fbpx
23 C
Mataram
Minggu, September 27, 2020
Update Covid-19 Indonesia
271,339
Total Kasus
Updated on 26/09/2020 3:44 pm
Beranda Hukum & Kriminal Perkosa Istri Sendiri Ada Ancaman Pidananya Loh...

Perkosa Istri Sendiri Ada Ancaman Pidananya Loh…

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Nasional – Meskipun telah terikat perkawinan, namun bagi suami yang melakukan pemerkosaan terhadap istrinya dapat dipidana dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun. Hal tersebut tertuang dalam undang-undang (UU) nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Dalam pasal 5 UU tersebut dikatakan: Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya, dengan cara:

  1. kekerasan fisik;
  2. kekerasan psikis;
  3. kekerasan seksual; atau
  4. penelantaran rumah tangga.

Kemudian pasal tersebut diperjelas lagi dalam pasal 8 yang menyatakan kekerasan seksual sebagaimana dimaksud pasal 5 huruf c meliputi:

  1. pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga tersebut;
  2. pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam lingkup rumah tangganya dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu.
- Advertisement -

Sementara siapa saja orang dalam lingkup rumah tangga diperjelas dalam pasal 2 ayat (1), yang mengatakan lingkup rumah tangga dalam UU ini meliputi:

  1. suami, istri dan anak;
  2. orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan orang sebagaimana dimaksud pada huruf a karena hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan dan perwalian yang menetap dalam rumah tangga; dan/atau
  3. orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut.

Kasus pemerkosaan dalam rumah tangga dalam istilah hukumnya disebut Marital Rape. Ancaman sanksinya terdapat dalam pasal 46, di mana saksi terhadap pemerkosaan dalam rumah tangga maksimal 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 36 juta.

Di Indonesia kasus tersebut pernah terjadi. Menurut catatan yang didapatkan hariannusa.com, Mahkamah Agung pernah menjatuhkan pidana pada Hari Ade Purwanto (29) selama 15 bulan penjara karena memaksa istrinya berhubungan badan di sebuah hutan di Pasuruan, Jawa Timur. Sedangkan kasus kedua terjadi di Denpasar Bali, di mana Tohari (57) yang berprofesi sebagai nelayan dijatuhkan hukuman 5 bulan penjara karena memperkosa istrinya Siti Fatimah. Di NTB sendiri kasus tersebut belum pernah terdengar. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

BPKH dan DT Peduli Berikan Ambulance Gratis untuk Ponpes Darul Iman di KLU

HarianNusa.Com - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan bantuan kemanusiaan berupa satu...

Wagub NTB Sidak Penggunaan Masker di Pelabuhan Kayangan

HarianNusa.com, Lombok Timur - Setelah meresmikan Samsat Perizinan Kapal Perikanan Pertama di Indonesia di Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia