fbpx
25 C
Mataram
Jumat, Maret 22, 2019

Anak di NTB Banyak Jadi Target Kekerasan Seksual

- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Anak masih menjadi target kekerasan, baik oleh orang dewasa maupun sesama anak. Pada 2016, tercatat 214 anak menjadi korban kekerasan, 45 persen di antaranya kasus pencabulan.

Kasubdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renata) Ditreskrimum Polda NTB, AKBP  Ni Made Pujawati menyebutkan, selama 2016 pihaknya menangani 96 kasus kekerasan seksual.

Sementara anak yang menjadi korban kekerasan fisik mencapai 90 kasus. Kemudian dalam rentang Januari-Juni 2017 ini, pihaknya sudah menangani 72 kasus kekerasan terhadap anak.

“50 persennya pencabulan atau setara 43 kasus, sisanya 18 kasus kekerasan fisik,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/7).

- Advertisement -

Menurutnya, dari sejumlah catatan penanganan kasus itu, pelakunya sebagian besar orang dewasa.

“Relatif pelakunya orang yang dikenal. Apakah itu keluarga, sanak famili, teman orang tua, atau orang-orang di sekitar lingkungannya,” terangnya.

Dalam perkara ini juga pihaknya memerhatikan bagi anak yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak lainnya. Pelaku dan korban sama-sama masih tergolong anak.

“Kita maksimal dengan sistem peradilan anak yang berlaku. Berupa bagaimana penanganan anak sebagai korban, dan anak sebagai pelaku,” kata mantan Wakapolres Mataram itu.

Sementara jika ditilik dari modus-modusnya, sambung Pujawati, mayoritas para pelaku mengimingi korban dengan hadiah kesukaan anak. “Diimingi dibelikan makanan ringan, dijanjikan uang,” sebutnya.

Modus itu membuat psikologis anak seolah tidak sadar ketika dibujuk untuk diberi perbuatan cabul.

Dalam kasus anak, kata dia, penanganananya tidak hanya soal pembuktian perbuatan pidana, tetapi juga menangani dan memulihkan trauma anak yang menjadi korban.

“Sistem peradilan anak mengamanatkan setiap penanganan hukum di kepolisian dibarengi penanganan psikologis,” ujarnya.

“Baik ketika awal pemeriksaan, mendatangi TKP, kita libatkan pekerja sosial dan LPA (lembaga perlindungan anak),” tandas Pujawati. (sat)

Komentar

- Advertisement -

Berita Lainnya

Hari Ini Di Lombok, Jokowi Janji Bangun Tiga Infrastruktur

HarianNusa.Com - Untuk menyambut perhelatan MottoGP 2021 di NTB, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo...

Soal Bantuan Korban Gempa, Ini Kata Jokowi

HarianNusa.Com - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi...

Ratusan Massa Aksi Tolak Kedatangan Jokowi di NTB

HarianNusa.Com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Mataram yang tergabung...

Lombok Barat Ditetapkan Sebagai Unit Metrologi Legal

HarianNusa.Com - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menetapkan Lombok Barat bersama 250 Kabupaten/Kota se Indonesia sebagai...

Share Berita ini

Paling Populer

Ratusan Massa Aksi Tolak Kedatangan Jokowi di NTB

HarianNusa.Com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Mataram yang tergabung...

Hari Ini, Jokowi Datang ke Lombok Lagi

HarianNusa.com - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo berencana akan mengunjungi Lombok pada Jumat,...

Soal Bantuan Korban Gempa, Ini Kata Jokowi

HarianNusa.Com - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi...

Berita Terbaru

Hari Ini Di Lombok, Jokowi Janji Bangun Tiga Infrastruktur

HarianNusa.Com - Untuk menyambut perhelatan MottoGP 2021 di NTB, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo...

Soal Bantuan Korban Gempa, Ini Kata Jokowi

HarianNusa.Com - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi...

Ratusan Massa Aksi Tolak Kedatangan Jokowi di NTB

HarianNusa.Com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Mataram yang tergabung...

Lombok Barat Ditetapkan Sebagai Unit Metrologi Legal

HarianNusa.Com - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menetapkan Lombok Barat bersama 250 Kabupaten/Kota se Indonesia sebagai...

Share Berita ini

Komentar