sistem peradilan anak mengamanatkan setiap penanganan hukum di kepolisian dibarengi penanganan psikologis,” ujarnya.

“Baik ketika awal pemeriksaan, mendatangi TKP, kita libatkan pekerja sosial dan LPA (lembaga perlindungan anak),” tandas Pujawati. (sat)

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Persediaan Pupuk di NTB Aman hingga 2,5 Bulan Kedepan

HarianNusa.com, Mataram - Persediaan pupuk di Nusa Tenggara Barat hingga 2,5 bulan ke depan sangat aman. Hal tersebut ditegaskan Superintendent Kantor Pemasaran Pupuk Kaltim...

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Unram Kembali Terapkan WFH

HarianNusa.com, Mataram - Universitas Mataram (Unram) kembali memberlakukan penyesuaian sistem kerja untuk mengantisipasi meningkatnya penyebaran Covid-19. Dimana hal tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) terbaru...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia