fbpx
23 C
Mataram
Selasa, September 29, 2020
Update Covid-19 Indonesia
278,722
Total Kasus
Updated on 28/09/2020 5:54 pm
Beranda Hukum & Kriminal Politisi PAN NTB Minta Kepolisian Segera Proses Hukum Viktor Laiskodat

Politisi PAN NTB Minta Kepolisian Segera Proses Hukum Viktor Laiskodat

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) NTB Burhanuddin Jafar Salam meminta Aparat Penegak Hukum (APH) segera lakukan proses hukum terhadap Politisi Partai Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat terkait ujaran kebencian yang dilakukannya. Selasa, (8/8).

“Ini tidak bisa dianggap remeh. APH harus menindak lanjuti dengan cepat laporan-laporan yang telah masuk,” tegas Politisi yang kini menjabat anggota DPRD Provinsi NTB ini.

Menurut Burhanuddin, ujaran kebencian yang dilontarkan Laiskodat tersebut telah mengarah pada sikap antipati terhadap perbedaan. Selain itu, ujaran yang disampaikan Laiskodat dengan menyudutkan agama tertentu, dalam hal ini agama Islam dinilainya sangat provokatif.

- Advertisement -

“Ini nembuktikan secara jelas ada kebencian terhadap kelompok atau Agama tertentu,” katanya.

Oleh sebab itu, APH, terang Burhanuddin harus segera lakukan proses hukum secepatnya, guna menghindari reaksi masyarakat yang terprovokasi ulah Laikodat tersebut.

“Saya cermati bahasanya sangat provokatif dan kasar. Menyebut langsung nama-nama partai, menyebut langsung perintah agama Islam yaitu Sholat. Dan ada kata-kata bunuh,” terangnya.

Untuk diketahui dalam video yang beredar, Victor yang merupakan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI dianggap memprovokasi warga Nusa Tenggara Timur dengan pernyataan yang menyesatkan. Partai Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN disebut sebagai partai pendukung khilafah.
Penggalan pidato itu dipublikasikan oleh akun Twitter @panca66.

Berikut penggalan ucapan Victor dalam video tersebut:

Negara khilafah tidak boleh ada perbedaan semua harus salat. Saya tidak provokasi, tetapi orang Timur yang semua itu berarti tunggu nanti negara hilang kita bunuh pertama mereka, sebelum kita dibunuh (warga tertawa). Ingat dulu PKI 1965, mereka tidak berhasil, kita yang eksekusi mereka. Lu telepon lu punya ketua umum di sana, suruh jangan tolak-tolak itu Perppu yang melarang untuk.. Perppu Nomor 2 tahun 2017. (sta)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

BPKH dan DT Peduli Berikan Ambulance Gratis untuk Ponpes Darul Iman di KLU

HarianNusa.Com - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan bantuan kemanusiaan berupa satu...

Pemilik Bisnis Judi Togel Online Omzet Miliaran Rupiah Kini Berakhir di Jeruji Besi

HarianNusa.com, Mataram - Bisnis judi online yang dilakukan pria berinisial MAP (38 tahun) harus berakhir di jeruji penjara Polresta Mataram. Ia dibekuk oleh Tim...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia