Pemasangan Spanduk Dokter Mawardi Tidak Terkait Pilgub NTB

145
Spanduk dr. Mawardi terpasang di depan SPBU Majapahit Mataram. (satria/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Nusa Tenggara Development Institute (NDI) gencar-gencarnya melakukan pemasangan spanduk yang bertuliskan permintaan terhadap kepolisian untuk segera menemukan Mantan Direktur RSUP NTB, dr. Mawardi Hamry.

Mawardi yang telah hilang selama 18 bulan tersebut, menginisiasikan NDI memasang spanduk di berbagai titik kabupaten di NTB. Pemasangan spanduk tersebut dilakukan di depan Polda NTB, di SPBU Majapahit, Universitas Mataram, Udayana, Lombok Internasional Airport, eks rumah sakit umum, depan Kantor Gubernur NTB dan lainnya.

Saat ditanya apakah pemasangan spanduk tersebut berkaitan dengan Pilgub NTB, Direktur NDI, Abdul Majid membantahnya. Menurutnya pemasangan spanduk tersebut murni karena ingin Mawardi ditemukan tanpa ada unsur politik yang melatarbelakanginya.

“Itu yang saya katakan bahwa tidak ada sangkut pautnya antara pemasangan spanduk dengan Pilkada NTB. Saya pribadi melakukan gerakan ini bukan hanya 2017, jauh hari dari 2016 sudah sering saya keluarkan pernyataan di koran,” ujar Abdul Majid, Rabu (6/9) kemarin.

Menurutnya, secara logika Mawardi tidak memiliki konstelasi dengan Pilgub NTB, sehingga pemasangan spanduk tersebut jauh dari unsur politik jelang Pilgub.

“Pertama, tidak pernah saya berpikir berkaitan dengan Pilkada. Kedua, kalau kita mau kaitkan dengan Pilkada, apa hubungannya dr. Mawardi dengan Pilkada. Dia bukan calon, bukan timses, tidak ada sangkut pautnya,” tandasnya.

Ia mengatakan NDI telah berkomunikasi melalui sambungan telepon pada keluarga Mawardi. Keluarga Mawardi mengucapkan terimakasih atas bantuan NDI dalam gerakan tersebut.

“Belum ketemu langsung, cuma sempat telepon sama kakaknya (Mawardi) di Jakarta. Beliau ucapkan terimakasih,” ungkapnya.

Hari ini Kamis (7/9), NDI tengah melaporkan hilangnya Mawardi pada Kapolri, Komnas HAM dan Kontras. Laporan sebagai upaya agar pihak yang bertanggung jawab dapat segera menemukan sang dokter.

Seusainya dari Jakarta nanti, Abdul Majid akan berkoordinasi dengan anggota lainnya untuk menjadwalkan aksi menuntut Mawardi untuk segera ditemukan. (sat)