fbpx
23 C
Mataram
Senin, September 28, 2020
Update Covid-19 Indonesia
278,722
Total Kasus
Updated on 28/09/2020 3:54 pm
Beranda Headline Krisis Rohingya Paling Buruk Setelah Perang Dunia II

Krisis Rohingya Paling Buruk Setelah Perang Dunia II

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia

HarianNusa.com – Jakarta (16/9) — Tragedi pembersihan etnik Rohingya di Myanmar adalah tragedi kemanusiaan yang paling buruk setelah Perang Dunia II. Hal ini diungkapkan Direktur Crisis Center for Rohingya (CC4R) PKS, Sukamta di tengah Aksi Bela Rohingya di Jakarta, Sabtu (16/9/2017).

- Advertisement -

Sukamta menyebutkan tragedi yang terjadi di Rakhine State bukan hanya diskriminasi melainkan genosida atau pembunuhan massal. “Jadi orang diusir dengan cara rumahnya dibakar, ditembaki begitu pergi ditanami ranjau sehingga tidak bisa kembali,” papar Sukamta.

Dunia internasional sudah memberikan kecaman terhadap kekejian di Myanmar. Namun, pemerintah Myanmar tetap bergeming. Sukamta menegaskan, tekanan keras dan segera harus diberikan kepada Myanmar untuk menghentikan tragedi kemanusiaan yang masuk kategori luar biasa ini. “Kalau dunia internasional tidak turun mungkin kita tidak akan pernah melihat lagi orang Rohingya di Myanmar,” ujar Sukamta.

Selain menyuarakan tuntutan, Aksi Bela Rohingya juga akan melakukan penggalangan dana. Sukamta menyebut CC4R PKS di seluruh Indonesia sudah mengumpulkan dana kemanusiaan yang mencapai Rp 3,8 Miliar hingga sebelum aksi digelar. “Semua dana kemanusiaan CC4R akan disumbangkan melalui lembaga sosial yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) yang sudah lama bekerja membantu Rohingya,” sebut Sukamta.

- Advertisement -

Dalam Aksi Bela Rohingya, beberapa tokoh akan hadir menyampaikan orasi diantaranya Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno, KH Abdur Rasyid Abdullah Syafii, KH Sobri Lubis, KH Didin Hafidhudin, KH Nazar Haris, KH Nonop Hanafi, KH Muhyiddin Junaidi, Dahnial Simanjutak, Prof Philip K Widjaya dan beberapa tokoh ormas Islam dan agama Buddha.

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

BPKH dan DT Peduli Berikan Ambulance Gratis untuk Ponpes Darul Iman di KLU

HarianNusa.Com - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan bantuan kemanusiaan berupa satu...

Pemilik Bisnis Judi Togel Online Omzet Miliaran Rupiah Kini Berakhir di Jeruji Besi

HarianNusa.com, Mataram - Bisnis judi online yang dilakukan pria berinisial MAP (38 tahun) harus berakhir di jeruji penjara Polresta Mataram. Ia dibekuk oleh Tim...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia