fbpx
23 C
Mataram
Sabtu, Januari 23, 2021
Update Covid-19 Indonesia
965,283
Total Kasus
Updated on 22/01/2021 8:24 pm
Beranda Hukum & Kriminal Pedagang Nasi Goreng Nyambi Bandar Sabu Ditangkap di Depan Epicentrum

Pedagang Nasi Goreng Nyambi Bandar Sabu Ditangkap di Depan Epicentrum

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Seorang pedagang nasi goreng di depan Lombok Epicentrum Mall Mataram diringkus Subdit II Dit Resnarkoba Polda NTB, Jumat (15/9). Pelaku diringkus lantaran nyambi mengedarkan narkoba.

Pelaku diketahui berinisial FR (28) asal Jawa Timur yang datang bekerja di Kota Mataram. Ia diketahui mengedarkan narkoba di rumahnya di Lingkungan Mumbul, Kelurahan Pagesangan Utara, Kota Mataram maupun di tempat pelaku berdagang.

Diamankan barang bukti berupa 14 bungkus kristal bening yang berisi sabu dengan berat 8,42 gram.

- Advertisement -

“Kita amankan 14 bungkus krital bening berisi sabu, ada gunting, timbangan, ada klip untuk menjual, kemudian ada alat hisap dan ada korek,” ujar Kasubdit II Dit Resnarkoba Polda NTB, AKBP I Komang Satra, Senin (18/9).

Kronologis penangkapan berdasarkan adanya informasi masyarakat. Kemudian polisi selama tiga bulan melakukan pengintaian terhadap pelaku.

“Selama tiga bulan kami melakukan pemantauan terhadap tersangka, di mana tersangka berprofesi sebagai penjual nasi goreng di depan Epicentrum atau di depan toko Niaga Mataram,” ungkapnya.

“Yang bersangkutan mengkonsumsi (narkoba) sudah mulai dua tahun, kemudian menjualnya. Dia mengaku baru satu bulan yang lalu (menjual),” sambungnya.

Modus pelaku dengan cara dititipi bandar besar untuk menjual narkoba tersebut. Polisi hingga kini masih melakukan penyidikan terhadap keberadaan bandar yang disebut pelaku.

“Dari titipan itu yang bersangkutan menjual satu poketnya Rp 300 ribu. Setiap menitipkan barang dia mendapat fee-nya Rp 50 – 100 ribu per poketnya,” paparnya.

Jika narkoba telah habis, pelaku meminta lagi sabu tersebut. Sementara pelanggannya datang ke tempat pelaku berjualan nasi goreng untuk membeli narkoba tersebut.

“Pembelinya datang ke tempat nasi goreng pelaku. Ada yang makan, ada yang juga langsung membeli sabu kemudian pergi,” jelasnya.

Pelaku terancam melanggar pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) dan pasal 127 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (sat)

Berita Populer Pekan Ini

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

ACT Terjunkan Tim Bantu Korban Gempa Majene

HarianNusa.com, Sulawesi Barat - Gempa bumi magnitudo 6,2 yang mengguncang Majene pada Jumat, (15/01/2021) dini hari itu juga terasa hingga Mamuju. Data dari Badan...

KEK Mandalika dan MotoGP Harus Mampu Menggeliatkan Perekonomian Rakyat

HarianNusa.com, Lombok Tengah - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menegaskan bahwa sebelum event MotoGP digelar pada bulan Oktober-Nopember mendatang, maka setiap minggu...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia