Banyak Pelajar Tersangkut Kasus ITE, DPRD NTB Minta Guru Ajarkan Siswa Arif Gunakan Medsos

42
Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB H MNS Kasdiono

HarianNusa.com, Mataram – Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB Bidang Pendidikan, H. MNS Kasdiono meminta guru yang ada di Provinsi NTB memberikan contoh bagaimana menggunakan media dalam jaringan (Daring) secara arif dan bijaksana kepada siswa-siswinya. Selasa, (22/8).

Hal itu disampaikan Kasdiono menanggapi maraknya pelajar yang tersangkut kasus hukum karena kelewat batas dalam menggunakan media sosial tersebut.

Kasdiono menuturkan, Guru, hakikatnya “digugu dan ditiru” oleh siswa-siswinya, oleh karenanya, penting bagi para guru untuk membudayakan cara yang baik dan benar dalam menggunakan media sosial. Sehingga nantinya, para siswa/siswi juga bisa berlaku sama dalam menggunakan media daring tersebut.

“Untuk itu, mereka harus hati-hati. Di sinilah pentingnya peran orang tua dan guru bisa bekerjasama pro-aktif melakukan pengawasan terhadap anak-anak kita. Berikan juga mereka pemahaman yang baik bagaimana cara menggunakan medsos yang baik dan benar,” ujarnya.

Selaku wakil rakyat yang duduk di Komisi V DPRD NTB, Kasdiono sangatlah prihatin melihat maraknya kasus hukum yang menjerat pelajar di NTB karena salah dalam menggunakan media daring tersebut. Baginya, hal itu adalah kegagalan nyata para orang tua, khususnya para guru dalam mentransformasi nilai-nilai keteladanan bagi pelajar tersebut, khususnya dalam penggunaan media daring.

Deretan kasus asusila semisal mengunggah foto-foto telanjang, penghinaan dengan menyinggung SARA, dinilainya telah mencoreng muka NTB, umumnya Indonesia sebagai negara yang multi-etnis, agama dan bahasa.

“Jadi tugas guru ini sangat berat. Guru tidak hanya dituntut menjadikan proses belajar mengajar berjalan dengan baik, tapi juga mendidik siswa agar punya karakter yang kuat. Yang perlu diingat jangan sampai isu SARA memecah belah kita semua. Bijaklah dalam menyelesaikan suatu masalah, terutama dalam menggunakan medsos,” pesannya.

Selanjutnya, politisi asal Kota Mataram itu menginginkan agar ke depannya, para orang tua, guru dan siswa bersama-sama menyadari pentingnya menggunakan media daring secara benar, menjadikannya alat untuk menambah efektivitas belajar sehingga proses transformasi ilmu bisa lebih mudah. Terlepas dari itu, pendidikan karakter sebagai benteng menjaga moral para siswa tidak boleh dinomor dua-kan. (sta)

iklanbebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online