Polda NTB Antisipasi Konflik Rohingya Melebar ke NTB

96
Kombes Pol Drs I Gusti Agung Putu Udiantara. (Humas Polda NTB/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Konflik yang terjadi di Myanmar dikhawatirkan akan ditunggangi oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk membuat kekacauan di NTB. Hal tersebut membuat Polda NTB sedini mungkin mengantisipasi agar NTB tetap aman.

Polda NTB berencana membentuk pasukan untuk mengantisipasi kelompok garis keras yang sengaja menunggangi isu Rohingya.

“Kita perlu mewaspadai isu Rohingya, karena berpotensi akan ditunggangi oleh kelompok garis keras dan kelompok radikal yang akhir-akhir ini berkembang di Indonesia,” ujar Irwasda Polda NTB, Kombes Pol Drs Ismail Bafadal, Senin (4/9).

Kendati demikian, menurutnya sejauh ini NTB masih aman dari potensi melebarnya isu Rohingya. Dikatakan sejauh ini elemen pemuda dan masyarakat hanya melakukan aksi unjuk rasa dengan proses yang sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Sejauh ini hanya sebatas unjuk rasa dan ada pemberitahuan sebelumnya. Namun jika ada kegiatan sudah melebar ke kegiatan lain, tentu kita akan mewaspadai,” pungkasnya.

Ia juga mengatakan, kelompok garis keras di NTB telah dipantau oleh inteligen. Sehingga dapat meminimalisir kegiatan-kegiatan yang sifatnya merugikan masyarakat umum.

Pergolakan di Rohingya, di mana militer Myanmar secara brutal melakukan aksi kekerasan terhadap etnis Rohingya, dikhawatirkan akan berpotensi menimbulkan kegaduhan. Meskipun konflik tersebut menyangkut masalah kemanusiaan, bukan berarti tidak ada sentimen keagamaan yang dapat menjadi pemicu berkembangnya konflik. (sat)