Terlibat Ricuh dengan Polisi, Aktivis di Lotim Diproses Hukum

103
Kericuhan saat demo di Lombok Timur. (istimewa)

HarianNusa.com, Mataram— Seorang aktivis yang terlibat ricuh dengan polisi saat berunjuk rasa resmi diproses hukum. Polres Lombok Timur (Lotim) memproses hukum demonstran tersebut karena terlibat keributan saat berunjuk rasa.

Awalnya puluhan aktivis menuntut pemerintah segera mengusir PT Sadhana Arif Nusa, agar hengkang dari kawasan Hutan Tanaman Industri di Sambelia. Namun saat berlangsungnya unjuk rasa, aktivis dan polisi terlibat bentrok, Senin (24/7) kemarin.

Sebelumnya petugas mengamankan dua orang pendemo yang diduga melakukan provokasi. Namun hanya satu orang saja yang dilanjutkan dengan dilakukan proses hukum.

“Sudah kita amankan dan kita proses hukum lah. Dua orang yang kita amankan tapi satu orang saja yang memenuhi unsur dan kita proses hukum,’’ ujar Kapolres Lotim AKBP Winky Adtyo Kusumo saat dikonfirmasi usai mengikuti salah satu kegiatan di Polres Mataram, Selasa (25/7).

Meski prosesnya dilanjutkan kepolisian. Namun, satu orang pendemo tersebut tidak dilakukan penahanan. ‘’Kita tidak melakukan penahanan hanya proses hukumnya yang dilanjutkan. Kita kenakan wajib lapor. Tapi proses tetap lanjut,’’ pungkasnya.

Menurut AKBP Winky, pelaku dipersangkakan pasal melawan petugas. Dari proses pemeriksaan juga pelaku mengakui perbuatannya. Dari rekaman yang ada. Pelaku melakukan pelemparan terhadap petugas.

“Itu helm petugas kan sampai pecah. Jadi kita proses sesuai dengan peraturan yang berlaku,’’ ungkapnya.

Mengenai tanggapan peserta demonstrasi yang menganggap petugas melakukan tindakan refresif. Mantan Kapolres Lombok Barat ini tegas membantah. Menurutnya justru peserta aksi yang terlebih dulu menyerang petugas.

‘’Kan yang mengawali mereka. Kita amankan, tiba-tiba ada yang melempar ke kita. Selama ini kalau demo di Lombok Timur dan mereka kondusif, kita adem saja, malah demonya kita jaga,’’ jelasnya.

Peristiwa ini disebutnya bisa dijadikan bahan pembelajaran bagi peserta aksi. Agar ke depannya hal serupa tidak terjadi lagi. ‘’Tadi hasil vicon, permasalahan ini nanti akan kita rapat dengan Polda. PT Sadhana juga akan diajak. Dari petani maupun Dinas Kehutanan Provinsi dan Kabupaten untuk bersama-sama membicarakan. Ini sebenarnya bagaimana. Mudahan minggu depan sudah kita gelar,’’ katanya.

Mengenai tuntutan dari pendemo, Winky mengatakan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu. ‘’Makanya akan kita cek dulu. PT Sadhana punya peta di mana dan sebagainya. Itu akan kita sinkronkan. Intinya kita (kepolisian) menjembatani lah dari petugas kehutanan. Kita hanya memfasilitasi agar persoalan ini selesai,’’ tutup Winky. (sat)