Hari Tua Ampenan Kita: Kolaborasi Seniman Mataram dan Mahasiswa Teater Malaysia

110
Foto bersama Seniman NTB dengan Mahasiswa Teater Asal Malaysia

HarianNusa.com, Mataram – Beberapa waktu lalu, Akar Pohon Mataram dan SFNLabs, bersama dengan tujuh mahasiswa teater dari Malaysia sepakat untuk berkolaborasi menggarap sebuah proyek seni pertunjukan. Mereka memainkan naskah berjudul “Hari Tua Ampenan Kita,” karya penyair NTB Kiki Sulistyo.

Untuk diketahui, “Hari Tua Ampenan Kita” merupakan teks pertunjukan yang diadaptasi oleh Kiki Sulistyo dari buku kumpulan puisinya yang berjudul “Di Ampenan, Apa lagi Yang Kau Cari” buku tersebut merupakan buku teranyar penyair kelahiran Ampenan 39 tahun silam.

Dalam prosesnya, Kiki membagi teks pertunjukan tersebut menjadi tiga bagian, masing-masing adalah Rambut Merah Ida, Kristik dan Kota Dalam Baskom. Dan dalam kolaborasi yang mereka bangun, masing-masing bagian dari teks pertunjukan tesebut disutradarai oleh satu orang: Mohammad Haritz Masri menyutradarai Rambut Merah Ida, Indra Saputra Lesmana menyutradarai Kristik dan Ahmad Saleh Tabibuddin menyutradarai Kota Dalam Baskom. Mohammad Haritz Masri sendiri adalah salah satu Mahasiswa Teater asal Malaysia yang tengah praktik tersebut.

Terkait pembagian tersebut, Kiki menyampaikan sengaja dilakukannya sebagai penanda, untuk memudahkan para Sutradara. Karena sebetulnya ke-tiga bagian tesebut merupakan satu kesatuan yang saling menguatkan.

Sementara itu, Mohammad Haritz Masri, sutradara Rambut Merah Ida, saat ditanya HarianNusa.com di sela-sela latihan menyampaikan bahwa, memanggungkan puisi merupakan pengalaman baru yang menantang. Karena Sutradra selaku penafsir teks, lanjut pria yang akrab disapa Jep ini, harus tetap mempertimbangkan muatan puitik yang ada di dalam teks ke dalam pemanggungan teater, sementara, yang tidak kalah penting adalah teater itu sendiri. Dan sebagai Sutradra, imbuhnya, ia dituntut menghadirkan bentuk pertunjukan, yang antara teks puisi dan gerak-gerak aktor, harus sama-sama kuat di atas panggung.

Terlepas dari itu, ia sangat mengapresiasi proses kolaborasi tersebut, karena menurutnya, hal itu menjadi pengalaman berharga dan baru.

Tak hanya Jep, mahasiswa asal Malaysia lainnya juga ikut berpartisipasi pada kolaborasi tersebut, baik sebagai aktor, penata artistik, Asisten Sutradra, penata rias, lampu, dan kostum.

Untuk diketahui, pertunjukan sendiri rencananya digelar di Taman Budaya Provinsi NTB pada tanggal 2-3 September 2017 nanti. (sta)

iklanbebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online