fbpx
23 C
Mataram
Sabtu, Januari 16, 2021
Update Covid-19 Indonesia
882,418
Total Kasus
Updated on 16/01/2021 2:14 am
Beranda Hukum & Kriminal Kepala Sekolah di Kopang Gantung Diri Lantaran ini...

Kepala Sekolah di Kopang Gantung Diri Lantaran ini…

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Lombok Tengah – Seorang Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Mumbang, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah (Loteng) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya Dusun Lauk Rurung I, Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Jumat (1/9) kemarin.

Kepsek bernama Hasan S.Pd (53) ditemukan tewas tergantung oleh anaknya. Kejadian bermula saat anaknya bernama Sopyan Halik (19) balik ke rumah. Tiba-tiba ia dikagetkan melihat tubuh ayahnya tergantung di plafon ruang tamu. Anaknya bergegas mengecek urat nadi korban, namun korban telah meninggal dunia.

Sopyan kemudian memotong sarung yang digunakan ayahnya menggantung diri, kemudian bergegas memanggil keluarganya.

- Advertisement -

Polsek Kopang yang menerima informasi tersebut mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah kemudian dibawa ke puskesmas terdekat.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara murni gantung diri dengan tanda-tanda luka memar di bagian leher bekas jeratan sarung, darah yang keluar dari telinga akibat tekanan saat korban gantung diri dan keluarnya air mani pada kemaluan korban,” ujar Kapolsek Kopang melalui Kanit Reskrim Polsek Kopang, Iptu I Wayan Kariana.

Hasil penyidikan, korban pernah mendatangi bibinya pada Rabu (30/8) dan curhat persoalan yang dihadapi. Korban mengalami masalah di mana ia merasa bodoh saat menjadi kepsek, padahal sebelum menjadi kepsek, ia dikenal sangat pandai.

“Dia mengeluhkan pekerjaannya, karena sebelumnya menjadi kepsek, korban diketahui pintar. Tapi semenjak menjadi kepsek dia merasa dirinya kurang atau bodoh. Dia mengatakan ada bibinya, kenapa dia yang dipilih menjadi kepsek,” ungkapnya.

Selain itu, korban juga memiliki masalah dengan anak ketiganya. Di mana anaknya tidak mau melanjutkan sekolahnya, padahal korban memiliki harapan agar anaknya dapat menjadi polisi.

“Anak nomor tiga korban tidak mau bersekolah. Korban berusaha membujuknya dan meminta bantuan bibinya membujuknya sekolah agar bisa menjadi polisi,” paparnya.

Sementara pihak keluarga dengan tabah menerima kepergian korban. Pihak keluarga tidak berkenan korban diotopsi, sehingga korban langsung dimakamkan. (sat)

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ratusan Homestay di NTB Siap Disewa Tamu Moto-GP 2021

Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB untuk berkoordinasi dan menyiapkan sebaik...

NTB Dapat Tambahan Calon Penerima PKH Sebanyak 43.471 KK

HarianNusa.com, Mataram - Kementerian Sosial RI telah menurunkan data calon Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi NTB. Kuota tambahan calon Keluarga Penerima sebanyak...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia