Besok, Ratusan Aparat Siap Gusur Bangunan di Wilayah TNGR

830
Gelar pasukan persiapan penertiban kawasan TNGR. (satria/hariaannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Polda NTB melakukan gelar pasukan untuk menertibkan bangunan liar di wilayah yang diklaim milik Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Jumat (15/9). Sabtu besok personel akan diberangkatkan hingga empat hari ke depan untuk penertiban.

Jumlah personel gabungan Polda NTB dan Polres jajaran yang akan diberangkatkan sebanyak 550 personel. Nantinya personel akan ditambahkan dengan bantuan TNI, TNGR dan juga Mitra TNGR atau masyarakat pro TNGR yang telah mengikuti program asimilasi penempatan lahan di sana.

Penertiban tersebut atas permintaan bantuan pihak TNGR ke Polda NTB sejak Mei 2017 lalu.

“Bulan Mei 2017 TNGR kirim surat ke kita minta dilakukan penertiban, tapi karena kegiatan yang cukup banyak, baru bisa kita lakukan sekarang. Kita tidak mau langsung melakukan penegakan hukum, mungkin ada kebijakan lain yang dilakukan TNGR dalam hal ini kemitraan,” ujar Karo Ops Polda NTB, Kombes Pol Dewa Putu Maningkajaya.

Rencananya, polisi akan mengosongkan lahan sekitar 200 hektar yang ditempati masyarakat. Di atas lahan tersebut, sekitar 350 gubuk baik yang semi permanen maupun bukan akan dirobohkan.

“Perkiraan sekitar 350-an gubuk, ada sedikit bangunan semi permanen. Sebenarnya kita sudah minta masyarakat membongkar sendiri, namun tidak diindahkan,” jelasnya.

Dusun Jurang Koak, Dusun Burne dan Dusun Pesugulan akan didatangi polisi. Karo Ops mengatakan penguasaan lahan tersebut sudah dilakukan sejak 2015 silam. Petugas berusaha memediasi warga. Bahkan sebagian warga telah mengikuti program asimilasi untuk menguasai lahan tersebut dengan catatan lahan tersebut tetap milik TNGR.

“Sudah banyak masyarakat mengikuti program TNGR, tapi di Dusun Pasugulan ini beda, mereka menguasai dengan alasan tanah adat. Disuruh laporkan pihak TNGR tidak mau, suruh menunjukan bukti tidak mau, bahkan alat berat naik ke sana,” paparnya.

Ia mengatakan, awalnya lahan yang dikuasai warga berjumlah 700 hektar, namun 400 hektar telah dapat diambil alih pihak TNGR. Sisanya, besok akan ditertibkan.

Polda NTB juga telah menyiapkan Polwan untuk terjun langsung melakukan upaya preventif pada Sabtu besok. Beredar kabar perempuan dan anak-anak telah diperintah naik ke gunung untuk menghalau penertiban nantinya, sehingga polisi akan bertindak preventif untuk mencegah kericuhan.

“Tapi kalau nanti terjadi keributan, ada yang lakukan tindak pidana maka kita proses. Kita juga terjunkan Reskrim untuk ikut dalam penertiban. Karena beredar kabar ibu-ibu dan anak-anak dikirim ke gunung,” ungkapnya. (sat)

iklan[/caption]</div>        </div>


        <footer>
                        
            <div class=