Sangkep Belek Kembalit: Presentasi Akhir Program Seniman Mengajar Mandalika 2017

77
Eta, salah satu penari yang belajar bersama seniman Syafmanefi Alamanda menampilkan karya tari berkolaborasi dengan seniman media Anang Bojes pada kegiatan Sangkep Belek Kembalit 2017 di Desa Sengkerang Lombok Tengah

HarianNusa.com, Lombok Tengah – Program Seniman Mengajar 2017 yang berlokasi di Mandalika Kabupaten Lombok Tengah telah berakhir. Menutup kegiatan belajar selama satu bulan itu, lima seniman yang terlibat kegiatan membuat presentasi karya dengan tema Sangkep Belek Kembalit. Minggu, (10/9).

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan masyarakat dan peserta belajar dari lima komunitas, yang sekaligus menjadi tempat para seniman berbagi pengetahuan tentang seni.

Turut menghadiri kegiatan beberapa pejabat lingkup Pemerintahan Kabupaten Lombok Tengah, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata, Camat Praya Timur, dan beberapa Kepala Desa yang ada di Kecamatan Praya Timur.

Sebagai catatan, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud selaku pelaksana Program mengutus Kasi Standarisasi Subdit Pembinaan tenaga kesenian Aryanti Budhiastuti untuk menghadiri kegiatan.

Ismal Muntaha, salah seorang seniman dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua masyarakat Kabupaten Lombok Tengah, khususnya yang terlibat langsung dalam mensukeskan kegiatan Seniman Mengajar.

“Terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua masyarakat. Desa Marong, Sanggar Pak Purne Sengkerang, tempat saya pribadi di kampung Sasak Ende, Sanggar Jingga Jelantik, dan tentu saja instansi pemerintahan yang telah melangsungkan kegiatan. Kementerian Kebudayaan, Kepala Dinas dan jajaran pemerintahan Kabupaten Lombok Tengah,” katanya.

Selain menyampaikan terima kasih, Ismal juga mengatakan bahwa hal yang paling penting di dalam kesenian bukanlah hasil akhir, melainkan proses membuatnya. Oleh karenanya, ia menyatakan bahwa proses silaturahmi yang terjalin antara seniman dengan peserta selama kegiatan Seniman Mengajar berlangsung merupakan “karya seni mutakhir” yang pantas disyukuri.

“Penting menurut saya, proses sebulan ini kami bertemu dan diterima dengan begitu bersahaja. Pertemuan itulah yang paling penting. Seni bukan saja hasil akhir, tapi juga proses saling bertemu dan silaturahmi,” katanya.

Sementara Ismal, pendamping seniman yang sekaligus ketua Sanggar Sasak Sangkareang Purna Mangunjaya menyampaikan bahwa Program Seniman Mengajar di mana Lombok Tengah terpilih menjadi salah satu lokasi harus disyukuri bersama, oleh karenanya, penting bagi masyarakat, khususnya masyarakat Lombok Tengah untuk mengapresiasi kegiatan tersebut. Bagaimanapun, terang Purna, kegiatan Seniman Mengajar diadakan untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat tentang kesenian yang lebih luas, dan salah satu tujuannya untuk lebih memajukan Kabupaten Lombok Tengah pada tahun-tahun mendatang.

“Hajatan Kementerian hadir di tempat ini untuk memajukan daerah kita, Lombok Tengah,” katanya.

Untuk diketahui, lima orang seniman yang menjadi pengajar pada kegiatan Seniman Mengajar adalah, Ismal Muntaha (Seni Rupa), Syamsul Fajri (Seni Teater), Gading (Seni Musik), Anang Bojes (Seni Multimedia), dan Syafmanefi Alamanda (Seni Tari). (sta)

iklanbebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online