fbpx
23 C
Mataram
Selasa, September 29, 2020
Update Covid-19 Indonesia
278,722
Total Kasus
Updated on 28/09/2020 9:54 pm
Beranda Ekonomi Lebih dari 10 Ribu Nelayan NTB Jadi Pengangguran Pasca Larangan Menangkap Lobster

Lebih dari 10 Ribu Nelayan NTB Jadi Pengangguran Pasca Larangan Menangkap Lobster

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Front Nelayan Indonesia Regional NTB menyelenggarakan diskusi publik dan siaran pers terkait larangan penangkapan lobster. Diskusi dengan tema “Menteri KKP Susi Pudjiastuti Terjaring Pocong” digelar di Mataram, Rabu (2/8) kemarin.

Diskusi tersebut membahas dampak dari berlakunya Permen KP Nomor 1/2015 dan Permen KP Nomor 56/2016. Dialog tersebut menindaklanjuti kunjungan lapangan Front Nelayan bersama Komnas HAM dan beberapa elemen selama dua hari.

Terdapat 21 poin penolakan atas diberlakukannya larangan menangkap lobster. Salah satu yang paling prinsipil, larangan menangkap lobster membuat dampak pengangguran di NTB menjadi meningkat.

- Advertisement -

Ketua Umum Front Nelayan Indonesia Regional NTB, Anang D.W mengatakan, berdasarkan data yang diupdate mulai tahun 2015 hingga 2016, terdapat 10.123 nelayan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa mengalami dampak pengangguran.

“Menteri Susi Pudjiastuti telah membuat masyarakat kembali menjadi kriminalitas, merampok dan jatuh miskin. Warga masyarakat menaruh harapan besar pada pendapatan lobster. Karena satu-satunya penghasilan yang bisa diharapkan untuk mengangkat ekonomi keluarga,” ujarnya.

“Update data 2015-2016, bahwa ada 10.123 nelayan lobster seluruh NTB yang terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa mengalami dampak pengangguran,” imbuhnya.

Selain dampak pengangguran, Anang uga menyebut akibat kebijakan larangan penangkapan lobster, kepiting dan rajungan, nelayan menjadi penganggur dan berbuntut pada naiknya angka kriminalitas.

“Naiknya angka kriminalitas sosial sebesar 10% di pedesaan dan keterbatasan pendapatan. Ini setelah peraturan revisi terbit yakni Permen Nomor 56 Tahun 2016 yang membawa masalah besar bagi dunia perikanan di NTB,” ungkapnya. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

BPKH dan DT Peduli Berikan Ambulance Gratis untuk Ponpes Darul Iman di KLU

HarianNusa.Com - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan bantuan kemanusiaan berupa satu...

Pemilik Bisnis Judi Togel Online Omzet Miliaran Rupiah Kini Berakhir di Jeruji Besi

HarianNusa.com, Mataram - Bisnis judi online yang dilakukan pria berinisial MAP (38 tahun) harus berakhir di jeruji penjara Polresta Mataram. Ia dibekuk oleh Tim...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia