fbpx
23 C
Mataram
Kamis, Oktober 29, 2020
Update Covid-19 Indonesia
404,048
Total Kasus
Updated on 29/10/2020 11:15 am
Beranda Kota Mataram Galian Proyek di Dasan Agung Renggut Nyawa Bocah Lima Tahun

Galian Proyek di Dasan Agung Renggut Nyawa Bocah Lima Tahun

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Asrya Saputra yang masih berumur lima tahun meninggal dunia di dalam galian proyek pembangunan jembatan penghubung Dasan Agung – Dasar Sari, Sungai Jangkuk, Kota Mataram. Jenazahnya ditemukan pagi tadi, Senin (18/9).

Seorang pekerja proyek bernama Junaidi (32) pertama kali menemukan korban sekitar pukul 09.30 Wita. Korban ditemukan tidak bernyawa di kubangan air yang bercampur dengan material kerikil.

“Pertamakali saya kira itu batok kelapa, tahunya itu kepala manusia,” ujarnya.

- Advertisement -

Galian pondasi dengan kedalaman sekitar tiga meter tersebut membuat korban meninggal. Junaidi sangat kaget melihat korban, kemudian dia bergegas memanggil salah seorang warga yang hendak memancing bernama Muhtar (47).

Muhtar mengaku kenal dengan bocah tersebut, sehingga ia membawanya ke pihak keluarga korban.

“Begitu saya lihat, saya kenal anak ini. Langsung saya gendong bawa pulang,” ungkapnya.

Ibunda korban, Kurniawati sangat terpukul begitu mengetahui anak semata wayangnya meninggal dunia. Ia tak tahan menahan haru. Ia menangis sejadinya begitu melihat jenazah anaknya dibawa ke rumah.

Kurniawati mengatakan awalnya anaknya pergi bermain bersama teman-temannya sekitar pukul 15.00 Wita, Minggu (17/9) kemarin. Namun sampai larut malam anaknya tak kembali. Ia berusaha mencarinya di tempat yang diperkirakan dikunjungi anaknya. Bahkan ia mencarinya hingga ke Udayana.

“Teman-temannya pulang jam enam, tapi dia enggak pulang. Saya cari dia ke sana ke sini sampai Udayana,” ujarnya dengan suara haru.

Sementara ayah korban sejak empat tahun yang lalu berada di Kalimantan untuk merantau. Suasana semakin haru saat Kurniawati menelpon suaminya menerangkan peristiwa tersebut. Di sambungan telepon, suaminya tak dapat berkata apa-apa, hanya tangisan rindu seorang ayah terdengar.

Polisi telah menawarkan untuk dilakukan otopisi. Namun pihak keluarga menolaknya. Beranggapan anaknya meninggal karena kecelakaan tanpa adanya unsur kejahatan. Jenazah akan dimakamkan sore ini.

Kanit Reskrim Polsek Mataram, Iptu Putu Pujangga mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus kematian bocah tersebut. “Untuk sementara ini kecelakaan, musibah. Tetapi tetap kita penyelidikan,” terangnya. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Telah Diresmikan, Kini Warga Poan Bisa Beribadah di Masjid Ibadurrahman

HarianNusa.com, Lombok Barat - Masjid Hidayatullah yang dibangun pada tahun 1993 yang berlokasi di Dusun Poan Selatan, Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok...

Kunjungi Sumbawa, Wagub Semangati Para Nakes

HarianNusa.com, Sumbawa - Rumah Sakit menjadi salah satu garda terpenting dalam penanganan Covid-19. Tidak sedikit tenaga kesehatan yang menjadi korban wabah ini. Oleh karena...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia