Kebaikan Istri: Kumpulan Cerpen Budi Afandi yang Mengangkat Tema Kehidupan Masyarakat Lombok

85
Dari kanan: Cerpenis Budi Afandi, Pembicara Dedy, Moderator Nurfirman P Kansi dan Penyair yang juga salah satu penggagas Komunitas Akar Pohon, Kiki Sulistyo.

HarianNusa.com, Mataram – Komunitas Akar Pohon Mataram bekerja sama dengan Cafe Paradiso menyelenggarakan peluncuran buku kumpulan Cerita Pendek (Cerpen) berjudul: “Kebaikan Istri”, Minggu, (6/8), karya salah satu penulis asal NTB Budi Afandi. Kebaikan Istri sendiri merupakan buku kumpulan Cerpen yang bertema kehidupan sehari-hari, khususnya kehidupan sehari-hari masyarakat Lombok.

“Temanya tentang kehidupan di sekitar kita,” ujar Budi kepada HarianNusa.com beberapa saat usai peluncuran buku Kumpulan Cerpen Kebaikan Istri di Cafe Paradiso Mataram.

Lebih spesifik, Budi mengatakan bahwa yang dimaksud dengan tema kehidupan sehari-hari, seperti mengangkat tentang kehidupan Tenaga Kerja Wanita (TKW), yang sedang ngidam, kawin muda dan hal-hal lain yang ada di sekitar masyarakat Lombok.

“Ya tidak jauh-jauhlah dari kehidupan di sekitar kita,” katanya.

Sementara itu, dalam kumpulan Cerpen Kebaikan Istri tersebut, Budi mengaku menghindari tema-tema besar semisal politik dan ekonomi. Terkait hal itu, Ia mengatakan sengaja melakukannya supaya lebih leluasa mengeksplorasi kehidupan nyata masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

Selain itu, tema tentang kehidupan sehari-hari masyarakat merupakan bahan tulisan yang tidak akan pernah usang untuk dieksplorasi. Daripada mengangkat tema besar namun berjarak dengan kehidupan masyarakat, terang Budi, lebih baik memilih tema-tema kecil yang nyata dialami masyarakat.

“Lombok ini tidak habis-habis untuk dieksplor,” ujarnya.

Sebagai penulis, lanjut pria yang kini tinggal di Jakarta tersebut, mengangkat tema sehari-hari juga sebagai refleksi dirinya dengan kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat Lombok. Menurutnya, penulis pasti selalu menjadikan karyanya sebagai refleksi diri, hal yang tentunya berbeda dengan pembaca. Mengangkat kehidupan sehari-hari, dirasanya tepat mewakili refleksi diri tersebut.

“Bagi penulis, menulis tidak hanya sekedar menulis, tapi cara paling baik merefleksikan hidup,” katanya.

Untuk diketahui, sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut adalah Dedy Ahmad Hermansyah, penulis lepas yang juga alumni Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin Makasar, dengan moderator Nurfirman P Kansi. Kegiatan tersebut turut juga dimeriahkan oleh grup musik Yo’i Acoustic dengan salah satu pentolan fenomenalnya Wing Sentot Irawan yang telah mengelilingi Asia Tenggara dengan bersepeda. (sta)