Bencana Kekeringan akan Melanda NTB, Satgas Bencana Alam “Turun Gunung”

95
Ilustrasi polisi. (satria/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Polda NTB membentuk Satuan Tugas (Satgas) Bencana Alam. Terbentuknya Satgas tersebut untuk mengantisipasi dampak dari musim kemarau yang melanda NTB.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti mengatakan telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani persoalan kekeringan saat musim kemarau melanda NTB.

“Kita sudah buat Satgas Bencana Alam. Tiap-tiap Polres memiliki AWC (Armor Water Canon) untuk menyuplai air pada masyarakat. Kita juga berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/8).

Bencana kekeringan di musim kemarau kerap terjadi setiap tahunnya. Sehingga hal tersebut diantisipasi dengan menyiapkan Satgas sejak jauh hari. Sementara hampir seluruh Polres telah memiliki AWC untuk mengantisipasi kekeringan.

Polda NTB juga mengantisipasi dampak tindak kejahatan saat musim kemarau nanti. Sehingga setiap kabupaten disiagakan aparat untuk mengantisipasi tingkat kerawanan.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) NTB telah mengeluarkan peringatan dini kekeringan. Peringatan dini tersebut berdasarkan pantauan BMKG terkait data curah hujan dan kondisi dinamika atmosfer bahwa hampir seluruh wilayah NTB berada pada periode musim kemarau.

BMKG juga mengeluarkan prediksi wilayah di NTB yang terancam tidak diguyur hujan selama satu bulan lebih. Wilayah-wilayah tersebut yakni, Kabupaten Bima: Bolo (48 hari), Lambu (46 hari), Sape 2 (105 hari), Soromandi (47 hari), Wawo (34 hari).

Kabupaten Dompu: Pajo (48 hari); Lombok Timur: Sambelia ( 85 hari); Kabupaten Lombok Utara : Gangga (34 hari), Pemenang (35 hari), Pemenang Timur (34 hari), Tanjung (40 hari); Kabupaten Sumbawa : Labuhan badas (63 hari). (sat)