Lecehkan Seorang Gadis Lombok, Oknum Fotografer ini Terancam Dipolisikan

2206
Oknum fotografer yang diduga lecehkan model asal Lombok. (ist/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Seorang fotografer asal Bandung berinisial YYS terancam dilaporkan ke Mapolda NTB. Pasalnya oknum fotografer tersebut diduga melecehkan seorang gadis di Lombok yang berprofesi sebagai model, Minggu (30/7).

YYS mengunggah status di media sosial yang dinilai melecehkan seorang model berinisial V. Status tersebut berisi kekecewaannya karena model yang menjadi objek dalam fotonya tidak mau menuruti gaya berpose (angle) sesuai keinginannya.

“Sekalian ikut hunting bareng di Lombok, eh nemu model yang sok pro banget, di Bandung mah segudang model yang lebih dari pro tapi mereka ikut aturan para FG (fotografer)…,” tulis YYS dalam statusnya.

Saat itu ada kegiatan perlombaan foto di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Mataram. Beberapa fotografer ikut serta dalam perlombaan tersebut, termasuk dari luar NTB.

Sementara panitia acara, Amre yang dihubungi mengatakan dalam aturan lomba, model berpose sesuai keinginan model itu sendiri, tanpa diperintahkan oleh fotografer yang mengikuti lomba. Sehingga dapat menjadi penilaian keahlian seorang fotografer dalam lomba tersebut.

“Memang aturan lombanya, model tidak diperintahkan oleh fotografer dalam menentukan gaya. Model yang dimaksud sudah diperintahkan panitia untuk bergaya sesuai keinginannya, tidak diperintahkan oleh fotografer yang mengikuti lomba,” ujarnya dihubungi.

YYS menuliskan status bernada pelecehan tersebut dengan menandai puluhan temannya. Sehingga model tersebut menjadi pergunjingan.

Status YYS diduga melecehkan seorang model asal Lombok. (ist/hariannusa.com)

Amre juga menambahkan, setelah ditelusuri ternyata YYS tidak termasuk dalam daftar peserta lomba. Namun anehnya, dia ikut melakukan sesi pemotretan dengan model.

“Dia bukan peserta lomba, malah pada saat sesi hunting bebas dia ikut-ikutan mengambil foto untuk mengatur model,” ungkapnya.

Sementara model berinisial V yang dihubungi sangat menyayangkan status oknum fotografer tersebut. Menurutnya, ia hanya mengikuti perintah koordinator lomba untuk tidak dimintai bergaya, melainkan berpose sesuai keinginan sendiri.

“Saya pose sesuai dengan permintaan koordinator lomba, dan dia (YYS) tidak berhak ikut campur di urusan tersebut,” jelasnya.

Amre juga mengatakan akan membawa persoalan tersebut ke pihak kepolisian jika YYS tidak segera meminta maaf pada model yang dilecehkan dan juga pada penyelenggara lomba.

“Kami beri kesempatan untuk mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka dalam waktu 3×24 jam. Jika tidak ada itikad baiknya, kami akan laporkan ke polisi,” tegasnya. (sat)

iklanbebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online