fbpx
23 C
Mataram
Minggu, November 1, 2020
Update Covid-19 Indonesia
410,088
Total Kasus
Updated on 31/10/2020 11:56 pm
Beranda Ekonomi Menteri Susi Pudjiastuti Dihantui “Pocong” Nelayan di NTB

Menteri Susi Pudjiastuti Dihantui “Pocong” Nelayan di NTB

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Ketua Umum Front Nelayan Indonesia Regional NTB, Anang D.W dalam diskusi publik yang digelar di Mataram, Rabu (2/8) kemarin, memaparkan sejumlah poin penolakan atas diberlakukannya larangan menangkap lobster.

Diskusi tersebut membahas dampak dari berlakunya Permen KP Nomor 1/2015 dan Permen KP Nomor 56/2016. Dialog tersebut menindaklanjuti kunjungan lapangan Front Nelayan bersama Komnas HAM dan beberapa elemen selama dua hari.

Terdapat 21 poin penting dampak buruk bagi masyarakat terkait berlakunya larangan menangkap lobster, kepiting dan rajungan. Selain menyebut lebih dari 10 ribu nelayan di NTB menganggur pasca diterbitkannya aturan terkait larangan menangkap lobster, perwakilan nelayan mensinyalir aturan tersebut diperbuat demi kepentingan bisnis lobster Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

- Advertisement -

“Penetapan Permen No. 01/2015 dan Permen No. 56/2016 tanpa melalui kejian komperhensif dan matang secara akademik. Peraturan tersebut harus dibatalkan karena tidak memiliki pertimbangan dasar sosial, ekonomi dan hukum. Permen ini lebih pada nafsu dendam Susi Pudjiastuti terhadap banyak pesaing bisnisnya,” ujar Anang.

Menurut Anang, pelarangan terhadap nelayan lobster semakin meningkatkan kriminalitas. Dia menduga dikeluarkannya Permen KP tersebut oleh Susi Pudjiastuti lebih pada persaingan bisnis antar kartel.

“Keluarnya Permen tersebut lebih pada persaingan bisnis antar kartel, yakni perusahaan lobster Susi Pudjiastuti yang ikut bermain sehingga membuat nelayan sengsara. Sehingga nelayan menjadi korban,” tegasnya.

Dalam investigasi yang dilakukan Front Nelayan di Selong Belanak, terdapat anak-anak nelayan yang putus sekolang pasca dikeluarkannya larangan tersebut.

“Terdapat dua orang putus sekolah. Satu orang siswa SMA putus sekolah dan satu orang mahasiswa juga berhenti,” ungkapnya.

Anang juga membantah tuduhan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menyebut alat tangkap lobster atau yang dikenal dengan istilah “pocong” dapat merusak terumbu karang dan biota laut. Menurutnya, justru alat tersebut merupakan alat tangkap tradisional dan ramah lingkungan.

Ketakutan Susi Pudjiastuti terhadap “pocong” nelayan untuk menangkap lobster, diduga hanya alasan untuk persaingan bisnis semata.

“Alat tangkap lobster yang bernama pocong panjangnya berkisar enam meter, lebarnya satu meter dan ditempelkan bahan bentuk kipas yang terbuat dari karung bekas semen. Bahannya terbuat dari jaring pure seine. Ini diklaim merusak lingkungan, padahal lobster itu habitatnya di tanah lumpur atau pasir. Ini kelemahan KKP dalam menetapkan peraturan, karena tanpa penelitian dan riset,” jelasnya.

Front Nelayan meminta larangan menangkap lobster untuk segera dicabut karena berdampak pada ekonomi masyarakat yang kian memburuk. Selain itu, pihak kepolisian dan aparat terkait diminta tidak asal tangkap terhadap nelayan yang menggantungkan hidupnya dari usaha tersebut. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Kunjungi Sumbawa, Wagub Semangati Para Nakes

HarianNusa.com, Sumbawa - Rumah Sakit menjadi salah satu garda terpenting dalam penanganan Covid-19. Tidak sedikit tenaga kesehatan yang menjadi korban wabah ini. Oleh karena...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Dialog Langsung dengan Masyarakat, Gubernur NTB Blusukan ke Desa Terpencil di Sumbawa dan KSB

HarianNusa.com, Sumbawa - Bukan sesuatu yang baru, Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah datang langsung menyapa masyarakat di pelosok desa dan dusun di Provinsi NTB. Tak jarang,...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia